<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136</id><updated>2012-01-13T01:09:14.115+07:00</updated><category term='Cerpen Motivator'/><category term='Motivasi'/><category term='Renungan'/><title type='text'>Kata Ide Kita</title><subtitle type='html'>Kumpulan motivasi dan cerpen.
Bacalah!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>76</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-5988880135263014650</id><published>2011-08-15T16:50:00.002+07:00</published><updated>2012-01-13T01:07:22.539+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Air ini khusus untuk INSINYUR!! (sebuah kisah nyata, renungan untuk kita)</title><content type='html'>&lt;p&gt;Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang  pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas  mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira  ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi  air dingin ke dalam gelas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Belum sempat ia minum,  tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum  air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk  insinyur” Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang  bekerja di perusahaan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Remaja itu akhirnya hanya  terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah  dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga  Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak  yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hardikan  itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini  terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena  aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi  insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan  ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi  momentum baginya untuk membangkitkan “SIKAP POSITIF” . Muncul komitmen  dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan  melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk  mengejar ketertinggalannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak jarang olok-olok dari  teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya  bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan  padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1  bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda  ini lulus dengan hasil  memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai  insinyur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini ia sudah menaklukkan ”rasa sakit”nya,  kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya.  Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah  terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun  karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian,  kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil  direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal  saat itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil  direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru  jadi bawahannya. Suatu hari insinyur tersebut datang menghadap karena  ingin minta izin libur dan berkata; “Aku ingin mengajukan izin liburan.  Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan  pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas  kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu”&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa jawab  sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: “Aku ingin  berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang  aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah,  kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini sikap positfnya sudah membuahkan hasil,  lalu apakah ceritanya sampaidi sini?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak.  Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di  perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal  dari bangsa Arab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahukan Anda apa perusahaan yang  dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil  Company)perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini  semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini  perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan  mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total  cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun  cadangan gas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi  untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai  pengaruh sangat besar terhadap dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini adalah kisah Ali  bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011)  menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terbayangkah,  hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi hal yang positif, isu air  segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak  yang paling berpengaruh di seluruh dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itulah kekuatan”SIKAP POSITIF”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat “Bersikap Positif” dan menjadi bagian dari solusi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;(dari kaledioskop inspirasi)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-5988880135263014650?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/5988880135263014650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2011/08/air-ini-khusus-untuk-insinyur-sebuah_15.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5988880135263014650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5988880135263014650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2011/08/air-ini-khusus-untuk-insinyur-sebuah_15.html' title='Air ini khusus untuk INSINYUR!! (sebuah kisah nyata, renungan untuk kita)'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-7007257907885268619</id><published>2010-02-11T12:29:00.003+07:00</published><updated>2012-01-13T01:09:14.128+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>i miss you,dad...</title><content type='html'>seperti biasa, setiap bangun pagi saya langsung duduk di depan laptop dan online...cuma sekedar untuk ngecek facebook aja... hari ini saya dapat message dari seorang teman, Hellen namanya, sama-sama mahasiswa rantau. bedanya saya di denpasar, dia di salatiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya nggak tau dia dapat tulisan itu dari siapa tapi isinya sangat menarik dan mengharukan. tentang papa. bukan papanya hellen, bukan tentang papa saya. ini tentang seseorang yang kalian sebut papa atau ayah, atau mungkin abah, papi, daddy or pop. ini tentang kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik Kisah seorang Papa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan Papa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sadarkah kamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu sudah beranjak remaja....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu menjadi gadis dewasa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa harus melepasmu di bandara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Papa tahu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa telah menyelesaikan tugasnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-7007257907885268619?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/7007257907885268619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2010/02/i-miss-youdad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7007257907885268619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7007257907885268619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2010/02/i-miss-youdad.html' title='i miss you,dad...'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-7177825275982933546</id><published>2009-12-12T00:28:00.001+07:00</published><updated>2009-12-12T00:28:42.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Tumbuh sebagai Anak Jalanan, Menjadi Dewasa Bersama Islam</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Awal hidupnya ia jalani dengan kekacauan, namun hatinya tidak pernah menolak kebenaran. Akhirnya ia pun menemui makna hidup bersama Islam&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Namaku sekarang Abdullah Abdul-Malik, dilahirkan, dibesarkan, dan tinggal di Amerika Serikat. Usiaku 28 tahun. Aku sudah menjadi Muslim selama hampir 5 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku dibesarkan di sebuah lingkungan yang elok di Philadelphia, Pennsylvania. Aku suka  bermain sepakbola di waktu kecil. Sebagaimana seorang remaja Amerika, aku senang mendengarkan musik rap dan menonton film-film yang penuh adegan kekerasan. Ketika itu aku yakin bahwa hidup memanglah seperti itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku menyangka apa yang aku lakukan ketika itu keren, dan memang gaya hidup seperti itulah yang harus dijalani, penuh gairah, dan berbahaya. Oleh sebab itu, aku menjadikan para rapper dan pemain film itu sebagai panutan, dan termakan keyakinan bahwa hidup itu harus menjadi seorang pembangkang terhadap lingkungan.&lt;span id="more-3056"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang aku tahu bahayanya musik dan televisi terhadap masyarakat kita. Jika kamu tidak memiliki panutan yang positif, maka kamu akan memiliki panutan yang negatif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku terjerumus mengkonsumsi mariyuana, dan mulai menjualnya saat usia remaja. Aku menjalani hidup seperti itu selama masa sekolah menengah hingga kira-kira berusia 23 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku mulai merasa bahwa teman-temanku bukanlah teman yang sebenarnya. Aku menjadi paranoid, tidak tahu siapa yang bisa dipercaya. Jiwaku terasa hampa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya aku bermain dan membuat musik untuk menyalurkan tekanan perasaan yang terpendam di dada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidupku menjadi kehilangan semangat dan terisolasi. Aku mencari-cari jati diri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keluargaku kemudian mengalami masalah keuangan, lalu mereka pindah ke Florida. Aku sendiri memutuskan untuk tetap tinggal di Pennsylvania, karena di sanalah aku dibesarkan. Baik atau buruk, Pennsylvania adalah rumah bagiku, dan aku belum siap meninggalkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku pindah rumah, tinggal sendiri di sebuah apartemen yang dekat dengan tempat aku dibesarkan. Aku belajar untuk bertahan hidup. Ketika itu rasanya sangat sulit dan kesepian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kehidupanku semakin keras saja. Aku mulai berani mengambil kesempatan. Aku berhenti menjual narkoba secara sembunyi-sembunyi, mulai nekat, dan tidak takut apapun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku tidak lagi hanya menjual narkoba kepada orang-orang yang kukenal, bahkan mulai menjualnya kepada orang yang  tidak kukenal sama sekali.  Aku mulai melakukan hal-hal yang sebelumnya  tidak akan pernah aku lakukan. Begitulah, jika kamu sudah terperosok dalam pada sesuatu, maka kamu akan semakin berani mengambil resiko, dan gaya hidup yang berbahaya sekali pun mulai dirasa nyaman dan bahkan dianggap normal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya akupun terjebak menjual mariyuana kepada seorang polisi yang  menyamar pada tahun 2004. Aku kemudian menjalani pemeriksaan. Ketika itu aku merasa ada tekanan yang besar dari sekelilingku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku takut jika harus hidup dalam penjara, karena itu aku berhenti menjual narkoba dan mulai mencari pekerjaan. Saat itulah aku bertemu dengan seorang pria Muslim berusia 50-an tahun. Di tempat bekerja itu aku mulai berbincang-bincang tentang Islam. Aku bertanya kepada orang tua itu, apakah Muslim percaya pada Yesus, karena selama ini yang aku tahu hanyalah Yesus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dia bilang, ya. Yesus adalah salah seorang yang mulia dalam pandangan agama, tapi kami mempercayainya sebagai seorang nabi, bukan Tuhan. Ia mengatakan kepadaku bahwa Muslim percaya kepada semua nabi, mulai dari Adam hingga Muhammad. Dan Tuhan itu Esa, tidak ada yang setara dengan-Nya dan menyamai-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika ia menjelaskan hal itu, aku menerimanya, sepertinya aku sudah pernah merasakannya. Apa yang dikatakannya bisa diterima nalar. Jadi mana mungkin seseorang menolak pernyataan yang sangat kuat dan masuk akal seperti itu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena aku kelihatan tertarik, ia berkata akan memberiku sesuatu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat itu aku merasa bahwa aku harus berubah, dan aku haus akan jawaban. Aku selalu percaya adanya Tuhan, tapi banyak hal yang membingungkanku, dan aku tidak bisa menerima Kristen sebagai sebuah keyakinan  yang benar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu malam setelah mengantar orang tua itu pulang kerja, ia memberiku sebuah Al-Qur’an. Kuucapkan terima kasih, dan malam itu pula aku mulai membacanya. Kitab itu seakan berbicara dan menjelaskan semuanya dengan jelas kepadaku. Aku yakin kitab itu benar, dan hanya Tuhan saja yang mampu membuat kitab seperti itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh sangat masuk akal bagiku, dan sekejap ada kedamaian yang kurasakan di dalam hati. Sesuatu yang sepertinya belum pernah aku rasakan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Merenungkan Makna&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku berjumpa lagi dengan  pak tua keesokan harinya, ia berkata bahwa aku kelihatan sangat jauh berbeda. Aku katakan padanya bahwa kitab itu membuat kita merasa baik, dan hal itu sangat menakjubkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku tahu bahwa aku senantiasa diawasi oleh polisi. Aku pikir, karena mereka tidak menangkapku, maka mungkin mereka membiarkan hingga aku melakukan sesuatu yang lebih buruk. Banyak detektif yang tidak ingin melakukan penangkapan kecil, biasanya ingin mendapatkan tangkapan yang besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah beberapa bulan di bawah pengawasan, beberapa orang detektif tiba-bisa muncul di suatu  tempat dan menyergapku. Aku ditahan dengan tuduhan menjual mariyuana dalam jumlah kecil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku kehilangan pekerjaan, dan dipenjara selama beberapa hari sebelum akhirnya keluargaku yang berada di Florida membayar tebusan. Berita itu sungguh menyedihkan hati mereka, dan menimbulkan  masalah besar kepada keluargaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para detektif itu mengatakan, mereka tidak benar-benar menginginkan aku, mereka ingin agar aku menolong mereka menjebak orang lain. Tapi aku menampiknya dan memutuskan untuk menjadi lelaki sejati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah bebas dengan tebusan, aku terus membaca Al-Quran dan merenungkan secara mendalam makna yang dikandungnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada suatu malam, ketika aku membacanya dalam kegelapan, aku melihat seakan-akan ada cahaya yang memancar dari kitab itu. Aku yakin itu adalah tanda dari Tuhan bahwa kitab itu benar, dan bahwa hidupku akan segera berubah selamanya, dan aku mempunyai tujuan hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cahaya itu tidak memancar sekejap saja, tapi memancar selama aku membacanya–kurang lebih selama 45 menit. Aku berpikir untuk memberitahukan hal itu pada temanku yang tidur di lantai atas. Tapi aku merasa itu adalah tanda dari Tuhan untukku, dan aku tidak akan merusaknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya aku sudah percaya jika kitab itu benar, tetapi ketika aku melihat cahaya itu, keyakinanku berubah selamanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada akhirnya, aku pun harus masuk penjara. Di sana aku bertemu orang-orang Muslim, yang ternyata merupakan orang-orang terbaik yang pernah aku temui. Orang-orang yang sebenarnya tidak jahat, tetapi hanyalah orang-orang yang terperosok pada situasi yang menyudutkan dan mengambil keputusan yang keliru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku jadi tahu karakter orang muslim: laki-laki kuat yang punya harga diri, rendah hati, penyayang, dan penuh ketaatan. Di dalam penjara itu aku belajar berpuasa, berdoa, shalat dan mengikuti shalat Jumat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku melihat bahwa karakter seorang Muslim itu teguh memegang kebenaran dan tahu bagaimana menjadi pengikut setia Tuhannya. Mereka adalah orang-orang, yang meskipun dalam keadaan tertekan, selalu tabah atas apa yang menimpa diri mereka, tanpa rasa khawatir, dan percaya sepenuhnya kepada Sang Pencipta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidupku seluruhnya diobati, dan jiwaku berubah. Penjara membantuku menjadi bijaksana, dan pikiranku menjadi terang untuk pertama kalinya. Di penjara kamu akan belajar menjadi orang yang berpikir, karena kamu tidak punya apapun kecuali waktu untuk berpikir, merenung. Kamu akan mempertanyakan segalanya, agamamu, keluargamu, teman-temanmu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di penjara, berarti kamu berada di tempat yang tidak banyak gangguannya. Sungguh itu sebuah anugerah bagiku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku tahu bahwa aku tidak akan menyukai penjara, tapi aku yakin bahwa itu adalah yang terbaik bagiku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sana kegiatanku hanya membaca, berolahraga, dan mengingat-ingat kembali apa yang telah aku lakukan selama ini, dan apa tujuan hidupku sebenarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku menjalani masa kurungan hanya satu tahun lamanya. Setelah keluar, aku pindah ke  Florida. Sejak itu aku tinggal di sana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku merasa seperti dilahirkan kembali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang, aku sedang mengikuti pendidikan keperawatan, dan berencana untuk keliling dunia membantu orang-orang yang tidak seberuntung aku. Sambil terus menyebarkan pesan agama kebenaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika kamu pernah melakukan kesalahan, lalu menemukan kebenaran, maka segalanya akan terasa semakin terlihat jelas. Menakjubkan, ketika pertama kali aku belajar hidup sebagai seorang dewasa. Kebenaran datang saat aku membutuhkannya, di saat yang tepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidupku sebelumnya sungguh kacau. Aku merasa sangat beruntung karena menemukan Islam sebagai jalan benar yang lurus. Jika kamu sudah menemukan agama ini, maka kamu tidak akan ingin kembali kepada keadaan seperti sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku pernah hidup di jalanan, kemudian tinggal di penjara, dan akhirnya hidup dalam Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya, aku merasakan apa yang telah aku jalani semuanya adalah berharga dan patut. Tanpa semua itu, aku tidak akan menjadi seperti sekarang ini. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah! [&lt;strong&gt;di/ri/&lt;a href="http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=9122:tumbuh-sebagai-anak-jalanan-menjadi-dewasa-bersama-islam&amp;amp;catid=74:cermin&amp;amp;Itemid=85" target="_blank"&gt;&lt;em&gt;www.hidayatullah.com&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-7177825275982933546?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/7177825275982933546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/12/tumbuh-sebagai-anak-jalanan-menjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7177825275982933546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7177825275982933546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/12/tumbuh-sebagai-anak-jalanan-menjadi.html' title='Tumbuh sebagai Anak Jalanan, Menjadi Dewasa Bersama Islam'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-1711358348539316321</id><published>2009-12-12T00:15:00.000+07:00</published><updated>2009-12-12T00:23:24.737+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Permainan Palsu</title><content type='html'>Pernah suatu hari aku coba melakukan suatu hal yang seharusnya tak kulakukan. Ketika itu aku sedang ingin mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari yang aku miliki saat itu. Sebenarnya sudah ada kata yang berbisik ditelingaku, "sebaiknya ini tak kau lakukan". Aku kemudian berargumentasi dengannya, "kenapa hal ini tak boleh aku lakukan?" Lantas kata di telingakupun menjawabnya pula, "bukankah pak ustad pernah bilang, bahwa sebuah permainan yang hanya mengandalkan untung-ungan itu tidak boleh dilakukan, haram...haram...itu sama dengan judi...haram...haram..." Diucapkannya kata itu berulangkali, sampai akhirnya aku menutup telinga tanda tak mau lagi aku mendengar tutur katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku letakkan selembar uang ribuan di satu tanda, saat itu, uang seribuan sangatlah besar harganya, bisa untuk makan beberapa kali di warung pojokan alun-alun. Bahkan sambil minum es teh manis beberapa gelas pula. Tapi seibuan itu akhirnya kuletakkan juga di salah satu tanda, dengan hrapan aku akan mendaatkan enam kali seribuan, yang berarti enam ribu rupiah, begitu pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara satu orang yang menguasai permainan itu, disebut bandar, masih menunggu orang lain untuk juga ikut bertaruh sama halnya sepertiku. Matanya menengok ke kanan dan kiri, sesekali wjaahnya mendongak kepada orang yang berharap-harap cemas. Matanya terkadang melotot, tak jarang pula, sesekali dia menghardik kepada orang yang ikut bertaruh. Padahal menurut nalarku dia tidak menghardik, tapi hanya memastikan, apakah benar orang yang bertaruh itu sudah meletakkan taruhannya di tanda yang dikehendaki atau masih ingin berubah pikiran. Itu saja nalarku. Tidak lebih dan tidak kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu menit berlalu, dua menit menuju. Jantungku berdegup tak menentu. Rasanya sama seperti saat aku kena damprat orang tuaku saat aku terlambat pulang ke rumah setelah bermain seharian diluaran. Dag...Dig...Dug.... Rasa dadaku sesak bagai tertindih bongkahan batu sebesar kerbau. Wuuihh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah saatnya bandar itu mengangkat tutup alat permainannya...mataku melotot dan nafasku tertahan di jakun.... Dapat...dapat...dapat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata tanda yang keluar tidaklah sama dengan gambar taruhanku. Aku tertunduk lesu, menyesali selembar uang seribuan yang telah melayang berpindah tangan dengan mudahnya. Tidak dijambret, tidak pula dirampok, tidak juga dicopet. Hilang dengan mudahnya dihadapanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata di telingaku kembali berbisik, kali ini lebih keras lagi, "bukankah sudah aku bilang jangan kau lakukan, itu sama dengan judi, dan judi itu dilarang oleh Allah sebagai perbuatan yang munkar...sekarang kau menyesal bukan?"&lt;br /&gt;Aku tertegun mendengar kata-katanya. Tetapi setengah menit kemudian, aku merogoh sakuku dan kukeluarkan lagi uang seribuan dari dalamnya. Aku berkata dalam hati, "uang seribuan tadi harus kembali lagi kepadaku..." Kuhembuskan nafasku dengan kerasnya, sampai beberapa orang menoleh ke arahku. Ya, uang seribuanku harus kembali lebih banyak lagi. Kemudian kuletakkan uang seribuan ke tanda yang kuinginkan. Perasaanku bercampur antara soto dan rawon, es jeruk dan jus alpukat. Kutunggu beberapa menit dengan kadar keresahanku yang semakin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua menit kemudian....&lt;br /&gt;Aku memaki dengan keras.... Sontak beberapa orang menatap ke arahku dengan perasaan jengah. Aku memaki tak henti-henti dan kutinggalkan tempat itu dengan pandangan tertunduk lesu. Kugenggam kepalan tangan kiriku. Dan kuhentakkan pula tapak kakiku keras-keras di jalan setapak alun-alun yang temaram. Dengan gundah aku berlalu begitu saja, berjalan menuju arah timur, pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok paginya, kebetulan aku lewat sekitaran alun-alun untuk menuju ketempat kerjaku. berjalan kaki saja dan kadang-kadang aku juga sempatkan untuk berhenti sambil menikmati segarnya udara pagi. Kudapati orang-orang yang tadi malam ada di sekitarku saat kupertaruhkan dua lembar uang seribuanku dengan harapan akan kudapatkan enam kalinya. Mereka tertawa-tawa dan kebetulan aku kenali salah satu diantaranya...bandar...yah bandar itu. Suaranya masih kuhafal walau tadi malam aku telah terbaring lesu ditekan penyesalan. Bandar itu berucap, "Orang-orang bodoh...dibohongi mau saja.  Tidak mungkin mereka menang dalam permainan kita, mereka tidak tahu kalau kita curangi...." dan masih banyak lagi kata-kata yang membuat telingaku semakin memerah sakit setengah mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata mereka telah curang, orang-orang yagn berkerumun dan sesekali ikut bertaruh adalah kawan-kawannya juga. Aku adalah salah satu korban mereka. Korban dalam permainan palsu yang tanpa mengenal belas kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku bisa mulai memahami, bahwa saat kita melakukan suatu perbuatan munkar, maka akan ada penyesalan yang tak terhingga. Semoga kelak kemunkaran ini tak pernah kulakukan lagi. Memang hanya 2 lembar uang seribuan, tapi saat itu bisa menghidupiku selama 10 hari lamanya dengan nasi bungkus di warung pojokan alun-alun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullahhaladziim...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-1711358348539316321?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/1711358348539316321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/12/permainan-palsu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1711358348539316321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1711358348539316321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/12/permainan-palsu.html' title='Permainan Palsu'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-5910485607688291387</id><published>2009-12-12T00:08:00.000+07:00</published><updated>2009-12-12T00:13:41.882+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Kepemimpinan ‘Kritis’</title><content type='html'>&lt;p&gt;Memimpin kelompok, organisasi, perusahaan, apalagi negara memang tidaklah gampang. Tapi, tidak pula susah. Disebut memimpin berarti ada yang dipimpin. Ada mitra kerja (atau bisa disebut bawahan) yang akan menggalang kebersamaan untuk mencapai tujuan yang telah disepakati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jabatan pemimpin adalah sebuah amanah. Apalagi jika yang dipimpinnya adalah organisasi dakwah yang punya cita-cita adiluhung, yakni berupaya melanjutkan kehidupan Islam. Insya Allah hal itu merupakan amal shaleh, tentu saja jika ikhlas melakukannya. Karena memimpin adalah amanah, maka seorang pemimpin tidak berhak menjadikan organisasi yang dipimpinnya sebagai hak milik pribadi, sehingga merasa perlu dan wajib (menurut ukuran diri sendiri) untuk memperlakukan organisasi tersebut sesuai kehendaknya, atau merasa berhak mengorbankan bawahan dengan berlindung atas nama penyelamatan organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjadi pemimpin bukan berarti antikritik. Bukan pula harus merasa benar sendiri. Sehingga anekdot dalam kepemimpinan akhirnya berlaku: 1). Pemimpin tak pernah salah. 2). Jika pemimpin bersalah, kembali kepada pernyataan pertama. Tentu ini sangat menggelikan dan sungguh merupakan kepemimpinan yang â€?kritisâ€™ (baca: mengkhawatirkan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepemimpinan yang baik memang bukan berarti tanpa cela. Sebagaimana halnya manusia yang bertakwa bukanlah yang selalu benar dalam menjalani kehidupannya, tapi manusia yang bertakwa adalah ketika ia berbuat salah, segera bertaubat. Itu artinya, pemimpin yang baik bukan berarti selalu benar, apalagi merasa benar sendiri. Maka, mendengarkan masukan dari bawahan, adalah hal yang sangat dianjurkan. Karena apa? Karena pemimpin tidak maâ€™sum. Masih ada celah untuk lupa, termasuk berbuat maksiat. Jadi, ada baiknya mendengarkan masukan, saran, bahkan mungkin juga keluhan dan harapan dari bawahan. Tak ada salahnya bukan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah saw. bersabda: â€œAmbillah hikmah yang kamu dengar dari siapa saja, sebab hikmah terkadang diucapkan bukan oleh orang yang bijak. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja?â€? (HR al-Askari)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah pernah berkata, â€œMan ahsanal istimaâ€™, taâ€™ajjalal intifa –Siapa yang paling baik mendengarkan, dia akan cepat mendapatkan manfaatâ€?. Beliau juga pernah mengingatkan kita untuk menyimak â€œisiâ€? pembicaraan dan bukan â€œsiapaâ€? yang berbicara. â€œPerhatikanlah apa yang dikatakan, dan bukan siapa yang berkata!â€?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika sebagai pemimpin menginginkan ketaatan yang kritis (cerdas) dari bawahannya, bukan ketaatan yang â€?kritisâ€™ (mengkhawatirkan), maka tentunya harus memberikan teladan yang baik kepada bawahan. Bagaimana pun juga, pemimpinlah yang seharusnya dan punya kewajiban memberikan teladan, karena seorang pemimpin lebih mungkin untuk didengar dan dipercayai. Lagi pula, bagaimana mungkin diangkat dan dipilih jadi pemimpin jika tidak bisa dijadikan teladan. Seseorang yang memimpin pasti umumnya lebih baik dari orang kebanyakan. Lebih baik semangatnya, lebih baik ilmunya, lebih baik kesabarannya, lebih baik segalanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang pemimpin dikatakan telah gagal dan kepemimpinannya dikategorikan â€?kritisâ€™ alias mengkhawatirkan adalah ketika seorang pemimpin tak mampu memimpin bawahannya. Bahkan lebih memilih bermusuhan dengan bawahannya yang berbeda sikap dan pendapat dengannya, ketimbang berusaha duduk bersama dan melakukan dengar-pendapat dengan bawahannya yang berseberangan itu. Siapa tahu bisa dicari jalan keluar yang terbaik. Sebab, kita bukan hanya ingin bersama, tapi juga bersatu. Kita juga tidak hanya ingin diangap bilangan, tapi juga diperhitungkan[O. Solihin]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-5910485607688291387?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/5910485607688291387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/12/kepemimpinan-kritis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5910485607688291387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5910485607688291387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/12/kepemimpinan-kritis.html' title='Kepemimpinan ‘Kritis’'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-7433840273269851202</id><published>2009-12-12T00:07:00.000+07:00</published><updated>2009-12-12T00:08:36.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>DOA</title><content type='html'>Dengan hormat&lt;br /&gt;Kepada Allah yang Maha Besar&lt;br /&gt;Ya Allah,Penguasa Bumi Angkasa Raya dan seluruh Jagat. Yang mengatur alur waktu dan hukum alam. Yang mengontrol takdir dan nasib. Yang tak terjangkau logika manusia dan yang terdekat setipis hati dan selembut aliran darah. Yang memberi nasib baik dan nasib buruk. Yang menyediakan akal dan hasrat nafsu kepada manusia. Yang awal dan yang akhir. Penguasa tujuh langit surga dan tujuh lapis neraka serta tujuh hari.&lt;br /&gt;Ya Allah,semua kemuliaan dan kehormatan ditelapak kakikumu. Semua kemasyuran dan kebesaran ditelapak tanganmu. Semua cahaya dan gelap tercipta karenamu. Semua kebudayaan dan sejarah bermula dari rencanamu. Semua tiupan nafas dan hembusan kematian berawal dan berakhir karena keinginanmu. Semua rencana dan keagunganmu terhadap manusia.&lt;br /&gt;Ya Allah, yang pencemburu dan pemarah. Yang menghancurkan juga membangun. Yang merawat dan juga yang memecut. Yang melihat dan campur tangan dalam kehidupan dan kematian. Yang mengasihi juga membenci. Yang mengatur dan juga memporak porandakan. Yang esa juga yang terkecil. Yang manusia juga bukan manusia. Yang dimengerti juga yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;Hambamu ini ya Allah yang hina dan berdosa. Yang layak dan tidak layak dihadapanmu berdasarkan kehendakmu. Yang termungil dari yang terkecil. Yang terhina dari yang terbuang. Yang membenci dan melukai sesamanya juga membunuh. Yang berzinah dan mencela durhaka. Yang menghasut juga yang melawan firmanmu. Yang sembunyi dan ketakutan. Yang tersesat dan terhilangkan didebu tanah.&lt;br /&gt;Anakmu ini ya Allah. Meminta dengan doa dari hati dan pikirannya. Memohon dan bertekuk lutut diatas kelemahan dan kerinduan. Menangis karena kesalahan yang tercipta dari diri sendiri. Yang bergantung kepadamu dari belum sampai habis. Yang mengenalmu dan tidak mengenalimu dari lahir sampat mati. Yang mengetahui dan tidak mengetahui keberadaanmu. Yang menyanjungmu dan menyangkalmu.&lt;br /&gt;Ciptaanmu ini ya Allah. Yang tidak setia dan selingkuh. Yang menghujat dan menyembah berhala. Yang buta dan pincang dalam hidup. Yang mencintai dan yang membenci. Yang merasakan kehadiranmu dan yang menolak hukummu. Yang sakit dan sehat diraga dan jiwa. Yang menciptakan baginya dan yang menghancurkan apa yang baginya. Yang menjadikan dan yang memutuskan bagi kepentingan dirinya.&lt;br /&gt;Jika hambamu ini diperkenankan ya Allah. Permintaanku ini ya Allah dikabulkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-7433840273269851202?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/7433840273269851202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/12/doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7433840273269851202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7433840273269851202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/12/doa.html' title='DOA'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-6024220897385949465</id><published>2009-12-12T00:03:00.000+07:00</published><updated>2009-12-12T00:06:17.581+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>buku harian Parmin</title><content type='html'>Parmin duduk di depan tokonya. Barang-barang yang baru datang, diangkut oleh beberapa anak buahnya masuk ke dalam gudang. Sambil menghitung dan menge-cek, Parmin memastikan keadaan barang-barang pesanannya utuh dan baik. Sebagai pengusaha furniture dan prabot rumah tangga yang maju, Parmin sangat menjaga sekali kuwalitas barang dagangannya dan memperhatikan kesejahteraan anak buahnya. Rupanya ia tepati janjinya, dulu ketika dia masih menjadi pesuruh di sebuah kantor perusahaan besar. Apa yang pernah ia alami akan menjadi pedoman dalam hidupnya. Anak buahnya begitu senang mempunyai bos seperti Parmin. Dengan sikap Parmin yang pemurah dan ramah membuat anak buahnya bekerja dengan loyal dan bersungguh-sungguh serta tanggung jawab penuh dan semua itu berpengaruh juga dengan hasil kerja mereka. Usaha Parmin semakin berkembang. Setelah merasa barang-barangnya baik Parmin melangkah masuk kedalam ruang kerjanya yang sekaligus sebagai tempat tinggalnya. Buku harian yang lama tak tersentuh diambil dari dalam lemari bajunya, sesaat ia memperhatikan sampulnya yang kusam. Lembar demi lembar dibukanya, sambil duduk di kursi kayu di depan mejanya. Ia terbayang kemasa lalu yang pahit namun indah. Parmin serius membaca kisahnya sendiri, terkadang bibirnya tersenyum, lalu sedih dan terharu.Mei, 2004Jalan hidup memang penuh dengan warna, terkadang putih, mendadak berubah menjadi hitam, begitu pula sebaliknya. Namun, kadang juga bisa berwarna-warni, seperti pelangi, indah dengan banyak warna.Warna kehidupan tergantung bagaimana kita menghendakinya. Sebab semua berawal dari diri kita sendiri. Aku mungkin harus lebih sabar lagi, menghadapi seorang Bos yang hobinya marah-marah, meskipun aku sendiri tidak tahu apa salahku. Terkadang aku merasa tersinggung dengan ucapannya yang sangat menyakitkan hati.“ He kacung!, sini kamu” Bentak Bosku.” Iya Pak, ada apa?”Tanyaku sambil membunkukkan badanku.”Ada apa!, lihat pakai matamu kertas-kertas berantakan seperti itu di mejaku. Rapihkan!”tanganya sambil menengulkan kepalaku, di depan orang ramai, aku hanya menunduk dan mengangguk, dalam hatiku terbesit sejuta luka, dan aku kembali dalam kebingungan,” apa sebenarnya yang salah, mengapa bos harus pakai acara maki-maki?, nyuruh ya nyuruh aja gak usah pakai cacian segala, Ya Allah kuatkanlah hati hamba” Ratap hatiku penuh dengan iba.“ Kamu di sini hanya kacung !, bukan pejabat ?!. apa yang aku katakan kamu harus dengar dan kerjakan “ Ucapnya bengis. Aku ingin bertanya, apa sebenarnya kesalahanku, namun belum bibir ini terbuka ia sudah menghujani aku dengan makian dan cemoohan.Sabtu, Mei ’04 Sebelum subuh, pada saat orang-orang masih terlelap dengan mimpinya, aku sudah bermandi keringat. Dari lantai tiga hingga lantai bawah sudah aku bersihkan, dan selesai jam 07 .00 pagi. Istirahatku hanya waktu sholat. Menyapu, ngepel, hingga mengelap kaca jendela, setiap hari aku kerjakan. Gaji yang aku terima hanya cukup untuk biaya sekolah adikku, aku tidak pernah punya pendapatan lebih dari gaji pokokku. Dua tahun sudah aku jalani pekerjaan ini. Betapa nikmat dan senangnya aku melakukannya. Jika saja pekerjaanku dihargai, tidak usahlah dengan digaji besar. Jangan dimarah-marah saja aku sudah merasakan kebahagiaan tersendiri.“ Inilah ladang ibadah buatku” Ucap hatiku pasrah, sambil mendorong kain pel dari kiri ke kanan, ke depan ke belakang. Sambil bernyanyi lirih menyebut asma Allah.“ Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, mengerti dari setiap ucapan dan langkah, mengetahui dari segala niat di hati “. Aku tidak boleh berlama-lama seperti ini. Setelah adikku lulus dan modalku cukup untuk membuka suatu usaha, aku jadikan pekerjaan ini sebagai tempatku menimba ilmu dari segala pengalaman yang aku alami. Aku akan akhiri pendidikan yang sangat menekan ini. Mudah-mudahan aku lulus menjadi orang yang sabar.Berat memang aku rasakan, namun  itu tidak aku jadikan beban, apapun bentuknya ucapan yang ditujukan padaku itu adalah ilmu. Sekarang tinggal aku yang berfikir positif saja, mungkin bos marah-marah padaku karena ia mempunyai masalah dengan relasinya, atau keluarganya atau hal-hal lain. Ya, namanya juga orang penting, wajar kalau punya masalah dimana-mana.Tapi yang aku herankan mengapa harus aku yang menjadi luapan amarahnya?. Ehm!. Aku hanya tersenyum, “Alhamdullialah Ya Allah,”  mungkin dengan dijadikannya aku tempat untuk melampiaskan amarahnya, dapat membuat pikiran dan hatinya tenang, walau hanya sesaat. Jika saja dia tahu, obat yang paling mujarab untuk mengobati kegelisahaan yang selalu melandanya itu, pasti ia tidak akan pernah lagi memarahi aku dan menjadikannya sebagai media untuk melepaskan segala unek-uneknya. Hanya kepada Allah seharusnya ia mengadukan segala masalahnya, karena Dia-lah sebaik-baiknya tempat untuk mengadu. Aku juga bisa tenang, senang walau dihina, dicaci dan dimaki itu karena pertolonganNya. Andainya kamu tahu Bos.! Kalau Allah itu Maha Penyayang dan Pengasih, lagi Maha pemberi pentunjuk. Sambil berdendang ria dengan pekerjaanku, azan subuh berkumandang. Aku buru-buru mandi dan melaksanakan kewajibanku yang utama “ Sholat Subuh”. Aku tidak pernah menyesali nasibku dan aku tidak pernah membenci pekerjaanku, walau menjadi pesuruh dan tukang sapu, bagiku inilah yang terbaik. yang diberikan Allah padaku. Apapun pekerjaan itu asal masih dijalanNya aku siap melakukannya.Terkadang aku merasa iri, dengan orang-orang yang bekerja di kantoran, yang sukses dengan usahanya, karena pekerjaan yang mereka lakukan sangat diimpi-impikan oleh kebanyakan orang, salah satunya orang tuaku, mereka mengharapkan aku bekerja di kantoran yang punya koneksi dan gaji tinggi. Ya ! itu lumrah, keinginan dan cita-cita orang-orang, seperti orang tuaku yang selalu hidup dalam garis kemiskinan. Walau pendidikanku tidak juga rendah, tapi aku merasakan kenikmatan tersendiri walau pekerjaanku dianggap rendah oleh orang. Aku senang melakukannya.  Mengapa tingginya derajat dunia selalu di ukur dari materi dan jabatan, ya ?. apakah penampilan dan harta yang banyak dapat menjamin manusia itu bahagia?. Ah, itu tergantung dari manusianya dan apakah kemiskinan selalu merasa kesusahan ?, sekali lagi itu tergantung manusianya, cara bersyukurnyalah yang dapat menentukan menurutku.Kemiskinan dan kekurangan memang aku rasakan tapi bukan berarti aku menyesali pada nasib. Kekurangan aku jadikan sebagai alasan untuk berjuang meraih yang lebih baik, dan kekurangan akan selalu ada pada setiap mahkluk. Kemiskinan aku jadikan cambuk untuk lebih memahami dan menghargai hidup.  Senin, Mei ’04Jam dinding menjukan Pukul 03.45 menit, hanya beberapa suara ayam berkokok, aku terbangun, aku melihat bulan penuh, bersinar di ujung barat, cerah langit malam ini, bintang bersinar meredup. Aku menatap bulan penuh dengan kebanggaan “Betapa besar Ya Allah KuasaMu”aku tersenyum sambil melangkah menahan kantuk, hatiku berdesir saat aku tatap bulan itu seakan tersenyum melihatku. Lima ekor kalong lewat bersama-sama, seakan menuju arah sinar sang rembulan, mereka hendak pulang, setelah hampir semalaman mereka mencari buah-buahan sebagai nafkahnya. Walau bukan musim buah-buahan namun kalong tetap saja menemukan makanan, oh inilah keadilan dan kasih sayang Allah. Aku duduk sesaat merenungi betapa besar Kasih sayang Allah untuk mahlukNya. Siang tadi aku merasa putus asa, aku takut tidak mendapatkan pekerjaan lagi, kalau aku dipecat nanti. Ucapan bosku kali ini memang susah untuk aku terima, aku memang orang kecil, tapi apakah aku tidak boleh bermimpi menjadi orang besar,? walau hanya mimpi.??!Siang tadi Aku mengajukan permohonan kasbon untuk biaya adikku yang akan ujian seminggu lagi. Gajiku hanya cukup melunasi uang bulananya saja sedangkan uang ujiannya sama besar jumlahnya dengan gajiku bekerja sebulan di sini. Baru dua hari aku gajian, sekarang sudah habis untuk membayar hutang diwarung makan dan biaya sekolah, pikiranku kalut kemana aku harus berhutang. Akhiranya aku nekat untuk meminjam uang pada bendahara.“ Aduh Min, aku tidak bisa memberikan pinjaman, kalau tidak ada surat persetujuan dari Bos.” Ucap wanita itu. “ Jadi aku harus menghadap Bos dulu ?, baru biasa mendapat pinjaman itu, aduh Mbak, aku takut, pasti nanti aku di maki-maki Bos, Mbak tahu kan Bos itu bagaimana?”. Kata ku bingung“ Iya Min, aku tahu dan semua tahu, kalau beliau itu orangnya galak, sombong, pelit dan segala sesuatunya harus teliti, detail serta mempunyai alasan-alasan yang tepat.”“ Bisa nggak ya Mbak, aku dapat uang hari ini, soalnya adikku mau ujian, ini sangat terpaksa Mbak, aku harus berhutang, soalnya tidak ada lagi tempat aku meminjam” Ucapku lirih. Bendahara itu hanya menghela nafas.“ Maaf ya Min, aku tidak bisa membantu kamu, aku sendiri juga banyak kebutuhan”. “ Tidak apa-apa Mbak, kalau begitu aku harus temui bos sekarang, nanti keburu dia pergi, terima kasih ya Mbak,” . Sambil berlalu dari ruangan yang ber AC namun panas itu, aku menuju keruangan bosku. Kebetulan dia ada di dalam dan sedang tidak ada tamu, pelan aku ketuk, lalu ku dorong pintunya, terlihat pria tua botak, gendut melihatku heran. Tidak ada senyum dibibirnya, biasanya jika ada tamu yang datang dia selalu ramah dan menyambutnya dengan pujian dan jilatan kata yang manis madu, tapi terhadapku seakan melihat sampah  yang menjijikan, tidak terdengar ucapan apapun, silahkan duduk kek, atau tanya ada perlu apa gitu. Apa mentang-mentang aku ini kacung sehingga tidak ada harganya sama sekali. Aku tersenyum sambil merundukan badanku.“ Maaf Pak, mengganggu sebentar, “ . “ Iya .! ada apa!?”. Belum-belum ucapanya sudah membentak keras aku jadi sedikit gemetaran.“ Begini Pak, saya ada keperluan, adik saya mau ujian, dan biayanya masih kurang, .....” Belum selesai aku mengutarakan maksudku ia sudah berdiri dan mendekati aku dengan mata yang tajam melotot.“ He.., Min! kamu anggap aku ini bapakmu apa..!, kalau tidak punya biaya jangan sok menyekolahkan segala. Kalau tidak mampu jangan sok kaya, he,..! dengar ya, aku menggaji kamu bukan untuk sekolah adikmu, kalau urusan lain itu urusan mu bukan urusanku ngerti !”. Begitu pedih ucapan itu, aku hanya menunduk dan mengutuk dalam hati“ Iya pak tapi saya benar-benar membutuhkannya,tolong saya Pak,...?!, saya tidak tahu lagi pinjam kemana, biarlah bulan depan saya tidak digaji, yang penting adik saya bisa ikut ujian?!”. Aku mengiba, kata-kataku sedikit dipikirkannya, terlihat dari kerut di keningnya.“ Baik !, akan aku buatkan surat bonnya dan bulan depan kamu tidak mendapatkan gaji.” Aku mengangguk cepat, rasa senang dan bahagia begitu aku rasakan, walau bulan depan entah aku akan makan apa, yang penting adikku bisa mengikuti ujian.Buru-buru aku keluar menuju ruang bendahara, sambil membawa selembar surat dari bosku.Tiga lembar uang ratusan ribu aku selipkan dalam saku celanaku.“Akhirnya adikku bisa juga mengikuti ujian kelulusan,” Batinku puas. Rasa bahagia, bangga, sangat aku rasakan.Juni ’04Hari ini akhir bulan, aku benar-benar tidak diberi gaji oleh bosku. Bulan ini tenagaku terkuras penuh. Hutang di warung baru separuh aku bayar. “ Oh Tuhan, Ya..Allah beri hamabamu kesabaran yang tidak terbatas, agar hambamu terhindar dari perbuatan yang Engkau hinakan. “Hari ini, aku harus berpuasa, karena tidak ada lagi uang yang tersisa, mau hutang di warung lagi, aku malu. Hutang ku bulan kemarin belum bisa aku bayar. Mungkin sebulan ini aku harus mencari cara untuk bisa mendapatkan dana seseran.“ Ya Allah Murahkan RezkiMu, Sesungguhnya Engkau Maha Pemurah lagi Maha Kaya Raya.” Hatiku tidak henti-hentinya berdo’a. Hanya pasrah yang aku bisa perbuat.            Hari makin sepi aku rasa, yang terus menghibur hanya hinaan dan cacian. Dikerjakan tidak dikerjakan sama saja hasilnya, selalu saja dimarah. Aku mulai berfikir untuk pindah saja dari pekerjaan ini, aku yakin diluar sana masih banyak yang lebih baik “ Kamu tidak pernah pecus bekerja, apa yang kamu kerjakan Min?!”’. Bentak bosku, di tengah-tengah orang ramai. Aku hanya tertunduk, tidak ada yang bisa aku ucapkan, suaranya terlalu keras, sangat menyakitkan.“ He..! dengar ya , Min,! kamu seharusnya bersyukur bisa bekerja di sini, dari pada kamu, lontang lantung tidak karuan. Kamu seharusnya berterima kasih padaku, karena aku bisa kasih kamu kerjaan, coba kamu lihat diluar sana, banyak orang ngantri mencari pekerjaan. Sekarang aku mau tanya, darimana kamu dapatkan uang tambahan itu. Kamu maling ya, apa kamu jual alat-alat yang ada di kantor ini ha !. “. Apa yang hendak aku jawab. Ingin aku jelaskan padanya darimana aku mendapatkan uang tambahan itu. Uang itu aku dapat dari mereka yang menyuruhku memfoto cofy berkas atau menyuruhku membeli rokok diwarung, bahkan ada yang Cuma-cuama memberiku uang, karena mereka kasihan terhadapku. Aku tidak pernah meminta apalagi aku harus mencuri.” Ya Allah cobaan Mu begitu indah aku rasakan, aku semakin tunduk pada KebesaranMu Ya Allah. Lindungilah hamba Mu  dari segala fitnahan ini”. Aku hanya bisa menghembuskan nafas berat, aku ingin sekali meninju mukanya yang bengis itu, ingin sekali aku meremas mukanya yang begitu menjijikan itu. Aku bersyukur dan berterima kasih bukan padanya, tapi pada Allah.“ Min..! aku tidak mau melihat mukamu lagi di sini, mulai besok kamu sudah harus pergi dari sini, aku tidak mau mempunyai kacung seorang pencuri..!” Bentaknya sambil menunjuk wajah ku. Aku hanya tertunduk, ingin sekali aku menangis karena malu, ingin sekali aku menendang perut buncit itu, tapi apa gunanya.Aku memang harus pergi dari tempat ini, cukup sudah bekal yang harus aku bawa untuk melangkah kedepan kearah yang lebih baik.Memang tidak nyaman rasanya menjadi bawahan, selalu saja menjadi tempat pelampiasan amarah atasan. Mudah-mudahan jika aku diberi kepercayaan jadi pimpinan aku tidak akan semena-mena terhadap bawahan. Sakit hati ini, jika kita di maki, dimarah tanpa tahu sebab kesalahannya. Apalagi dihina dan difitnah di depan banyak orang.Aku berlalu dari hadapan manusia itu, manusia yang bermuka iblis. Dengan berjuta sakit yang ku bawa, orang-orang memandangku penuh dengan keibaan. Bahkan ada yang menangis. Aku bersyukur, akhirnya aku terlepas juga dari tempat yang aku rasa bagai dipenjara jaman Jepang. Walau tanpa pesangon, aku bersyukur, karena Allah telah menunjukan jalan yang terbaik untukku.Berbekal penderitaan, hinaan, dan serba kekurangan aku jalani hidup ini penuh dengan kesabaran. Aku punya keyakinan, bahwa Allah Maha Adil, Pengasih dan Penyayang.* * *    * * *Parmin menghela nafas, ditutup buku harian masa lalunya. Ia sandarkan tubuhnya di kursi kayu matanya berkaca, seakan ia melihat dirinya dimasa lalu, sedang di caci maki bos, sedang mengepel lantai, mengelap kaca, bahkan sedang sedih duduk ditepian jendela, merenung mencari jalan keluar untuk mendapatkan uang agar adiknya bisa terus sekolah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-6024220897385949465?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/6024220897385949465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/12/buku-harian-parmin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6024220897385949465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6024220897385949465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/12/buku-harian-parmin.html' title='buku harian Parmin'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-7650180432334016432</id><published>2009-10-25T21:04:00.000+07:00</published><updated>2009-10-25T21:07:44.507+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Kekuatan terbesar manusia</title><content type='html'>&lt;span class="txtblack14"&gt;Penulis : Aris ABCo&lt;/span&gt;                           &lt;p&gt;                             &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti.&lt;br /&gt;Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.&lt;br /&gt;Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.&lt;br /&gt;Autosuggestion&lt;br /&gt;Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan  menggerakkan diri kita&lt;br /&gt;untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion. Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya, melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.&lt;br /&gt;Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock) . Karena dilakukan berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita. Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.&lt;br /&gt;da 5 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;&lt;br /&gt;- Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif saja.&lt;br /&gt;- Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.&lt;br /&gt;- Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.&lt;br /&gt;- Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau akan datang.&lt;br /&gt;- Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visualization&lt;br /&gt;Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya spektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar Romawi jaman dahulu mengatakan, “A man’s life is what his thought make of it - Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka  memikirkannya. ”&lt;br /&gt;Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga tubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan. Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh pikiran bawah sadar.&lt;br /&gt;Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar kepada manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya diri kita untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalam memvisualisasikan impian, yaitu:&lt;br /&gt;1.    Mendefinisikan impian&lt;br /&gt;         Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian seolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah kita akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan akhirnya dapat meraih cita-cita.&lt;br /&gt;2. Menentukan target waktu&lt;br /&gt;Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan, sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat. Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak segan-segan melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be the best, do the best, and then let God take care the rest ?Jadilah yang terbaik, lakukan yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan. Potensi yang kita miliki kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.&lt;br /&gt;3. Melakukan berulang-ulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif. Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita pada suatu waktu.*&lt;br /&gt;Sumber: Kekuatan Pikiran Bawah Sadar oleh Andrew Ho&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-7650180432334016432?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/7650180432334016432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/kekuatan-terbesar-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7650180432334016432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7650180432334016432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/kekuatan-terbesar-manusia.html' title='Kekuatan terbesar manusia'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-6366169484704469494</id><published>2009-10-25T20:55:00.001+07:00</published><updated>2009-10-25T21:01:30.349+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>7 SUGESTI KOMUNIKASI DAHSYAT</title><content type='html'>&lt;span class="txtblack14"&gt;Penulis : ARIS ABCO&lt;/span&gt;                           &lt;p&gt;                             &lt;/p&gt;7 SUGESTI KOMUNIKASI DAHSYAT.&lt;br /&gt;1. Avoid Poison Talk (Hindari Kata Beracun) – There is no Benefit for being Cruel&lt;br /&gt;Kata2 yang sinis, mencemooh, mengejek, menyindir, sering memberikan kepuasan pribadi kepada kita, tetapi tidak berguna sama sekali dalam kehidupan bersosial kita. Hilangkan semua Kata2 Beracun dari kebiasaan anda berbicara. Perhalus juga semua makian dan amarah anda tanpa menghilangkan keseriusan anda dalam berkomunikasi.&lt;br /&gt;Hindari kata2 keras/kasar:&lt;br /&gt;“Anda memang bodoh/ egois/ keras kepala…”&lt;br /&gt;Ubahlah lebih halus tanpa mengurangi artinya, seperti contoh berikut :&lt;br /&gt;“ Kalau saya jadi anda, saya usir orang itu” -&gt; “ Sebaiknya anda bicarakan dengan dia cara menyelesaikan masalahnya.”&lt;br /&gt;“Murah minta bagus!” -&gt; “Coba kita perbaiki bersama”&lt;br /&gt;“Dasar karyawan bodoh!” -&gt; “Tolong diperiksa lagi”&lt;br /&gt;“Bukan urusan saya itu” -&gt; “Saya cek ya siapa yang mengurus masalah tersebut”&lt;br /&gt;2. PowerTalk is Short (Katakan seperlunya) – Just Say What is Necessary&lt;br /&gt;Kata kata yang berlebih sering malah mengaburkan arti dan memperkeruh suasana, katakan secukupnya dan berhentilah berbicara.&lt;br /&gt;Kita diberikan dua telinga dan hanya satu mulut dengan maksud untuk lebih mau sungguh2 mendengarkan dan sedikit berbicara.&lt;br /&gt;Dalam dunia yang terlalu banyak informasi ini singkat selalu lebih kuat dan di-ingat.&lt;br /&gt;3. PowerTalk is Detail (Katakan dengan Detil) – God is in the Detail&lt;br /&gt;Katakan dengan detail dan tepat, ini penting dalam komunikasi untuk menghindarkan kesalah pahaman, dan kekaburan arti. Singkat tapi harus cukup detail pada persoalan nya sehingga tidak membuat kebimbangan. Ketika pendengar merasa kabur artinya maka dia akan mengasumsikan yang terburuk, atau malah salah mengartikan yang bisa berakibat buruk.&lt;br /&gt;Ketepatan komunikasi sangatlah penting untuk menghindari kebingungan&lt;br /&gt;Contohnya berikut :&lt;br /&gt;“ Akan kita selesaikan secepatnya” -&gt; “ Dapat anda ambil besok jam 4 sore”&lt;br /&gt;“ Kalau ada telpon coba dijawab secepatnya” -&gt; “Sebaiknya telpon diangkan sebelum dering ke empat”&lt;br /&gt;“ Karyawan harus berpakaian yang rapi dan sopan” -&gt; “ Jangan memakai celana jean lusuh pada hari kerja”&lt;br /&gt;“ Mobilnya parkir di lantai 3” -&gt; “Mobil diparkir di lantai 3 diseberang pintu masuk”&lt;br /&gt;4. PowerTalk is Targeted (Pilihlah kata2 yang tepat dan bertujuan) – Use Winning Words&lt;br /&gt;Kita harus mencari dan menemukan Kata2 Kunci yang dapat dipakai untuk mempengaruhi orang dan berkomunikasi dengan kuat. Kata2 kunci ini sering harus disesuaikan dan di cocokkan dengan personality pembicara, carilah satu2 dan jadikan kosa kata sehari hari anda.&lt;br /&gt;Pembicaraan kita harus mentargetkan pada tujuan kita berkomunikasi.&lt;br /&gt;Apa tujuan kita dalam berkomunikasi ini?:&lt;br /&gt;-Berkeluh kesah?&lt;br /&gt;-Memaki orang dan memuaskan diri kita?&lt;br /&gt;-Mengubah pendapat orang lain?&lt;br /&gt;-Membuktikan bahwa kita yang benar?&lt;br /&gt;Ataukah:&lt;br /&gt;-Mempengaruhi orang untuk membeli?&lt;br /&gt;-Mencari atau memberi Informasi?&lt;br /&gt;-Memahami pelanggan?&lt;br /&gt;-Menyelesaikan masalah?&lt;br /&gt;5. PowerTalk is about the “Truth” (Katakan yang sebenarnya) – Say What you Mean&lt;br /&gt;Katakan yang anda maksudkan sebenarnya apa. “Jujur” adalah satu2 nya cara untuk dapat mempunyai kredibilitas dan kepercayaan.&lt;br /&gt;Credibility dan Trust menguatkan siapa “Anda” dan membuat apa yang anda katakan menjadi berpengaruh karena Anda “Siapa”, dan bukan sekedar “Apa” yang anda katakan. Dalam jangka panjang ini strategi komunikasi paling penting.&lt;br /&gt;6. PowerTalk brings Real Action (Lakukan apa yang anda katakan) – Mean What You Say&lt;br /&gt;“Over-deliver” dengan apa yang anda telah katakan, laksanakan sesuai janji anda. Reputasi anda akan terdengar oleh orang lain, dan reputasi anda mewakili perusahaan dan nama anda. Kejujuran harus dibarengi dengan tindakan yang nyata untuk menguatkan kita dalam berkomunikasi. Untuk menjadi sukses, kita harus melihat Hidup ini bukan sekedar basa basi.&lt;br /&gt;7. PowerTalk is being Nice (Katakan dengan semanis mungkin) – Dont Be Mean When You Say It&lt;br /&gt;Berilah “muka” pada orang lain, jangan menjadi galak, ganas, menyakitkan, sarkastik, walaupun mereka ternyata salah dan anda benar. Menanamkan maaf dan kebaikan akan memberikan buah dikemudian hari dan menciptakan teman. Memperhalus kata2 kita dalam berbicara memberikan kelebihan kekuatan pada teknik komunikasi kita yang akan menguntungkan kita.&lt;br /&gt;Contohnya :&lt;br /&gt;“Saya sepertinya sudah mengenal anda lama.”&lt;br /&gt;“Wah anda hebat, bisa mengatur 75 anak buah dengan sebaik ini”&lt;br /&gt;“Saya tidak pernah tahu kalau ternyata Harley Davidson punya cerita semenarik itu”&lt;br /&gt;“Perusahaan anda paling saya kagumi dalam berbisnis”&lt;br /&gt;“Luar Biasa!’&lt;br /&gt;“Sukses Untuk Anda”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-6366169484704469494?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/6366169484704469494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/7-sugesti-komunikasi-dahsyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6366169484704469494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6366169484704469494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/7-sugesti-komunikasi-dahsyat.html' title='7 SUGESTI KOMUNIKASI DAHSYAT'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-2517408572048177251</id><published>2009-10-25T20:51:00.000+07:00</published><updated>2009-10-25T20:55:09.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Pilihan Hidup Ada di Tangan Anda</title><content type='html'>&lt;span class="txtblack14"&gt;Penulis : ABCo&lt;/span&gt;                           &lt;p&gt;                             &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Mungkin anda sering berfikir, kenapa seseorang tidak menjadi seperti seseuatu yang lebih pantas, menurut anda. Katakanlah anda punya teman yang memiliki pengetahuan tentang bisnis cukup baik dan ia memiliki potensi untuk berbisnis. Tapi teman anda tersebut tidak menjadi pebisnis. Bahkan dalam skala kecilpun ia tidak berusaha untuk terjun ke dunia bisnis.&lt;br /&gt;Bahkan teman anda tersebut lebih cenderung dan senang melakukan pekerjaan kantoran. Seperti layaknya kebanyakan orang. Berangkat ke kantor pagi dan pulang di sore hari. Dan ia senang melakukan itu. Kenapa sih dia tidak berbisnis saja, toh ia mampu dan itu akan memberikannya peluang lebih besar untuk mendapatkan penghasilan yang berlimpah.&lt;br /&gt;Ironisnya banyak orang kantoran yang ingin berbisnis tapi tidak berani terjun, karena merasa tidak punya pengetahuan bisnis yang memadai. atau alas an yang umum kita dengar, tidak punya bakat. Walaupun sebenarnya ia bisa melakukannya, tentu saja kalau ia bersedia membayar harganya.&lt;br /&gt;Realitas ini membuat saya berfikir, kenapa yah banyak orang yang berada di posisi yang tidak semestinya..? walaupun sebenarnya seseorang tersebut bisa dan mampuh pindah ke tempat yang lebih layak. Pendapat ini memang cenderung subyektif. Karena pendapat saya kemungkinan akan berbeda, jika anda menanyakan hal ini kepada orang lain.&lt;br /&gt;Lalu kenapa semua itu bisa terjadi?&lt;br /&gt;Setelah saya fikirkan dalam-dalam, saya merasa punya jawaban yang pantas untuk persoalan tersebut. Menurut saya hal ini berkaitan dengan “Pilihan Hidup”. Yah! Pilihanlah yang membuat kita saat ini, berada pada posisi kita masing-masing.&lt;br /&gt;Tidak di pungkiri, begitu banyak posisi-posisi sosial yang bisa kita gapai. Bisa kita raih dengan segenap kemampuan kita. Entah itu menjadi pebisnis, pedagang, penulis dan lain sebagainya. Walaupun kita tidak memiliki bakat. Tapi kalau kita sudah memilih suatu bidang tertentu. Kita pasti bersedia melakukan apa saja untuk meraihnya. Namun kembali lagi, semua itu di tentukan oleh Pilihan Hidup.&lt;br /&gt;Walaupuh Robert T Kiyosaki mengatakan bahwa untuk menjadi kaya jangan kerja untuk uang, tapi biarkan uang bekerja untuk anda. Kedengarannya sederhana yah? Tapi harga yang harus anda bayarpun harus setimpal dengan statement Kiyosaki tersebut.&lt;br /&gt;Faktanya walaupun begitu banyak buku-buku motivasi yang memberi pesan yang senada dengan pernyataan Kiyosaki, tapi tidak di ikuti dengan pengunduran diri pekerja kantoran yang signifikan. Bahkan begitu banyak orang yang masih mencari kerja. Ingin pindah kerja atau ingin peningkatan jabatan. Intinya, ” masih mau bekerja”. Artinya apa? Semua ini berkaitan dengan Pilihan Hidup.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan anda, apakah anda sudah punya pilihan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-2517408572048177251?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/2517408572048177251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/pilihan-hidup-ada-di-tangan-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2517408572048177251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2517408572048177251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/pilihan-hidup-ada-di-tangan-anda.html' title='Pilihan Hidup Ada di Tangan Anda'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-5945584184156071364</id><published>2009-10-25T20:47:00.000+07:00</published><updated>2009-10-25T20:51:53.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Bencana Alam, Azab ataukah Ujian?</title><content type='html'>&lt;span class="txtblack14"&gt;Penulis : Zen El-Fuad&lt;/span&gt;                           &lt;p&gt;                             &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: georgia,palatino;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;Tahukah Anda bahwa Hukum Alam ternyata memiliki nilai-nilai yang selaras dengan diri kita, istilahnya keselarasan antara makrokosmos dan mikrokosmos. Perhatikanlah, apa saja yang berlaku di alam secara makro, maka seringkali berlaku juga pada individu manusia secara mikro. Itu sebabnya tak heran, jika Anda berhasil hidup selaras dengan alam maka hidup Anda akan lebih sejahtera, mengikuti arus tapi tak terbawa arus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memberitakan kepada kita semua bahwa Alam semesta ini diciptakan Allah dengan begitu seimbang. “…Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka Lihatlah berulang-ulang, Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.” Q.S. Al-Mulk : 3-4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda bertanya, “Kalau alam semesta itu seimbang, mengapa banyak terjadi bencana alam? Bukankah bencana alam itu menandakan bahwa alam itu tidak seimbang alias rapuh?” Nah, sementara silakan Anda pikirkan sendiri jawabannya (maksimal 3 menit saja ya...). Nah, apa jawaban Anda? Baik, mari kita selaraskan jawaban kita. Mungkin jawaban Anda bisa jadi lebih benar dari jawaban saya. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, Alam diciptakan oleh Allah dengan ketelitian yang luar biasa. Sehingga apabila terjadi pergeseran di alam semesta ini walaupun satu per sekian milyard maka akan berdampak secara signifikan pada kehidupan manusia, dan itu bisa saja sebuah kehancuran yang sangat besar. Begitupun sebaliknya. Jika ada pergeseran di jiwa manusia maka alam semesta pun ikut “bergeser”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda alam adalah tanda-tanda jiwa. Kalau jiwa kita tenang, damai, khusyu dan dekat dengan Allah, maka Alam semesta pun berlaku sama kepada kita. Tapi kalau kita sebagai jiwa selalu berontak, protes, mengeluh, maksiat, zalim, berlebih-lebihan, marah-marah, suka membentak, dan jauh dari Allah, maka Alam semesta pun akan sering “membentak-bentak” kita. Alam semesta bukanlah Tuhan, tapi alam semesta bekerja sesuai dengan kehendak Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya Allah pun berfirman dalam Al-Quran, “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah.” Q.S. As Syuura : 30-31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, justru musibah itu hadir sebagai penyeimbang energi negatif yang banyak dilakukan oleh manusia di daerah musibah tersebut. Tetapi tentunya memang tidak semua tempat-tempat maksiat dihadiahi bencana alam dan musibah lainnya, sebab ada juga beberapa tempat maksiat lainnya sengaja ditangguhkan azabnya oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan Firman Allah berikut, “Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada Keputusan Allah; adakalanya Allah akan mengazab mereka dan adakalanya Allah akan menerima Taubat mereka. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” Q.S. At Taubah : 106&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suburnya “energi negatif” (baca : amalan maksiat) yang ditanam di suatu daerah, dan minimnya “energi positif” (baca : amal sholeh) yang dihadirkan di daerah tersebut, bisa mengakibatkan ketidakseimbangan di alam semesta, sehingga telah membuat alam semesta “terpaksa” langsung turun tangan untuk menjaga kelestarian dan keseimbangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu wahai sahabatku, sebelum ”Alam semesta” mencapai ambang batas ”Toleransinya” atas energi-energi negatif yang masih sering kita berdayakan di muka Bumi ini, maka segeralah bertaubat dan mulailah memberdayakan energi-energi positif yang Anda miliki. Tidak mudah memang, apalagi jika energi negatif kita sangat banyak, maka kita harus betul-betul bersegera menyeimbangkannya dengan energi positif terbaik kita, sebelum ajal menjemput atau sebelum sang alam mengamuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azab dihadirkan bukan untuk sekedar menghukum orang-orang yang patut dihukum, tapi lebih kepada untuk menjaga kelestarian bumi ini dari perilaku manusia yang suka berlebih-lebihan. Perhatikan pembelajaran berikut, ”...Seandainya Allah tidak menolak (mengganti) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia atas semesta alam.” Q.S. Al-Baqoroh : 251&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, Ujian dan Azab itu memang beda tipis. Tingkat kesulitannya kadang sama. Ujian itu biasanya hadir di depan (didahulukan), sedangkan azab biasanya hadir dibelakang. Azab diberikan kepada orang-orang yang bertingkah berlebih-lebihan, sedangkan ujian diberikan kepada orang-orang yang akan "dilebihkan-Nya".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wallahu alam&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-5945584184156071364?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/5945584184156071364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/bencana-alam-azab-ataukah-ujian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5945584184156071364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5945584184156071364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/bencana-alam-azab-ataukah-ujian.html' title='Bencana Alam, Azab ataukah Ujian?'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-6766954424168438476</id><published>2009-10-25T20:43:00.000+07:00</published><updated>2009-10-25T20:47:42.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Karya Jangan Dihambat Usia</title><content type='html'>&lt;span class="txtblack14"&gt;Penulis : Aris Ahmad Jaya&lt;/span&gt;                           &lt;p&gt;                             &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembaca, sebenarnya tidak ada kata terlalu muda ataupun terlalu tua untuk mencapai apa yang ingin Anda raih.Cobalah pertimbangkan kehidupan orang-orang ini: George Burns memperoleh piala Oscar ketika usianya sudah mencapai 80 tahun, Golda Meir menjadi Perdana Menteri Israel pada usia 71 tahun, Mozart baru berusia 7 tahun ketika komposisinya diterbitkan untuk pertama kali, Moses mulai melukis ketika dia berusia 80 tahun.  Dia telah menyelesaikan lebih dari 1.500 buah lukisan selama hidupnya, dan 25% dari lukisannya diselesaikan ketika dia berusia 100 tahun, Benyamin Franklin menerbitkan surat kabar ketika dia berusia 16 tahun, dan dia membantu menyusun kerangka UUD Amerika Serikat ketika dia berusia 81 tahun.  Michaelangelo berusia 71 tahun ketika dia mengukir Basilika St.Petrus, S.I. Hayakawa pensiun dari jabatannya sebagai rector Universitas San Fransisco ketika berusia 70 tahun, dan kemudian terpilih sebagai angggota Senat, Casey Stengel tidak ingin pensiun dari jabatannya sebagai manajer N-Y Mats hingga dia mencapai usia 75 tahun.&lt;br /&gt;Demikianlah soal usia, semuanya adalah soal persepsi. Sayangnya, dalam hidup ini, soal usia ini, seringkali kita jadikan alasan.  Gagal, seringkali kita cari alasan pada soal usia. Tidak mendapat kesempatan, seringkali pula usia yang dijadikan alasannya. Memang saat ini banyak organisasi dan perusahaan yang membatasi usia tertentu yang dianggap masih produktif. Ini adalah bagian dari aturan dalam perusahaan. Namun, semuanya kembali kepada diri kita sendiri.&lt;br /&gt;Apakah kita menerima begitu saja aturan itu dan memberlakukannya dalam hidup kita? Kenyataannya, kita bisa melanggar aturan usia ini dalam soal kesuksesan pribadi. Tua, bukanlah inti masalahnya. Inti masalahnya adalah soal bagaimana kita mau belajar, berjuang, menggali pengalaman serta membangun kebijaksaan dalam hidup. Di usia berapa pun, kita punya kesempatan mencoba, tidak perlu menyerah dan tetap punya peluang untuk sukses. Sukses, akhirnya, ada pada keinginan dan usaha Anda, bukan pada usia kita. &lt;br /&gt;Tak harus lemah, Siapa bilang bahwa tua harus lemah? Realita menunjukkan bahwa tua tidaklah identik dengan lemah tak berdaya. Namun, acapkali kita mendengar bagaimana orang yang sudah tua, menggunakan ketuaannya sebagai alasan untuk ketidakproduktifann ya, untuk kealpaannya serta kekhilafannya.  Usia dalam kenyataannya bukanlah suatu pengambat untuk meraih yang lebih tinggi. Usia pun bukan kendala dalam hal karier dan kerja. Malahan, rambut putih adalah simbol kebijaksanaan dan pengalaman yang sangat berharga. Orang Jepang sangat menghargai senioritas. Jabatan tertentu di perusahaan Jepang kadang disediakan hanya bagi mereka yang diprediksi telah berambut putih, lambang kematangan. Mereka percaya bahwa pengalaman akan membuat orang menjadi dewasa. Ada tunjangan khusus bagi yang lama bekerja. Loyalitas dan usia, dihargai oleh mereka. Celakanya, tidak semua orang tua menjadi matang. Banyak orang yang tua secara usia, namun secara mental, masih terbelakang. Orang ini tua secara badaniah namun sayang, kearifan serta kematangan tidak menyertainya. Tak heran jika ada pepatah, banyak orang menjadi tua tanpa pernah menjadi dewasa. Masalahnya, ketuaan tidaklah selalu samadengan kematangan. Nah, bagaimana membangun jiwa yang terus-menerus muda?&lt;br /&gt;Always have fun&lt;br /&gt;Laughter is the best medicine. Mungkin humor dan gembira, tidaklah lantas membuat penyakit dan permasalahan kita lenyap total. Tetapi dengan melihat hidup dari sisi yang ceria, hidup terasa menjadi lebih nikmat. Lagipula, masalah hidup tidak pernah akan selesai. Ibarat gelombang, setelah surut, akan muncul pasang yang lain. Tetapi hati yang gembira adalah ibarat selancar yang membuat kita dapat menjalani segala pasang surut lautan kehidupan dengan rasa damai. Itulah sebabnya mereka yang berusia panjang, cenderung memiliki rasa humor yang baik dalam hidupnya.&lt;br /&gt;Hidup kini dan di sini&lt;br /&gt;Kehidupan bukanlah melulu soal usia. Bruce Lee membuktikan bahwa meskipun hidupnya pendek, namun dia dikenang dengan kontribusinya yang luar biasa bagi martial arts, seni bela diri. Itu sebabnya asalah satu rahasia awat muda yang lain adalah menikmati hidup kini dan di sini. Kuncinya terletak pada kerelaan kita melepaskan masa lampau serta tidak terlalu banyak khawatir akan masa depan. Seperti kata Bruce Lee, “Yang penting bukanlah seberapa panjang Anda hidup. Tetapi bagaimana Anda hidup itulah yang penting”. Nikmatilah tarikan napas Anda sekarang, itulah realita terpenting saat ini.&lt;br /&gt;Fisik dan mental&lt;br /&gt;Jangan membiarkan pikiran ataupun fisik menjadi terlalu lama beristirahat dan diam. Janganlah fisik kita, pikiran yang terlalu lama didiamkan pun akhirnya akan melemah.  Konon, sumber penurunan daya otak yang terpenting adalah karena membiarkan otak kita tidak bekerja sama sekali, atropi. Fisik kita pun mestinya senantiasa bergerak pula. Para dokter dan paramedis tahu, jika fisik dibiarkan terlalu lama di suatu tempat tanpa bergerak maka akan mulai muncul borok di badan.  Kenyataan pula, mereka yang berusia panjang ternyata masih memiliki kesibukan dan masih menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan di usianya yang telah menjelang Maghrib. Jadi, benarlah kata iklan yang berbau motivasi, “Menjadi tua itu pasti. Tetapi, menjadi muda itu soal pilihan”.&lt;br /&gt;Sumber: Karya Jangan Dihambat Usia oleh Anthony Dio Martin, Psikolog, penulis buku best seller EQ Motivator, dan Managing Director HR Excellency&lt;/p&gt;                           &lt;span class="txtblue16"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-6766954424168438476?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/6766954424168438476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/karya-jangan-dihambat-usia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6766954424168438476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6766954424168438476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/karya-jangan-dihambat-usia.html' title='Karya Jangan Dihambat Usia'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-112897696678743587</id><published>2009-10-25T20:42:00.000+07:00</published><updated>2009-10-25T20:43:29.135+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>kisah dua orang pencuri</title><content type='html'>&lt;span class="txtblack14"&gt;Penulis : Febriya Fajri&lt;/span&gt;                           &lt;p&gt;                             &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;pada tahun 1887, disebuah toko makanan kecil, Seorang pria yang tampak terkemuka berumur &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;lebih kurang 60 tahun&lt;br /&gt;membeli lobak hijau. Dia menyerahkan kepada pelayan selembar uang dua puluh dolar dan menunggu kembaliannya. Pelayan toko menerima uang dan mulai memasukkannya ke laci sementara dia mengambil kembalian. Walau demikian, dia melihat ada tinta pada jarinya, yang masih basah karena memegang lobak hijau. Dia terkejut dan berhenti sejenak untuk memikirkan apa yang akan dilakukannya. Setelah sesaat bergulat dengan masalah itu, dia membuat keputusan. Pembeli itu adalah Emmanuel Ninger, teman lama, tetangga, dan pelanggan. Tentunya orang ini tidak akan memberinya uang palsu. Dia pun memberikan kembalian dan pembeli tersebut pun pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, si pelayan toko berpikir kembali karena uang dua puluh dolar merupakan jumlah yang sangat besar pada tahun 1887. Dia akhirnya memanggil polisi. Seorang polisi merasa yakin bahwa uang dua puluh dolar itu asli. Polisi lainnya kebingungan tentang tinta yang terhapus. Akhirnya, rasa ingin tahu yang diperpadukan dengan tanggung jawab memaksa mereka untuk meminta surat penggeledahan atas rumah Ninger. Di rumah tersebut, di loteng, mereka menemukan fasilitas untuk mencetak uang lembaran dua puluh dolar. Bahkan mereka menemukan lembaran uang dua puluh dolar yang masih dalam proses pencetakan. Mereka juga menemukan tiga potret diri yang dilukis oleh Ninger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ninger adalah seorang pelukis, dan pelukis yang ahli. Dia begitu ahli, sehingga dia melukis lembaran dua puluh dolar dengan tangan! Dengan teliti, goresan demi goresan, dia menggunakan sentuhan keahliannya sedemikian cermat sehingga dia bisa membodohi setiap orang sampai hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dia ditangkap, potret dirinya dijual dalam sebuah lelang umum dan terjual seharga $16.000, berarti lebih dari $5.000 per lukisan. Ironi dari kisah ini adalah bahwa Emmanuel Ninger menghabiskan waktu yang tepat sama untuk melukis uang dua puluh dolar seperti yang dilakukannya untuk melukis potret diri seharga $5.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, orang cemerlang yang berbakat ini menjadi pencuri dalam segenap arti katanya. Tragisnya, orang yang paling banyak dicurinya adalah Emmanuel Ninger sendiri. Bukan hanya dia seharusnya menjadi orang kaya secara sah bila dia memasarkan kemampuannya, tetapi seharusnya dia bisa membeli begitu banyak kesenangan dan begitu banyak&lt;br /&gt;keuntungan bagi sesamanya. Dia termasuk dalam daftar pencuri yang tidak ada habis-habisnya mencuri dari dirinya sendiri ketika mereka berusaha mencuri dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita adalah "Emmanuel Ninger" yang lain, yang memanfaatkan bakat, ketrampilan, dan diri kita hanya untuk menghasilkan $20, padahal sebenarnya kita bisa menghasilkan $5.000?&lt;br /&gt;apakah kita layaknya seorang Emmanuel Ninger, yang tidak menghargai dan memanfaatkan bakat yang kita punya untuk sesuatu yang berarti, tetapi malah menyia-nyiakannya untuk merusak diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yakinlah setiap manusia memiliki potensi dan bakat dalam dirinya... manfaatkanlah bakat tersebut untuk membuat diri melesat, bukan untuk sesuatu yang sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-112897696678743587?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/112897696678743587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/kisah-dua-orang-pencuri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/112897696678743587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/112897696678743587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/kisah-dua-orang-pencuri.html' title='kisah dua orang pencuri'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-1575810376390564839</id><published>2009-10-25T20:40:00.000+07:00</published><updated>2009-10-25T20:41:22.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>PEMENANG VS PECUNDANG</title><content type='html'>&lt;span class="txtblack14"&gt;Penulis : Aris Ahmad Jaya ABCo&lt;/span&gt;                           &lt;p&gt;                             &lt;/p&gt;pemenang selalu jadi bagian dari jawaban;&lt;br /&gt;pecundang selalu jadi bagian dari masalah.&lt;br /&gt;pemenang selalu punya program;&lt;br /&gt;pecundang selalu punya kambing hitam.&lt;br /&gt;pemenang selalu berkata, “Biarkan saya yang mengerjakannya untuk Anda”;&lt;br /&gt;pecundang selalu berkata, “Itu bukan pekerjaan saya”;&lt;br /&gt;Pemenang selalu melihat jawab dalam setiap masalah;&lt;br /&gt;pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban.&lt;br /&gt;Pemenang selalu berkata, “itu memang sulit, tapi kemungkinan bisa”;&lt;br /&gt;Pecundang selalu berkata, “Itu mungkin bisa, tapi terlalu sulit”.&lt;br /&gt;Saat pemenang melakukan kesalahan, dia berkata, “saya salah”;&lt;br /&gt;saat pecundang melakukan kesalahan, dia berkata, “itu bukan salah saya”.&lt;br /&gt;Pemenang membuat komitmen-komitmen;&lt;br /&gt;Pecundang membuat janji-janji.&lt;br /&gt;Pemenang mempunyai impian-impian;&lt;br /&gt;Pecundang punya tipu muslihat.&lt;br /&gt;Pemenang berkata, “Saya harus melakukan sesuatu”;&lt;br /&gt;Pecundang berkata, “Harus ada yang dilakukan”.&lt;br /&gt;Pemenang adalah bagian dari sebuah tim;&lt;br /&gt;Pecundang melepaskan diri dari tim.&lt;br /&gt;Pemenang melihat keuntungan;&lt;br /&gt;Pecundang melihat kesusahan.&lt;br /&gt;Pemenang melihat kemungkinan-kemungkinan;&lt;br /&gt;Pecundang melihat permasalahan.&lt;br /&gt;Pemenang percaya pada menang-menang (win-win);&lt;br /&gt;Pecundang percaya, mereka yang harus menang dan orang lain harus kalah.&lt;br /&gt;Pemenang melihat potensi;&lt;br /&gt;Pecundang melihat yang sudah lewat.&lt;br /&gt;Pemenang seperti thermostat;&lt;br /&gt;Pecundang seperti thermometer.&lt;br /&gt;Pemenang memilih apa yang mereka katakan;&lt;br /&gt;Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih.&lt;br /&gt;Pemenang menggunakan argumentasi keras dengan kata2 yang lembut;&lt;br /&gt;Pecundang menggunakan argumentasi lunak dengan kata2 yang keras.&lt;br /&gt;Pemenang selalu berpegang teguh pada nilai2 tapi bersedia berkompromi pada hal2 remeh;&lt;br /&gt;Pecundang berkeras pada hal2 remeh tapi mengkompromikan nilai2.&lt;br /&gt;Pemenang menganut filosofi empati, “Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda”;&lt;br /&gt;Pecundang menganut filosofi, “Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya pada Anda”.&lt;br /&gt;Pemenang membuat sesuatu terjadi;&lt;br /&gt;Pecundang membiarkan sesuatu terjadi.&lt;br /&gt;Para Pemenang selalu berencana dan mempersiapkan diri, lalu memulai tindakan untuk menang…&lt;br /&gt;Para pecundang hanya berencana dan berharap ia akan menang …&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-1575810376390564839?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/1575810376390564839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/pemenang-vs-pecundang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1575810376390564839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1575810376390564839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/pemenang-vs-pecundang.html' title='PEMENANG VS PECUNDANG'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-5523169674338202489</id><published>2009-10-25T20:30:00.000+07:00</published><updated>2009-10-25T20:39:34.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Sebatang Bambu</title><content type='html'>&lt;span class="txtblack14"&gt;Penulis : Aris Ahmad Jaya&lt;/span&gt;                           &lt;p&gt;                             &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.&lt;br /&gt;Dia berkata kepada batang bambu,” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air yg sangat berguna untuk mengairi sawahku?”&lt;br /&gt;Batang bambu menjawabnya, “Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau,Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”&lt;br /&gt;Sang petani menjawab, “Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawah sehingga padi yang ditanam dapat tumbuh dengan subur.”&lt;br /&gt;Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam….., kemudian dia berkata kpd petani, “Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”&lt;br /&gt;Petani menjawab, ” Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua ini karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”&lt;br /&gt;Akhirnya batang bambu itu menyerah, “Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna ketimbang batang bambu yg lain. Inilah aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.”&lt;br /&gt;Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawah sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.&lt;br /&gt;Pernahkah kita berpikir bahwa dengan tanggung jawab dan persoalan yg sarat, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa.&lt;br /&gt;Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Allah tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Allah, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya?&lt;br /&gt;Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, ” Inilah aku, Allah…perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki.”&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-5523169674338202489?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/5523169674338202489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/sebatang-bambu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5523169674338202489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5523169674338202489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/10/sebatang-bambu.html' title='Sebatang Bambu'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-5645682542901844396</id><published>2009-08-22T11:31:00.000+07:00</published><updated>2009-08-22T11:32:10.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Mengertilah</title><content type='html'>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.&lt;br /&gt;Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja&lt;br /&gt;Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.&lt;br /&gt;Ibu menjawab: “Mengapa?&lt;br /&gt;Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.&lt;br /&gt;Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.&lt;br /&gt;Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.&lt;br /&gt;Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.&lt;br /&gt;Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?&lt;br /&gt;Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .&lt;br /&gt;Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”&lt;br /&gt;Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.&lt;br /&gt;Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”&lt;br /&gt;Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”&lt;br /&gt;Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-5645682542901844396?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/5645682542901844396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/08/mengertilah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5645682542901844396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5645682542901844396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/08/mengertilah.html' title='Mengertilah'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-2916392364378376707</id><published>2009-08-22T11:25:00.000+07:00</published><updated>2009-08-22T11:26:03.332+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Bocah Kampung Menyibak Langit</title><content type='html'>by: sikhod&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam menutup hari, menerangi kegelapan dengan para bintang yang menggantung. Bocah-bocah berusia sekitar sepuluh tahunan bermain dengan riang selepas shalat di mushala kampung. Pakaian bocah-bocah itu lusuh. Bagai mendengar panggilan dari sang bintang, salah seorang dari mereka mendongak melihat langit. Ia gembira menjumpai jutaan bintang di langit kampung pedalaman Sumatera Utara itu. Salah seorang temannya melihat gelagatnya dan ikut menatap ke atas. "Sedang apa kau Tak?" Tanya temannya itu heran. "Aku penasaran dengan bintang-bintang itu! Bisa tidak ya kita kesana?" Bocah yang biasa dipanggil Taki itu menjawab polos. "Ah kau ada-ada saja! Mana bisa kita terbang!" Sahabatnya yang bernama Burhan itu menggelengkan kepala. "Tapi tak bisakah kita menelitinya? Seperti para ilmuwan itu-lah! Menemukan rumus-rumus, atau kendaraan untuk keluar langit!" Taki tersenyum berkhayal. "Ah, mimpimu terlalu tinggi! Ingatlah Tak, kita ini anak orang tak punya! Besok bisa makan pun sudah syukur kurasa! Kasihan umak-ayah kita, jangan kau bebankan dengan mimpimu yang terlalu tinggi itu!" Burhan memperingatkan. Taki menarik kepalanya demi menatap sahabatnya, "Tak bolehkah aku tinggi-tinggi bermimpi! Ah, terserah aku lah, aku yang memikirkan!" Burhan lelah menasihatinya "Terserahmulah!" Ia beranjak meninggalkan teman mainnya itu. Sore itu di kampung yang sama, angin mulai bertiup sejuk, sinar matahari tak lagi menusuk kulit. Selepas mandi bocah-bocah kampung bermain-main lagi. Mereka tak perlu uang untuk menghibur diri mereka. Mereka bisa dengan kreatif bermain memanfaatkan kemurahan alam. Saat kelelahan, Taki menelentangkan diri di tanah. Lagi-lagi ia tertarik melihat langit. Beberapa temannya yang juga kelelahan mengikuti tingkahnya. "Lihat apa kau Tak?" Kali ini, Faiz yang telentang di sebelahnya yang bertanya. "Aku suka melihat langit! Tak tertarikkah kau Faiz? Langit itu misterius, aku ingin menyibaknya, menemukan apa gerangan dibaliknya!" Taki mencurahkan lagi impiannya "Ah aneh kau Tak! Langit mana bisa disibak! Lagipula sudah cukup kurasa guru menjelaskan. Disana ada bulan, matahari dan planet-planet, ah entah apa namanya, tak hapal aku!" Faiz berfikir sederhana. Taki yang memang besar rasa penasarannya tidak setuju. "Ah tak cukup itu buatku! Ingin aku menemukan lebih!" Taki asyik mengamati bentuk gumpalan dan semburat awan, mengilat memantulkan cahaya mentari. "Kau temukan saja bintang jatuh kalau kau bisa! Kau umumkan nanti!" Faiz menyarankan sok tahu, "Tapi kalau kau terkenal, ajak-ajak aku ya!" Imbuhnya. "Ah mana pula bintang bisa jatuh!" Taki menganggap istilah itu konyol. "Tapi sering kudengar orang menyebut istilah bintang jatuh!" Faiz membela diri. "Ah terserahmulah percaya atau tidak! Tapi kau kan tidak punya banyak uang Tak!" Faiz mengomentari. "Lalu?" Taki mengernyitkan alis. "Naik apa pula kau menyibak langit? Harga naik pesawat terbang saja sudah tak terjangkau oleh kita! Asal kau tahu Tak, itu setara uang makan kita lima bulan! Kau tahu itu?" Informasi Faiz sok pintar. "Aku nanti yang akan mencari jalannya, tak akan kubiarkan umak atau ayahku yang mencari uangnya!" Taki tersenyum optimis. "Bagaimana pula caranya, ah bermimpi sajalah kau Tak!" Faiz mulai merasa impian temannya itu konyol. "Kau lihat saja Faiz! Suatu hari nanti wajahku akan muncul di tivi karena bisa menguak langit itu! Kau dengar itu!" Janji Taki Optimis. Delapan belas tahun kemudian peristiwa itu terjawab. Di sebuah gedung yang megah dengan arsitektur yang ditata elegan, semua pihak sibuk menyiapkan sebuah konferensi pers istimewa. Semua yang berlalu lalang terlihat tinggi besar badannya dengan ras Kaukasoid atau Negroid. Semua orang terdengar fasih melafalkan ucapan berbahasa inggris, Tentu saja, inilah Amerika, tempat semua mimpi bisa jadi nyata, juga tempat dimana NASA akan meluncurkan pesawat baru untuk meneliti Mars. Semua orang yang bersiap segera sumringah wajahnya mengetahui serombongan anggota NASA mulai datang menuruni mobil-mobil mewah. Yang menjadi pusat perhatian disini tentu saja mereka yang akan diterbangkan dalam pesawat terbaru itu. Berbagai channel televisi mulai meliput wawancara dengan para astronot yang diberi kepercayaan dalam misi itu. Di sebuah kampung, para warga berkumpul di rumah seorang suami-istri renta, bergembira menyaksikan wawancara itu. Kebanyakan diantaranya remaja dan anak-anak. Terlihat salah seorang reporter tertarik membawa seorang astronot dalam pembicaraannya. Astronot yang ini memiliki ras mongoloid, pemuda yang wajahnya sangat asia. Senyum kemenangan tersungging di wajahnya, tersiar langsung ke seantero antena yang menontonnya. "Anda, Mr Taqiyuddin, kalau tidak salah cuma anda yang berasal dari Asia dalam perjalanan ini ya? Bagaimana komentar anda?" Si Reporter wanita menyodorkan miknya. "Alhamdulillah, iya! Saya bersyukur bisa memenuhi mimpi kecil saya ini atas kerja keras saya!" Wajah asia nan rupawan itu menjawab berwibawa. "Darimana anda berasal?" Si reporter mengkonfirmasi. "Indonesia, sebuah tanah surga di garis khatulistiwa! Tepatnya dari Sumatera Utara!" Pemuda itu menjawab bangga. "Dan karena ini penerbangan pertama anda, apakah keluarga anda ada si sini menyaksikan langsung?" Reporter wanita kembali menyodorkan miknya. "Tidak, sayangnya mereka tidak bisa berpergian jauh karena orangtua saya sudah terlalu tua! Tapi saya yakin mereka menyaksikan saya dari sana!" Ia melambai ke kamera. "Kalau begitu apa ada yang ingin anda ucapkan ke keluarga atau kerabat yang menonton anda?" Reporter itu menawarkan kesempatan. Mata pemuda itu menahan haru, khusus kali ini ia berbicara penuh dengan bahasa indonesia. "Terimakasih umak, ayah! Aku ada di sini berkat do'a dan restu kalian! Do'akan Taqi selama di perjalanan ini! Buat semua anak-anak, khususnya anak Indonesia, jangan takut buat bermimpi sesusah apapun hidup kalian! Karena mimpi ini aku bisa berdiri di sini! Selama kita tidak menyerah meraih mimpi itu, bukan mustahil mimpi itu akan menjadi nyata!" Taqiyuddin mengepalkan tangan, menahan haru yang membuncah mengenang perjalanannya menuju mimpinya yang banyak ditentang dan diremehkan orang. "Oh iya satu lagi!" Tambah Taqiyuddin teringat. "Faiz, Burhan, lihat ini! Benar kan apa yang kubilang dulu! Aku sudah memenuhi janjiku! Jangan lagi kalian meremehkan mimpi siapapun!" Taqi tersenyum menahan tawa geli teringat perkataan kedua sahabatnya itu. "Karena aku sudah membuktikannya, awas kalau kalian tidak menepati janji kalian untuk membelikanku sarung saat aku pulang nanti!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-2916392364378376707?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/2916392364378376707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/08/bocah-kampung-menyibak-langit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2916392364378376707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2916392364378376707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/08/bocah-kampung-menyibak-langit.html' title='Bocah Kampung Menyibak Langit'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-8261936629463144215</id><published>2009-08-07T10:15:00.000+07:00</published><updated>2009-08-07T10:17:00.928+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>SURAT UNTUK KAMU</title><content type='html'>Ditulis oleh Mustaqiem Eska&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagai seribu malam yang tengkurap di satu musim, entah kenapa mendadak aku kembali mengingatmu. Sebenarnaya jujur kuakui, aku sudah bertahun-tahun terus melubangi setiap tanah pekarangan rumah membentuk kuburan-kuburan sehingga setiap kenangan itu muncul segera aku melemparnya menuju alam sepi yang lumat dengan batu-batu nisan. Tapi memang terlalu sulit. Kau seperti alam semesta yang terus melakukan metamorphosis. Sehingga beribu-ribu kali aku terus menemukan wajahmu bergerak berubah dari waktu ke waktu, namun sejatinya itu tetap kamu. Di sini, di atas batu kecil ini aku belajar melupakanmu dari waktu ke waktu. Perlahan-lahan aku belajar dengan kerasnya kerikil-kerikil di sekitarku. Begitu tenang ia menjadi tapakan-tapakan sederhana bagi kaki-kaki telanjang.&lt;br /&gt;                Dulu pernah kau mengatakan kepadaku, bahwa lebih baik aku melakukan yang kecil karena itu sesungguhnya besar daripada aku melakukan yang besar tapi jika ternyata itu tak bisa merubah apa-apa, katamu. Nyaris aku lantas menjelma menjadi apa saja yang siap bersemayam di derasnya kehidupan. Aku masih ingat betul kenangan kita waktu itu. Saat kita berdua merayap di bawah untuk setiap tanah menjadi rumput. Kau dan aku selalu mengisi ruang-ruang kosong untuk kita tumbuh dan bernafas. Kita bertahan untuk segala musim. Begitu panas datang, kita merasa cukup dengan selimutnya malam dan cipratan embun di setiap paginya, hingga kita bersih dan bening. Ya, kita belajar ketegaran dari bawah dan dari rupa-rupa persenyawaan. Betapa aku pernah bangga bisa melihatmu tertawa dengan terbahak-bahak meski di senja usia itu kau harus kerapkali bergulat dengan sakit. Masih ingatkah kau, bagaimana saat aku memapahmu menuju pembaringan, lantas kau minta aku injak-injak agar tubuhmu dapat segar. Dan aku melakukannya dengan sempurna. Sempurna untuk dua hal, yang pertama aku telah membuat otot-ototmu bisa kendor dan berkeringat. Keduanya, itu kepentingannya untuk diriku sendiri. Setidaknya aku bisa melampiaskan sisa-sisa dendam sakit hatiku dengan menempatkan posisi kegagahanku yang bisa meremukkan semua tulang-tulangmu saat itu, tanpa membuat hatimu terluka. Aku memang akan selalu memanfaatkan sudut-sudut yang terpojok itu menjadi endapan kenikmatan yang seringkali disia-siakan oleh banyak orang.&lt;br /&gt;                Masih ingatkah kamu, saat kau menulis surat untukku lewat selembar daun pisang. Betapa perlahan kau mengukir butiran-butiran huruf itu membentuk kata dengan tenang dan sabar. Kalimatmu sangat sigkat, “Jadilah orang yang bermanfaat, jika tidak bisa untuk banyak orang, setidaknya untuk diri sendiri” katamu. Dan aku masih tidak tahu apa sesungguhnya pesanmu yang begitu sulit kueja saat kamu memanggang daun pisang itu dalam kondisi setengah basah setengah kering. Terus aku menyimpannya hingga sekarang di ruang hatiku dengan tersusun rapi. Tapi aku tak pernah berniat untuk membalasnya. Maafkan aku, aku memang terlalu melankolis dalam surat menyurat. Bahkan aku begitu cengeng untuk sebuah penghormatan. Karenanya aku tak mau terlarut begitu jauh dengan urusan diriku sendiri. Aku sudah terbiasa melemparkan diriku di ruang nol yang tidak lagi mengenal untung dan rugi, senang dan susah. Atau dalam kalimatmu, kau pernah terucap dengan menyebutku manusia nol tanpa dosa. Ah, itupun aku tak pernah memperdulikannya. Yang ada di depan bayangan hidupku hanyalah bagaimana aku bisa lebih baik hari ini ketimbang kemarin. Hingga terkadang begitu hati-hatinya aku takut terjerembab ke jalan ketergesa-gesaan, lantas aku diam untuk beberapa saat, semadi, merenungkan langkah-langkah ke depan yang terbaik nantinya. Banyak sekali ronak dan lompatan-lompatan yang harus aku lalui dengan perjuangan dan tekad yang kukuh membaja. Tidak hanya itu, persiapan mental untuk tidak memperdulikan segala gesekan yang melukai perasaanku saat ujian itu tiba menikamku.&lt;br /&gt;                Begitu untuk yang kedua kalinya kau kirim surat untukku, aku menjadi lebih bersemangat untuk tidak menemuimu lagi. Hingga terakhir aku katakan padamu, bahwa anggap saja saya sudah mati. Kalaupun suatu saat Tuhan masih saja memepertemukan kita anggap saja itu adalah mayat. Sebenarnya begitulah cara aku menyayangimu. Aku tak kuasa menatap wajahmu. Entahlah, perasaan apa sebenarnya ini, ada pemberontakan kecil yang begitu menyumbat kesadaranku, dan betul-betul aku tak sanggup mengatakannya. Aku sama sekali tak ingin melihat air matamu menderas di hadapanku. Seringkali kau tanpa sengaja, dengan ketulusanmu mengatakan sejuta keluhanmu tentang hidup ini yang begitu berat. Tapi aku justru sangat lemah dan tak sanggup menolongmu. Meskipun ribuan dan jutaan doa setiap malam aku hantar di rumahmu sebagai obat dan ketenanganmu. Dalam gelap aku meraba-raba pintu nuranimu untuk menyusun gejolak batinmu yang tercecer di ribuan tempat. Setelahnya, aku pulang tanpa sepengetahuanmu.&lt;br /&gt;Hari ini, saat aku memaksakan menulis surat untukmu, sebenarnya aku tak sanggup mendengar berita tentangmu semalam. Berpuluh-puluh utusan malaikat itu menemuiku. Mereka membawakan mayatmu untukku. Aku tak percaya dengan semuanya. Tapi mereka memaksa aku untuk melihat wajahmu.&lt;br /&gt;“Mayat ini adalah hadiah untukmu, begitu Tuhan menitipkan kepada kami semua untuk menyerahkannya kepadamu” kata utusan malaikat terdepan.&lt;br /&gt;“Mayat siapa ? saya tidak kenal” jawabku menolak.&lt;br /&gt;“Tuhan tidak pernah salah dalam keputusanNya. Semua terserah kamu” kata malaikat satunya lagi.&lt;br /&gt;“Baiklah…, letakkan saja di amben depan situ” jawabku dengan berat. Benar-benar tak sanggup menolaknya setelah para malaikat itu menyebut kata Tuhan.&lt;br /&gt;Setelahnya, berpuluh-puluh malaikat itu mendadak menghilang. Aku memandangi tajam wajahmu. Perlahan-lahan jasadmu kian mengecil – dan terus mengecil. Lantas menghilang dari pandangan mataku. Aku sangat terkejut dan memastikan untuk meraba amben tempat jasadmu di mana para malaikat itu meletakkanmu. Dan setelahnya aku terbangun. Nyaris aku tak sanggup menerjemahkan mimpiku malam itu tentangmu.&lt;br /&gt;Ya, tentunya surat ini sangat khusus buatmu. Aku campur tintanya dengan minyak misk yang menaburkan keharuman di setiap kata-katanya, agar tidak ada satu kalimat pun yang menyakitimu. Aku harus membuatmu bahagia dan bisa tertawa di sisa-sisa usiamu. Harapanku tidak lain untukmu adalah bagaimana kamu bisa benar-benar mendapatkan hadiah khusnul khatimah dari Tuhan. Meski aku tahu hingga sekarang kau masih menolak hubungan sholat dengan sorga. Itu yang sangat berbeda dengan pikiranku. Bagimu, apalah artinya sholat lima waktu, rajin ke masjid kalau perilaku selalu sarat dengan comberan. Sementara bagiku, justru dengan sholat itu adalah batas sessungguhnya antara orang itu muslim atau tidak. Aku lebih menerima orang berperilaku dosa tetapi masih mau sholat menghadap Tuhan setelahnya. Di sini aku mencoba berfikir positif, semoga…, dan semoga…., sementara kamu langsung klaim dan menghidar.&lt;br /&gt;Setelah surat ini kutulis, aku benar-benar kehilangan alamatmu. Aku telah kehilangan jejakmu yang sempurna. Ratusan dan ribuan sahabat yang pernah mengenalmu pun tak lagi menyimpan keberadaanmu. Hanya sisa-sisa pikiranmu yang terus menyelip di pikiran-pikiran mereka, termasuk aku.&lt;br /&gt;“Dimana aku harus mengalamatkan surat yang kutulis khusus buatmu?”  pertanyaanku menggantung di sudut waktu.&lt;br /&gt;Akhirnya, berbulan-bulan aku masih menggenggam surat untukmu. Bertambah hari hingga berganti tahun, surat itu masih tertahan di laci meja kerjaku. Aku tetap berharap kau bisa membacanya. Tapi kapan aku tak tahu. Alamatmu belum juga aku temukan. Entahlah…, sepertinya kau benar-benar menghilang.&lt;br /&gt;“Apakah, kau yang ada dalam mimpiku?”&lt;br /&gt;Tak ada jawaban. Hingga surat itupun ikut menghilang. Entah di mana. Aku tak tahu.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-8261936629463144215?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/8261936629463144215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/08/surat-untuk-kamu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8261936629463144215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8261936629463144215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/08/surat-untuk-kamu.html' title='SURAT UNTUK KAMU'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-5580634926653249788</id><published>2009-08-07T10:11:00.000+07:00</published><updated>2009-08-07T10:13:38.755+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>BEREBUT BUMI PILIHAN</title><content type='html'>Ditulis oleh Mustaqiem Eska&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;                Secara perlahan-lahan bumi terus-terusan dikapling-kapling oleh manusia. Sejak Adam hingga sekarang entah kapan proses pengkaplingan akan bumi itu berakhir, nyaris tak ada yang bisa menduga.  Tuhan memang Super Maha Tangguh untuk menciptakan bumi dengan desain yang sangat Maha Luar biasa. Bahkan tidak ada setitik partikel sekecil apapun di bumi yang tak bernilai fungsi. Dari batuan yang berfraksi-fraksi seperti  jauh di atas  ukuran 40 – 63 mm, ke bawahnya 20 – 40 mm, 10 – 20 mm, 5 – 10 mm, 0 – 10 mm, dan seterusnya, tanah, lumpur,  air, atau pasir hingga filler – lolos saringan 0.075 mm – bahkan yang jauh lebih halus dengan tujuh saringan di bawahnya lagi ; 20 µmº, atau kita sering menyebutnya dengan abu abunya abu terbang, semua tersusun bersatu membentuk kekuatan bumi ini hingga melahirkan jalan beraspal, bangunan berbeton seperti layaknya bendungan, tol, jembatan dan sebagainya. Bahkan hingga pada bagian bumi yang lain, jika manusia bersedia meminang dan pandai mengolahnya, tanah-tanah itu sudah dipastikan akan melahirkan jutaan-jutaan trilyun kesuburan. Atau kalau Tuhan memberikan bocoran istilah kepada manusia menyebutnya dengan : Keberkahan.&lt;br /&gt;                Keberkahan bumi pilihan ini atas keMaha AdilanNya sudah dibagi-bagikan kepada manusia dengan menjadikannya bersuku-suku dan berbangsa-bangsa hakikatnya tanpa pilih kasih. Masing-masing sudah dihitung dan dipertimbangkan-Nya sesuai dengan kadar kesanggupan dan kesediaan manusia itu sendiri. Tuhan sama sekali tidak menginginkan untuk membebani nasib manusia untuk sengsara dan terlunta-lunta tanpa kehormatan. Bahkan KTP untuk setiap manusia dari Tuhan semua dibuat sama merata nyaris tidak ada perbedaan. Semua berjudul sama : “Bahwa kamu Aku ciptakan adalah sebagai makhluk yang paling sempurna di muka bumi”. Dan tugas setiap manusia berikutnya yang diembankan Tuhan pun tak ada yang berbeda : “Khairunnas Anfa’uhum Linnas”- sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia. Tapi kenapa lantas manusia  menjadi  berklas-klas, berstrata dan merasa berbeda-beda? Padahal porsi akal dan pikiran yang dituangkan Tuhan untuk manusia berfungsi sama ?  Ini adalah karena Kesanggupan menfungsikan akal dan pikiran dari masing-masing individu manusia itu berbeda  kadar  nilai guna dan implementasinya. Bagi yang pandai mengembangkannya, ia akan  membentuk  manusia luhur dan berfungsi cipta. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga alam di sekitarnya. Begitu bagi yang tak pandai menangkapnya, ia akan tetap menjadi manusia lemah-rendah dan tak berguna.  Sangat tepat  Tuhan  mengandaikan manusia yang  tak berkehendak memanfungsikan peran akalnya dengan baik adalah diibaratkan laksana hewan, bahkan lebih rendah dari hewan.  Korelasi perbandingannya jelas, manusia dianugerahi Tuhan dengan akal yang tentu seharusnya jauh berilmu pengetahuan dalam mengolah alam semesta, sementara hewan tak berakal, maka ia berkehendak sesuai dengan naluri kebinatangannya semata, tanpa hukum dan aturan. Jadi kalau manusia sederajat dengan hewan hakikatnya adalah baladulluhum.&lt;br /&gt;                Seiring dengan perjalanan waktu,  sejarah terus mengukir pembuktian bahwa manusia  terus haus dengan pemenuhan-pemenuhan kebutuhan baik cinta, kepuasan, kesenangan, keserakahan dalam sandang, pangan dan papan. Awalnya,  Adam dan Hawa memang sangat leluasa menghuni bumi semesta,  tak ada yang lain selain keduanya. Hingga lahirlah pemenuhan cinta untuk pertama kalinya yang mengantarkan keduanya berbelai kasih, merindu, dan menginginkan kemewahan keturunan untuk keduanya. Hingga lahirlah Habil dan Qobil. Terlalu luas bumi semesta hadiah Tuhan untuk keduanya. Sekenario kehidupan manusia di bumi pilihan, oleh Tuhan memang didesain dan diformat sedemikian rupa. Agar  berlindung dari panas dan hujan Adam mulai berhitung untuk membangun rumah, mulailailah ia melakukan sejarah pengkaplingan bumi pilihan yang pertama kali. Satu dirak dua dirak dan seterusnya, sejengkal demi sejengkal dan seterusnya, sedepa demi sedepa dan seterusnya hingga orang-orang anak keturunan Adam menemukan standar ukuran berikutnya dengan meter, kilometer, centimeter, millimeter, micron dan yang lain.&lt;br /&gt;                Layaknya air, pengkaplingan-pengkaplingan terus merambat nyaris memenuhi bumi. Berjuta-juta orang mulai merasa mulai kehilangan keleluasaan dalam mendapatkan jatah kapling. Masing-masing kapling mulai diserifikat. Lantas mereka mengembangkannya dengan bangunan dan rumah-rumah megah, kebun-kebun berbuah, hingga area-area rekreasi, lapangan golf, dan perumahan-perumahan. Tak berhenti, manusia terus bertambah, otomatis, pemenuhan akan tanah pilihan pun terus bergerak melebar. Batas wilayah mulai dibuat line, antar desa antar kampung mulai dibuat gardu perbatasan, antar  kota antar pulau mulai di buat jarak dengan suku, bahkan antar Negara mulai juga dibatasi dengan passport. Hingga manusia mulai sempit bergerak di bumi. Karena untuk memenuhi keinginan yang banyak mereka harus membayar dengan harga yang semakin mahal. Di bumi, nyaris tidak ada yang gratis. Bahkan di bawah guyuran jeram genung nan jernih, ramai orang-orang memperdagangkan air. Padahal dahulu, orang-orang kalau minum, cukup dengan air kendi yang langsung diambil dari sumur.&lt;br /&gt;                Ingat tentang kisah sejarah Majapahit, bagaimana Gajah Mada juga melakukan penundukan-penundukan dan perampasan-perampasan bumi pilihan dengan dalih politik nusantara. Atau pada sejarah penjajahan, betapa Belanda dan Jepang  begitu antusias untuk memperkosa Indonesia. Tak ketinggalan Malaysia dan Indonesia menjadi sempat bergesekan karena saling klaim ambalat. Atau kejadian sebelumnya, Timor-timor melepaskan diri dari cengkeraman nusantara adalah juga karena pada dasarnya menginginkan kekuasaan atas kaplingan bumi pilihan. Semuanya ditempuh dengan harga yang mahal hingga darah dan nyawa. Pembunuhan dan tipu-tipu muslihat mulai terus merambat seperti menggergaji bumi. Antar manusia mulai saling tuding, saling curiga dan saling mempertahankan diri. Mulai untuk menjaga diri dan kehormatan, di rumah-rumah mereka mulai dipersenjatai dengan security, anjing-anjing penggonggong hingga kawat-kawat berlistrik. Manusia-manusia semakin tidak malu-malu melakukan kebiasaan tikam menikam. Ghibah dan makan bangkai saudara sendiri sudah menjadi gizi di setiap pagi bagi pemuja entertainment.  Bumi pilihan kian menyempit. Jakarta penuh sesak dengan manusia. Surabaya, Semarang, Medan, Palembang, terus berjibun orang-orang berebut ke kota. Masing-masing berjuang mendapatkan jatah bumi pilihan. Kadar keinginan mereka meskipun berbeda tapi prinsipnya tetap sama. Masing-masing berkehendak untuk kejayaannya.&lt;br /&gt;                Hari itu, terlihat tetangga sebelah, saling ribut dan saling serang. Suara yang muncrat dari mulutnya menjadi dahsyat tak selembut sebelumnya. Matanya merah menikam. Kata-katanya saling mengumpat dan menyemburkan ejekan-ejekan.  Semua terjadi, hanya gara-gara tetangga sebelahnya terlalu lebih mengkapling tanah kekuasaaannya, hingga masuk menggerogoti ½ meter tanah punya tetangga.&lt;br /&gt;                “Lihat batasnya di sertifikat!” teriak tetangga sebelah murka.&lt;br /&gt;                “Batukmu…, kamu juga lihat sertifikat” timpal tetangga satunya tak mau kalah.&lt;br /&gt;                Bumi pilihan yang dihamparkan Tuhan untuk manusia sebenarnya masih sangat jauh teramat luas kalau hanya untuk sekedar menampung semua makhluknya yang bernama manusia. Tapi manusia sendiri yang justru membuatnya sempit. Mereka tak  bisa berbagi rata. Keinginan untuk mendapatkan jatah yang terbaik selalu memenuhi nafsunya. Bahkan mereka hanya berkerumun di satu sudut kota. Perhitungan akan keramaian dan demi kepentingan bisnis untuk timbunan keuntungan selalu menjadi alternative utama. Sementara di tempat lain, untuk tanah nusantara saja, di belahan Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Irian Jaya, dan yang lain, teramat luas masih bentangan bumi Tuhan yang masih tersia-sia. Bahkan jika berani mengolah, kesuburan dan kemolekannya jauh bisa mengalahkan Jakarta.&lt;br /&gt;                Bumi pilihan terus menjadi rebutan. Timbunan orang-orang pada satu sudut kota bisa diukur dari besaran nomor kependudukan. Hingga tidak aneh, jika di satu sudut kota itu bumi pilihan mulai lahir penindasan, perampokan,pencurian, pembegalan, atau perampasan. Ketidak nyamanan hidup di kota terus menggelinding menjegal setiap kepribadian. Orang-orang lantas mendindingi pagar rumahnya setebal-tebalnya dan setinggi-tingginya. Kecurigaan antar tetangga di  komplek-komplek perumahan mulai seperti kerajaan-kerajaan kecil. Semakin menyempit tingkat silaturrakhmi, hingga nama tetangga rumah sebelah sudah tidak kenal lagi. Masing-masing tinggal tersisa “say hello” bahkan nyaris sirna.&lt;br /&gt;                Di sinilah, di sebelah sudut kota yang jomplang dengan manusia, keramaiannya mulai menyempit menjadi keterasingan di kampung sendiri. Tak ada srawung dan tegur sapa. Masing-masing berlomba dan berebut untuk  kepuasan pribadi. Keinginan untuk menjadi diri sendiri membesi, keras dan berkarat. Hingga sampai pada ujung waktunya. Saat Tuhan benar-benar memanggil kembali manusia satu-persatu untuk kembali kepadaNya.  Hanya bisa didapatkan, bahwa yang siap menggali lobang kuburnya hanya satu orang, yang siap memandikannya hanya tiga orang, yang siap mengkafani hanya satu orang, yang siap menyolati hanya satu orang dan yang siap mengantarkan ke kuburan hanya lima orang. Dan mereka semua  juga adalah keluarganya sendiri. Sampai tercapai kesendiriannya yang sebenarnya. Di dalam timbunan tanah itu; Sendiri !*** (mustaqiem eska/Karebbe Hydroelectric Project-Malili-Sulsel,25/7/09).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-5580634926653249788?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/5580634926653249788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/08/berebut-bumi-pilihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5580634926653249788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5580634926653249788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/08/berebut-bumi-pilihan.html' title='BEREBUT BUMI PILIHAN'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-43130984873091870</id><published>2009-08-07T10:08:00.000+07:00</published><updated>2009-08-07T10:11:03.478+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Aku mau disana</title><content type='html'>by: friday&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah seminggu aku memandangi anak itu asyik saja mengangkat batu, mengocok semen, naik ke genteng dengan tangga, dan lain sebagainya dengan wajah riang dan tanpa beban&lt;br /&gt;Aku yang asyik memperhatikan dari dalam rumah, merasa tersentuh dan tak dapat berkata-kata selain sangat prihatin memandangi dia dengan diam-diam. Rasanya aku ingin bertanya, mengapa jam sekolah seperti ini dia membantu bapaknya mengerjakan rumah kami yang sedang mengadakan rehab kecil-kecilan?. mengapa anak itu tidak di ruang kelasnya? Aku menduga-duga anak ini pasti berumur sekitar sepuluh tahunan.&lt;br /&gt;Suatu sore sesudah selesai bekerja dari hari senin sampai hari sabtu, rasa penasaranku semakin tinggi. Aku memberikan upah mingguan bapaknya dan tidak memberikan apapun kecuali makan siang untuk anaknya. Karena aku merasa tidak pernah meminta anak itu untuk datang dan membantu bapaknya&lt;br /&gt;"Ini ya pak, uang mingguannya, dipotong pinjaman bapak selama seminggu" aku berkata kepada bapak itu sambil memberikan kuitansi tanda terima upah kerja.&lt;br /&gt;Bapak tua itu menerima dengan senang hati setelah membersihkan tanggannya yang kotor di bawah kran di tembok kami&lt;br /&gt;"Pak ngomong-ngomong kenapa anak bapak ikut kerja, apa dia tidak sekolah?" tanyaku sambil menerima kuitansi yang sudah ditandatangani&lt;br /&gt;"Oh, iya bu, soalnya tenaga saya kan sudah kurang, trus dia juga gak sekolah, jadi saya suruh bantu saya saja bu" katanya sambil tersenyum memandang kepada anak itu&lt;br /&gt;"Loh, kenapa tidak sekolah?" tanyaku penasaran. "Masak anak seumur ini tidak sekolah pak, kan sekarang bayaran sudah murah dan wajib belajar sembilan tahun?'&lt;br /&gt;"Murah sih, murah bu, tapi beli bajunya, beli bukunya, beli sepatunya, wah masih banyak pengeluaran bu,..." Dia garuk-garuk kepala&lt;br /&gt;"Anak saya banyak bu ada delapan orang, jadi kakak-kakaknya yang sudah sekolah aja biar bisa nerusin, trus adiknya minta sekolah, nah dia mau ngalah, ya sudah dia bilang mau bantu bapak aja.... anak ini sudah tiga tahun bu gak sekolah" katanya sambil merapikan perlengakapan kerja didekatnya&lt;br /&gt;"Wah jangan gitu to pak, anak anak harus diusahakan sekolah pak" kataku sambil duduk dikursi teras&lt;br /&gt;"Ya iya bu, maunya sih begitu, tapi apa boleh buat, belum ada duitnya bu.." bapak itu kembali memasukkan barang-barangnya yang dipakai kedalam ransel tuanya.&lt;br /&gt;"ayo kita pulang dul, bilang trimakasih sama ibu" bapak tua itu memberi kode kepada anaknya&lt;br /&gt;"Trimakasih bu.." Dia menyapaku dan tersenyum&lt;br /&gt;Ketika mereka akan keluar pagar, hatiku sangat tersentuh dan gelisah. Bayanganku tentang anak ini agar masuk sekolah semakit terlihat jelas. Aku harus mengatakan sesuatu&lt;br /&gt;"Eh dul, kamu mau sekolah?" tanyaku kepadanya. Tiba-tiba dia terdiam dan menengok kepada bapaknya yang kelihatan capek.&lt;br /&gt;"Mau?" tanyaku lagi. Dia kelihatan bingung. Sejenak dia memandangiku dan kembali memandangi bapaknya.&lt;br /&gt;"Mau sih bu, tapi kata bapak kapan-kapan diterusin sekolahnya"&lt;br /&gt;"Memangnya kamu berhenti kelas berapa?" Aku bertanya penasaran&lt;br /&gt;"Kelas empat naik kekelas lima bu" jawabnya sambil menggaruk kepalanya yang mungkin tidak gatal&lt;br /&gt;"Begini dul, kalau kamu memang niat mau sekolah, mau nggak kita sama-sama membantu?" tanyaku sambil tersenyum. Aku merasa inilah jalan terbaik yang harus kutawarkan kepadanya&lt;br /&gt;"Mau bu!" tanpa sadar suaranya agak keras sambil tersenyum&lt;br /&gt;"Oh bagus dul, jadi kalau kamu mau ibu bantu, maka kamu juga harus bantu ibu dirumah... kamu tinggal disini bersama kami dan anak-anak ibu, nah kamu bantu ibu bersih-bersih rumah atau cuci mobil, nanti yang lain si mbok bisa kerjakan, jadi ibu tidak usah pakai dua pembantu, cukup kamu saja ikut ibu, sambil kita cari sekolah siang...bagaiman?" tanyaku kepadanya yang serius mendengarkanku&lt;br /&gt;Sejenak terasa hening. Aku melihat ada cahaya di wajahnya yang lelah. Dia tersenyum kepada bapaknya.&lt;br /&gt;"Bagaimana dul? kamu mau tinggal dirumah ibu Ida?" tanya bapaknya sambil terus memandangi anaknya yang kelihatan terharu.&lt;br /&gt;"Iya pak, aku mau....tapi kan rapotku kebawa banjir" katanya perlahan kemudian terlihat  ada kekhawatiran di wajahnya&lt;br /&gt;"Oh, kalau rapotmu terbawa banjir, nanti kita lapor ya nak, kita bisa kesekolahmu yang lama, atau ke kantor yang bisa bantu kamu ya" Aku meyakinkan anak itu dan wajahnya kembali berseri.&lt;br /&gt;Mereka meninggalkan aku dengan sikap yang berbeda dari biasanya. Nuansa sore itu terlihat indah meskipun hari semakin larut.&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, anak itu datang tanpa membawa peralatan kerja, karena memang tidak ada lagi yang perlu diperbaiki di rumah kami. Aku melihat mereka mengangkat tas, sepatu dan  sendal yang mulai robek dan duduk di teras rumah kami.&lt;br /&gt;"Wah sudah siap mau sekolah?" gurauku kepada mereka.&lt;br /&gt;"Sudah bu, wong dia nggak bisa tidur hanya memikirkan mau sekolah katanya... tuh, bukunya yang sudah kumal juga semua dibawa bu..."&lt;br /&gt;"wah, semangat mau sekolah ya... nah, sekarang kamu taruh dikamar yang sudah disediakn si mbok, besok kita cari sekolah disekitar sini, kita sama-sama mendaftar ya dul..." kataku sambil duduk di dekat dia.&lt;br /&gt;"Trimakasih bu... sekolah saya yang dulu dekat kok disini, sekolah negeri, dan teman-teman saya yang dibawah saya juga masih disitu..." katanya sambil mengusap-usap tasnya.&lt;br /&gt;"Oh bagus itu... kita besok kesekolahmu dulu ya... ayo pak diantar anaknya kekamar..." Aku meninggalkan mereka karena akan kepasar didekat rumahku&lt;br /&gt;Kami sudah berada di sekolahnya yang lama sambil menunggu kepada sekolah keluar.Sementara kami menunggu, dul melompat kedalam dan memperhatikan teman-temannya yang dulu dibawahnya mengerjakan tugas. Anak itu sangat ingin tahu akan pelajaran yang dikerjakan teman-temannya. Ibu guru yang sedang mengajar kaget karena ia masuk begitu saja. Aku ingin melarang dul dan memintanya keluar, tapi guru itu kelihatan senang karena memandangi dul yang tiba-tiba ikut duduk dimeja temannya sambil mengikut pelajaran.&lt;br /&gt;Aku tertegun...betapa tingginya semangat anak itu...&lt;br /&gt;Sejenak tiba-tiba datang Kepala Sekolah  menghampiriku diikuti beberapa guru disampingnya. Aku diajak keruangannya yang sederhana dan dipersilakan duduk bersama guru-guru yang lain.&lt;br /&gt;"Ibu...kami sangat berterima kasih kepada ibu, yang sangat mendukung dul untuk bersekolah lagi..." Aku terkejut, karena ibu itu sudah mengetahui kedatangan kami&lt;br /&gt;" Dul itu tetangga saya, dan orangtuanya sudah menceritakan kepada saya apa yang diinginkan dul selama ini. Sekarang anak itu pasti kami bantu....Terlebih, karena ibu saja yang berbeda agama, mau membantu anak itu,apalagi keluarga itu sangat sederhana... maka  apalagi kami, akan mempermudah agar dia kembali sekolah, karena anak itu sangat pintar.... karena anak itu selalu berkata...aku mau disana, bukan disini...sambil dia menunjuk kesekolah kami ibu..." Aku terharu mendengar perkataan ibu kepala sekolah tersebut&lt;br /&gt;"Ibu, kita saling membantu bukan harus memandang agama...tapi karena mereka adalah calon pemimpin dinegara kita ini..." jawabku&lt;br /&gt;"Baiklah ibu, kita bantulah anak itu...anak yang punya cita-cita" Kataku sambil melangkah pulang dengan sukacita dihatiku. Aku berkata dalam hati, suatu saat ia akan menjadi salah satu orang penting! paling tidak dilingkukangannya fikirku..Ada kegembiraan dihati ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-43130984873091870?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/43130984873091870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/08/aku-mau-disana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/43130984873091870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/43130984873091870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/08/aku-mau-disana.html' title='Aku mau disana'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-2690194684352036166</id><published>2009-07-18T09:27:00.000+07:00</published><updated>2009-07-18T09:28:10.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Stop Dreaming Start Action</title><content type='html'>by: firmansyaharia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari bersinar pada pagi minggu ketiga bulan juli dipenuhi kedamaian, cahayanya masuk melewati jendela kamarku, memelukku dengan kehangatannya, memberikan harapan baru-impian baru. Pun aku tahu tak selalu harapan jadi kenyataan, tapi tanpa harapan manusia adalah makhluk tak bertujuan, terombang-ambing di samudera kehampaan.Harapan itu seperti cahaya di kegelapan, memberikan arah untuk melangkah agar tak salah, dengan harapan kita tak lagi jadi daun rapuh yang jatuh ke tanah dan linglung mencari rumah. Mungkin sebab itulah yang menjadikan ku lelaki dengan penuh impian, impian akan hari esok yang jauh lebih baik dari sekarang, dan hari sekarang yang jauh lebih baik dari esok.Dengan impian-impian itulah diriku terbentuk, tanpa harus menjadikan impian itu hanya jadi khayalan, seperti yang pernah teman ku bilang “jangan jadikan impian itu onani basi”, ya….. onani basi adalah membiarkan diri terjebak di impian-impian tanpa ada tindakan apa-apa, menjadikan impian itu hanya tong kosong yang nyaring bunyinya. Tentu, aku tak mau jadi orang merugi, orang yang hanya bisa bicara tanpa bisa beraksi, di saat itulah aku berteriak pada diriku sendiri “Stop DREAMING Start ACTION”.Maka dimulailah dengan melakukan pertanyaan kecil di kepala, membiarkan pertanyaan itu menari jalang dengan telanjang. Pertanyaan semisal, bagaimana menggapainya? langkah pertama apa yang mesti dilakukan untuk mencapainya?. Lalu menyusun rencana-rencana di sepetak kertas, menggoreskan segala macam cara untuk menghadapi setiap kemungkinan – baik atau buruk, disinilah aku mulai bermain dengan pertimbangan pertimbangan pada segala keuntungan dan segala kerugian, pada keberhasilan dan kegagalan, aku tak mau impian tentang keberhasilan membutakan, dan kegagalan menjadikan ku manusia pesimis.Setelah itu mulailah raga bergerak, siap dengan jari yang mengepal, meninju karang dengan garang, tak takut lelah dan tak mau menyerah.Jika, memang ternyata kejatuhan ada di depan, itu tak menjadikan ku manusia kalah karena yang jadi masalah adalah bagaimana kita berdiri lagi, bermimpi lagi dan bergerak lagi. Bagi ku jika kita berusaha maka akan selalu ada hasilnya, besar atau kecil itu tergantung dari bagaimana kita me-manage-nya, dan seberapa keras kita berusaha untuk mencapainya.Satu hal yang mesti diingat jika jatuh merengkuh “Jangan pernah salahkan siapapun akan kegagalan kita”. Menyalahkan tak akan memberikan jawaban, itu hanya akan membuat kita terjebak pada polemik salah dan benar, polemik berkepanjangan dan akan semakin menenggelamkan kita pada kegagalan (itulah yang menjadikan kita kalah), kita harus mengerti bahwa di setiap kegagalan di situ ada pembelajaran yang dapat menjadikan kita orang yang lebih baik dari kemarin. Mulailah mencari jawaban dari pertanyaan “bagaimana kita berdiri lagi? bergerak lagi?melaju lagi”, karena waktu terus berjalan maju, ia tak pernah mau menunggu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-2690194684352036166?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/2690194684352036166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/07/stop-dreaming-start-action.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2690194684352036166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2690194684352036166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/07/stop-dreaming-start-action.html' title='Stop Dreaming Start Action'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-1716600287165382975</id><published>2009-07-18T09:26:00.002+07:00</published><updated>2009-07-18T09:27:20.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Saat Matahari...</title><content type='html'>by: fitrawan umar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terik. Panas. Debu. Itu yang harus kulalui setiap hari. Beranjak dari gubuk mulai pagi. Seterusnya hingga menjelang petang. Hidup memang penuh liku. Ada saja tikungan tajam yang mengahadang. Ada saja duri-duri dan kerikil tajam yang harus ditapaki. Seperti itu pula yang harus kujalani di jalanan ini. Bermodalkan mangkuk kecil, kubuang muka yang ada.O, kasihan anakku yang harus kubawa di kehidupan yang kejam ini. Maafkan aku nak. Apa lagi yang bisa kulakukan. Hanya ini yang bisa menghidupi kita. Ku tahu kau kepanasan. Tahanlah nak, ini tak lama.“Pak, .....”Hanya itu yang sering kuucapkan ke pengendara yang lewat di bawah lampu lalu lintas sembari mengajukan mangkuk kecil yang kupegang. Malu harus bilang apa, selain terima kasih kepada mereka yang kasihan melihatku.“Ini seribu, sana..sana....”Meski sakit terasa, kupasrah saja. Itu sudah sering kudengar. Ku tahu ia jijik melihatku.“Hei Bu, kerja dong.....jangan minta-minta melulu. Dasar pemalas.”“Orang seperti itu jangan dikasih uang, nanti tambah malas. Itu tidak mendidik.”Ku tahu, benar apa yang mereka katakan. Tidak mendidik memberi uang kepada pengemis sepertiku. Benar akan membuat orang semakin malas. Tapi kumohon, itu tidak denganku. Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Benar, tak tahu apa yang harus kulakukan. Tuhan, hanya Engkau yang tahu apa yang harus kulakukan.Oh, anakku. Aku hanya bisa menutupi mata dan telinganya agar tidak ikut melihat wajah-wajah jijik yang memandangku. Bentakan-bentakan yang menghinaku. Tidurlah saja nak. Seribu rupiah lagi yang harus ibu cari untuk makan kita pagi ini. Berdoalah nak. Semoga ada yang ikhlas memberi kita sisa rezekinya. Tahanlah nak, ini tak lama.***Ibu. Sampai kapan kita begini. Sampai kapan kita dipanggang matahari setiap hari...Bukan ku bermaksud menyalahi takdir ibu. Bukan pula ku menyalahkan ibu yang membawaku di buruknya kondisi seperti ini. Aku hanya kasihan padanya. Meski ia berusaha menutupinya, ku tahu ibu tidak tahan dengan perlakuan orang-orang. Aku menyesal harus membuat ibu susah payah begini. Yang ia lakukan semata untuk membesarkanku.Kalau perutku lapar, aku berusaha menahan tangis. Sekuat tenaga, aku tak ingin ibu mengkhawatirkanku. Tak ingin ibu cemas. Peluh keringat di wajahnya, membuatku tak sanggup mengeluh perih kosongnya lambungku. Cukup senyum ibu yang menguatkanku.Andai ibu mau, aku juga bisa membantunya. Toh, pernah kulihat anak sepertiku bekerja seperti ibu. Minimal untuk membuatku bisa makan. Dan ibu pun tenang. Tapi ibu tidak mau. Aku tak boleh bekerja seperti itu. Itu hanya pekerjaan orang-orang malas dan yang memang tidak bisa lagi bekerja. Tapi aku tidak setuju. Ibu bukan orang pemalas. Setiap selesai shalat shubuh, ia segera menggendongku menuju tempat ini. Di bawah lampu lalu lintas. Berkilo-kilo jauhnya.Aduh, aku mulai tak tahan dengan laparku. Perutku terasa terkoyak-koyak. Kucoba tegar sekuat hati. Biasanya aku berusaha untuk tidur untuk melupakan sakit ini. Kali ini tidak. Tidur pun aku tak bisa. Oh, anak seusiaku masih sulit menahan derita seperti ini. Maafkan aku ibu. Aku menangis.***“Sabar ya sayang.....sebentar lagi kita makan.....”Oh, Tuhan...rahmatilah kami. Kasihanilah anakku. Kalau sudah begini, aku semakin aktif meminta belas kasihan. Semakin sakit pula hati ini.“Maaf Pak.........anak saya belum makan, kasihani kami..”“Hei, kau tidak baca spanduk di sana.” Bentak istrinyaJANGAN MEMBERI UANG DI JALANANBerkali-kali kubaca spanduk itu. Pak Gubernur yang menginstruksikannya. Memang, sekali lagi kuakui aku salah. Tapi aku tak peduli dengan spanduk itu. Peduli apa gubernur dengan orang sepertiku. Melarang orang meminta-minta di jalanan, tapi tidak memberi solusi yang pasti.Dulu pernah aku diamankan. Katanya untuk diberi keterampilan. Tapi apa? Hanya celaan yang kudapatkan. Meskipun nantinya aku punya keterampilan, siapa yang mau beli hasilnya? Atau siapa yang ingin mempekerjakanku? Mereka jijik melihatku.Ya, ini yang harus kukatakan. Aku menderita kusta. Penyakit yang paling dibenci kebanyakan orang. Setiap langkahku, dijauhi orang. Pandangan yang mengarah padaku adalah pandangan muak. Jijik. Entahlah. Aku bagaikan terisolasi sendiri dalam luasnya dunia. Kehadiranku menggelisahkan banyak orang. Orang senang jika aku pergi.Pernah, di awal-awal menjalani pekerjaan ini, aku selalu naik angkutan umum menuju tempat ini. Aku sisihkan dua ribu rupiah tiap hari untuk naik angkutan esoknya. Tapi kemudian, perlahan aku mulai dikenal sebagai orang berpenyakitan. Orang-orang mulai risih jika aku duduk di dekatnya. Hingga tak ada lagi supir yang mau mengangkutku. Akhirnya jalan yang berkilo-kilo ini harus kutempuh dengan berjalan kaki.Hal-hal seperti itu tentu wajar untuk dimaklumi. Tak ada yang mau ditulari penyakit seperti ini. Tapi, mereka lupa, penyakit TBC justru jauh lebih berbahaya dan sangat mudah menular. Bersin dan batuk sedikit, penyakit itu bisa dengan mudah menular ke orang lain. Mengapa mereka tidak menjauhinya. Atau mengapa orang yang mengidap penyakit AIDS dikampanyekan untuk tidak dikucilkan. Bukankah penyakit itu adalah azab dan bencana akibat perbuatan biadab mereka. Lalu aku? Dosakah ini? Percuma!Suamiku pergi entah kemana. Menghilang. Tak ada yang ditinggalkan untuk istri dan anak-anaknya. Tak ada harta sepersen pun. Inilah beban hidup yang harus kujalani.Oh, anakku masih tersedu-sedu. Bisa kurasakan betapa perihnya yang ia alami. Tubuhnya semakin kurus saja. Aku merasa berdosa. Seharusnya ia sekarang tengah bermain-main dengan anak seusianya. Bahkan merasakan indahnya taman kanak-kanak, belajar sambil bermain. Tapi aku tak bisa itu. Anakku terpaksa kubawa di tempat peraduan ini.“Dek, kasihan anakku belum makan...” lirihku pada anak muda yang berseragam putih abu-abu itu. Wajahnya berseri. Bercahaya. Seolah tak ada penderitaan yang pernah ia rasakan. Beda denganku, kusut.“Ini Bu, ini untuk makan ibu dan anaknya ya...” Syukurlah ya Allah, alhamdulillah akhirnya anakku bisa juga makan hari ini. “Dan ini untuk besok. Minimallah besok ibu tidak mengemis lagi sehari.” Lanjutnya lagi.Alangkah indahnya manusia seperti itu. Aku bahkan malu pada diriku, hanya bisa memanfaatkan kebaikan orang lain.***Alhamdulillah. Akhirnya ibu membelikanku juga makanan. Nasi putih dan ikan. Itulah makananan kami sehari-hari. Saat-saat makan kuanggap anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepadaku. Betapa nikmatnya. Perut yang tadinya meronta-ronta terisi satu per satu nasi. Ya, akhirnya.Kulihat wajah ibu. Peluh keringat masih menempel di wajahnya. Dengan lahap ia menikmati menu makanannya. Aku bisa merasakan kebahagiaan di matanya. Aku tak pernah tahu mengapa ibu hidup seperti ini. Yang kutahu ibu hanya mempunyai penyakit sedikit di tangan kirinya. Semenjak ayah pergi, ibu tak pernah lagi mengobati penyakitnya itu.Huh, sejauh ini yang kunamai hidup adalah bagaimana kita bisa makan setiap hari. Apalagi. Sudah terlalu beruntung kalau kami makan dua kali sehari. Biasanya cuma sekali sehari. Di saat matahari tepat di atas kami..&lt;br /&gt;Makassar, 8 Februari 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-1716600287165382975?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/1716600287165382975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/07/saat-matahari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1716600287165382975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1716600287165382975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/07/saat-matahari.html' title='Saat Matahari...'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-5068059690588778047</id><published>2009-07-18T09:26:00.001+07:00</published><updated>2009-07-18T09:26:39.107+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>One days left</title><content type='html'>by: srisulistiana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lebih, baik kita cerai saja!!!!!&lt;br /&gt;”“ DEEENG ” Kepalaku terasa kosong mendengar perkataan ayah itu, Akhirnya pertengkaran panjang ini akan segera berakhir, jujur aku sedikit lega mendengar keputusan papa itu mungkin cerai adalah pilihan yang terbaik untuk kami. Papa, mama dan aku. Aku bosan setiap pagi harus mendengar teriakan pertengkaran mereka, aku bosan setiap pulang sekolah mendapati mereka sedang bertengkar hebat dan melampiaskan pada banyak barang elektronik di rumah, terlebih lagi saat malam hari sehingga membuatku sulit memejamkan mata dan ujung – ujungnya aku sering terlambat ke sekolah.            “ Dinda!”Aku menoleh, saat itu aku berniat mencari udara segar di luar, sebab bagiku udara di rumah ini sudah terkontaminasi dengan hawa kebencian dan kemarahan sehingga membuatku pengap.            “ Ada apa” Jawabku singkat, padat dan jelas            “ Mama dan papa memutuskan untuk…..”            “ Aku tau, Jadi sekarang mau kalian apa?”            “ Kamu harus pilih, antara mama dan papa, kamu mau ikut sama siapa?”Mataku terbelalak, aku sama sekali tidak menduga sebelumnya akan muncul pertanyaan seperti ini. Aku harus menjawab apa? Aku bingung? Walau bagaimana pun mereka adalah orang tuaku, kalau harus memilih harus tinggal sama siapa aku mendingan tidak tinggal dengan kedua duanya.            “ Aku tidak bisa,” Jawabku memecah kehenian            “ Maksud kamu apa, nak?” Tanya papa, wajahnya kelihatan bingung“ Kalau harus memilih seperti ini, aku tidak bisa. Aku lebih baik tinggal sama nenek,” Jelasku lagi, lalu segera pergi dari hadapan mereka berdua.………………………….Hari ini, aku berada di sidang orang tuaku.Aku sedih karena sebentar lagi aku akan berpisah dengan mereka. Begitu palu hakim itu diketuk aku akan resmi menjadi anak yatim piatu tanpa mama dan papa.            “ Dinda, kamu beneran tidak mau memilih salah satu di antara kami?” Tanya mama begitu sidang telah selesai. Wajahnya terlihat cemas.“ Ma, dinda tidak mau mengganggu mama dan papa lagi. Kalau tidak ada dinda, mama dan papa kan bisa membuat keluarga yang baru, yang lebih bahagia. Iya kan?”Mama menunduk, mungkin kata – kataku terlalu keras baginya. Tapi, akhirnya dia bisa menerima. Dan akhirnya aku benar – benar terpisah dengan mereka. Untuk terakhir kalinya, mama, papa, dan aku pergi ke rumah nenek yang berada di desa. Sebenarnya aku merasa senang, entah sudah berapa lama aku tidak merasakan suasana seperti ini. Walaupun yang terakhir, tapi aku senang bisa berkumpul dengan mereka.            Kira – kira 3 jam berlalu sejak aku berangkat dari kota, kini aku telah berada di sebuah desa kecil yang indah. Hmm, pemandangan desa ini sangat indah. Waktu kecil aku pernah kesini dan aku tidak menyangka desa nya tetap seperti dulu. Tidak berubah.            “ Nak, Mama..sudah bicara dengan nenek..Katanya, kamu boleh tinggal disini,” Mama tiba – tiba muncul di belakangku.Aku menoleh tapi tidak menjawab satu kata pun. Aku hanya diam menatap mama.            “ Nak, kamu benar – benar yakin dengan keputusanmu?”“ Ma, aku yakin. Lagian kasian nenek, dia kan sudah tua. Kasihan kan kalau dia                     tinggal sendiri,”Kali ini mama tidak mendesakku lagi. Dia menatapku dengan tatapan sedih dan penuh pengharapan, mungkin dia masih berharap kalau aku aku ikut dengannya.            “ Nak, mama pergi dulu. Kamu jaga diri baik – baik ya?”Aku tidak kuasa menahan air mata ini. Tapi, aku tidak mau menangis di depan mama, Aku tidak mau kelihatan seperti anak yang cengeng, aku harus kuat. Aku harus siap menghadapi kehidupan baruku disini.………………………………..            1 tahun sudah aku tinggal didesa ini. Dan aku sama sekali tidak betah tinggal disini. Nenek yang selalu mengaturku seperti anak tk, teman – teman sekolah yang selalu ingin tau urusanku, bahkan seorang cowok tetangga yang selalu membuntuti ku kemanapun aku pergi. Jujur Aku tidak suka disini!.            “ Nak, kamu mau pergi kemana?” Tanya nenekAku tidak menjawab. Aku bosan menjawab pertanyaan yang sama terus setiap hari. Apa nenek tidak melihat aku memakai seragam sekolah.            Disekolah pun keadaan tidak lebih baik dari di rumah. Teman – teman selalu berusaha mendekatiku. Dan selalu ingin tau urusanku. Apa mereka tidak lihat aku ingin sendiri.            “ Din, kamu mau tidak ikut dengan kami ke rumah fena,” Tanya anak berpenampilan cupu bernama astuti.            “ Tidak, Lagian untuk apa juga aku kesana,”            “ Begini din, Fena baru aja beli telpon genggam baru di kota. Dan dia ingin mmperlihatkannya pada kita,” Anak lain yang bernama ani melanjutkan.“ Kuno banget sih kalian, hp baru aja dipamer,” Aku langsung pergi meninggalkan mereka yang masih menatapku dengan tatapan antara kecewa dan sedih.Bel pulang sekolah berbunyi. Inilah saat yang aku tunggu – tunggu. Rasanya tidak tahan kalau terus berada bersama sekumpulan orang – orang cupu ini.Saat pulang sekolah aku tidak langsung pulang kerumah, aku selalu mampir ke danau yag berada di ujung desa. Mungkin, danau inilah satu – satunya tempat terkeren di desa ini.            “ Ma, pa.. Kenapa kalian tidak pernah menghubungiku. Apa kalian sudah punya keluarga baru, apa kalian sudah lupa sama aku,” Tanpa terasa air mataku menetes.Aku tidak tahan kalau harus terus hidup di desa ini. Bisa – bisa aku menjadi orang cupu seperti mereka. Disini, aku benar – benar terisolasi dari dunia luar. Aku tidak tau perkembangan dunia diluar sana. Disini, aku bahkan tidak tau hp keluaran terbaru.            “ Hey, melamun aja ni,”Aku menoleh, melihat seorang cowok berpakaian sederhana di belakangku. Dia lagi – dia lagi, apa tidak bosan selalu membuntuti aku.            “ Mau apa?”            “ Kamu ini kok  pemarah sekali sih, Aku hanya mau berteman sama kamu,”            “ APA?”Tidak.tidak, aku tidak boleh punya teman dari desa ini. Nanti aku ketularan deh ama mereka. Aku harus sabar, nanti kalau sudah tamat sekolah aku akan langsung pergi dari desa terpencil ini.            “ Mau kan?” Tanya nya lagi.            “ Oke, tapi kamu harus jawab dulu pertanyaanku,”            “ Apa itu, pasti kujawab,” Jawabnya yakin.            “ Apa hp yang paling terkenal sekarang? Apa laptop yang paling mahal sekarang? Siapa presiden Indonesia sekarang?”Cowok itu terdiam. Dia bingung. Ya, tuhan presiden sekarang saja dia tidak tau. Seterpencil inikah desa ini?“ Pertanyaan seperti ini saja kamu tidak bisa jawab, gimana bisa jadi temanku. Kalau kamu sudah dapat jawabannya baru aku mau mau jadi teman kamu,”Cowok itu terdiam. Dia menatapku dengan tatapan kecewa dan tiba – tiba langsung pergi meninggalkanku.            Di rumah keadaan menjadi lebih buruk. Nenek langsung menjatuhi sejuta pertanyaan yang membuatku malas menjawabnya.            “ Dari mana? Kok malam begini baru pulang?”            “ Dari sekolah, tadi ada kegiatan makanya telat pulang,” Aku terpaksa berbohong.            “ Kamu tidak bohong kan?”            “ Tidak..Mana makanannya aku lapar!”Tempe, tahu, dan sagu. Makanan yang sama lagi. Jujur, disini aku makan nasi hanya sebulan sekali. Huh, gimana bisa sehat kalau Cuma makan sagu. Burung juga tidak mau makan makanan menjijikan ini. Tapi, daripada kelaparan. Aku terpaksa harus memakannya. Butuh perjuangan berat untuk menghabiskan sepiring makanan ini.            Sebelum tidur, kuperhatikan ayat suci yang berada di di dinding – dinding kamar.Aku jadi malu pada diriku sendiri. Sudah lama sekali aku tidak membaca ayat suci itu. Mungkin kehidupanku sekarang adalah balasan dari tuhan karena aku sudah lama melupakanNya.……………………..            “ Dinda, kamu tidak boleh pergi. Kalau kamu pergi nenek ikut,”Selama ini aku sudah berpikir kalau nenek sudah pikun, tapi kali ini aku benar – benar yakin kalau nenek sudah benar – benar pikun. Gimana nih? Masa aku mau bawa nenek – nenek ke sekolah?            “ Ta..tapi, nek,”            “ Kamu pasti bohong, bilangnya mau sekolah, taunya pacaran iya kan?”Apa?. Nenek.. nenek, kenapa sih bisa punya pikiran seperti itu, lagian jangankan pacaran, berteman saja aku tidak mau sama orang di kampung ini.            “ Nek, mana mungkin itu terjadi,”Cukup lama aku berdebat dengan nenek. Sampai akhirnya nenek yang menang. Dan sekarang aku benar – benar telah melakukan hal yang paling bodoh seumur hidupku. Membawa nenek – nenek ke sekolah. Tebak, siapa yang berani melakukan ini.            “ O, pantesan aja dinda gak mau berteman sama kita, rupanya dia maunya temenan sama nenek – nenek,” Seru cowok berpenampilan super berantakan begitu aku memasuki kelas.Mendengar suara cowok itu, kontan seluruh kelas tertawa. Aku jadi ingat saat aku sekolah di kota dulu. Saat Ani membawa adiknya ke kelas, aku lah yang paling keras tertawa. Sekarang aku juga merasakannya.            “ Ternyata orang sombong ini gemar sama nenek - nenek,” anak yang lain balas mengejekku.            “ Di rumahku juga ada nenek – nenek lo, kalau kamu mau datanglah bermain dengannya,” lanjut anak yang lain.Suara tawa anak – anak itu menjadi lebih keras. Ya tuhan, aku malu sekali. Sekarang wajahku pasti sudah kayak kepiting rebus. Aku tidak tahan lagi.            “ Hey, mau kemana kamu anak sombong, jangan tinggalin tuh teman kamu,”Aku tidak mau lagi disini, aku tidak tahan, desa ini memang bukan tempat untukku. Rasanya aku sudah tidak punya muka lagi untuk ke sekolah apalagi pulang ke rumah. Aku mau mati saja.            “ Mati, ya. Lebih baik aku mati saja. Tidak ada lagi alasanku untuk hidup,”Kupercepat langkahku menuju ke tabib di desa ini. Aku mau minta racun, mungkin terlihat aneh, tapi, mungkin inilah keputusan yang terbaik untukku.………………………            “ Kamu yakin?” sang tabib mengeryutkan keningnya yang berwarna putih.            “ Iya, pak. Aku sudah tidak tahan lagi hidup di dunia ini,”Sejenak tabib itu terdiam. Lalu kemudian dia tersenyum, “ Baiklah,”Tabib itu memberikan sebuah ramuan aneh. Katanya kalau aku minum obat itu, aku hanya akan bertahan hidup 1 hari. Awalnya aku sedikit ragu. Tapi, mengingat perlakuan teman – temanku tadi rasanya aku ingin cepat – cepat meneguk obat itu.            “ minumlah obat itu nanti malam sebelum tidur, dan waktu hidupmu hanya tinggal 1 hari,”            “ Baik, pak,”Setelah mengucapkan terima kasih aku pun pergi meninggalkan tempat itu. Untung saja tabib itu tidak meminta bayaran sepeser pun. Karena kalaupun dia minta bayaran, aku juga tidak punya uang untuk membayarnya.            Di perjalanan pulang, aku bertemu lagi sama cowok aneh yang suka mengikutiku itu. Wajahnya terihat penuh kemenangan saat menghampiriku.            “ Hey, aku sudah tau jawabannya,” sahutnya sambil nyengir.            “ Jawaban apa?,” tanyaku bingung.            “ Itu, pertanyaan mu yang kemarin. Aku bisa jawab sekarang,”Orang ini benar – benar aneh. Apa dia tidak tau kalau pertanyaan yang kemarin itu hanya sekedar penolakan secara halus.            “ maaf,” sahutku ketus “ aku tidak punya waktu, lebih baik simpan jawaban itu untuk dirimu sendiri!,”Aku pergi meninggalkannya.  Untung saja kali ini dia tidak mengikutiku. Mungkin dia sudah menyerah. Baguslah, biar sisa hidupku ini aman tanpa dia.……………………            Sudah malam, hari ini untuk pertama kalinya nenek tidak bicara satu kata pun padaku. Apa nenek merasa bersalah ?. Huhh, kasihan nenek. Kalau aku meninggal, dia akan sendirian lagi. Sudah ah, aku tidak boleh membatalkan niatku. Kuperhatikan botol kaca kecil di tanganku. Apa aku harus meminumnya?.“ TOK TOK TOK ” pintu diketuk saat aku hendak membuka tutup botol racun itu.Aku tidak menjawab, pura – pura tidur.“ Dinda, maafkan nenek. Ini semua nenek lakukan karena nenek sayang sama kamu,”Aku terdiam, benarkah apa yang dikatakan nenek?. Dia sayang sama aku, tapi bukannya tadi dia sudah membuatku malu dihadapan teman – teman.            “ nek…” Sahutku pelan, memastikan nenek tidak ada lagi di depan pintu.Tidak ada jawaban. Sekarang aman. Aku bisa meminum racun ini sekarang. Kubuka utup botol itu, dan meneguknya perlahan –lahan. Seteguk, dua teguk dan akhirnya habis. Ukkhh, obat ini pahit sekali. Dan tiba – tiba aku merasa mengantuk………………………            Untuk pertama kalinya sagu terasa sangat nikmat bagiku. Mungkin karena inilah makanan terakhirku di dunia. Besok aku telah tiada. Rasanya sedih juga.            “ Nak, kamu masih mau,” sahut nenek menawarkan semanguk penuh sagu.            “ Tidak nek,”            “ Nenek senang hari ini kamu sangat ceria, maafkan nenek atas kejadian kemarin ya?”            “ Kemarin? Oh, aku udah lupain tuh. Oh iya nek aku pergi dulu ya ke sekolah”Aku menciumi tangan nenek, pertama kalinya kulakukan sejak aku tinggal disini.            Seperti yang kuduga, teman – teman masih belum bisa melupakan kejadian yang kemarin. Mereka terus saja mengejekku.            “ Teman – teman maafkan aku, mungkin selama ini aku sombong sama kalian. Maafkan aku,” Teriakku saat tawa teman – teman sekelas mulai menyeruak.Mereka langsung terdiam, menatapku tidak percaya. Aku senang akhirnya kuutarakan juga hal itu. Aku tidak mau mempunyai musuh saat aku meninggal nanti.            “ Kamu. Beneran?” anak yang kemarin duluan mengejekku pertama bicara.            “ Iya, aku.. aku ingin berteman dengan kalian semua sebelum aku ma….,”Uppps, hampir saja keceplosan. Aku tidak boleh mengatakan hal ini duluan, biarlah besok mereka mengetahuinya dari nenek.            “ Ma. Apa?” Astuti bertanya            “ Ma..manyesal,” sahutku berusaha menjawab            “ Lho? Bukannya menyesal?” anak yang lain menimpali.            “ I..iya, maksudku itu,”Anak – anak lain langsung tertawa mendengar jawabanku. Aku pun ikut tertawa, Sudah lama aku tidak tertawa seperti ini sama teman – teman, rasanya menyenangkan sekali. Aku bahkan hampir lupa kalau aku akan meninggal besok.            Sekolah usai, untuk pertama kalinya aku merasa waktu di sekolah sangat singkat. Hari ini benar – benar menyenangkan. Saat aku dalam perjalanan pulang, aku mendapati cowok aneh itu sedang duduk termenung di pinggir danau. Aku memutuskan menghampirinya.            “ Hei!!,” sahutku sambil menepuk pundaknya.Ia menoleh. Wajahnya terlihat bingung dan terkejut saat menatapku. Sesekali di kucek – kuceknya matanya untuk memastikan. “ I..ini beneran kamu?”            “ Kenapa sih, kayak aku ini artis saja,”Ia tersenyum. Untuk pertama kalinya aku melihat senyumannya, cowok ini manis juga. Tidak kalah sama cowok – cowok di kota.            “ Aku mau minta maaf,”            “ Maaf ? Memangnya kamu salah apa?” Tanya nya bingung.            “ Selama ini, aku sudah sombong sama kamu. Makanya aku..,”            “ Oh.. aku udah lupain tuh, oh iya aku sudah tau jawaban dari pertanyaan mu,”            “ Oh ya?”            “ Hp termahal sekarang nokia, laptop termahal sekarang computer, dan presiden Indonesia sekarang SBY, iya kan?”            “ Jawaban kamu hanya satu yang benar, hahahahaha,”            “ Yaa, ayahku salah dong memberikan jawaban,”Kami berdua tertawa bersama. Lalu kemudian cowok itu terdiam dan menatapku.            “ Hei, aku tau kamu memang cantik tapi kamu menjadi jauh lebih cantik kalau tertawa seperti itu,”Wajahku memerah, Aduh kenapa denganku. Jantungku berdegup kencang. Mungkinkah racun itu mulai bereaksi?            “ Oh iya aku belum tau siapa namamu?”            “ Aku Dinda,”            “ Aku Rio, salam kenal,”…………………….            Hari sudah malam. Aku mengambil air wudhu dan menjalankan sholat isya bareng nenek. Aku sudah lupa cara wudhu dan gerakan sholat, tapi dengan sabar nenek mengajariku. Aku tidak tau, kalau sholat dapat membuat jiwaku setenang ini.            “ Ya, tuhan..Terima kasih telah memberikan hari terakhir yang indah untukku, tapi tuhan kalau aku boleh memohon, bolehkah aku tetap hidup besok dan seterusnya. Aku tidak ingin mati ya tuhan, aku ingin terus hidup menemani nenek dan memperbaiki kehidupanku yang dulu,” Sahutku dalam hati.Setelah sholat, aku mencium tangan nenek dan beranjak ke kamarku. Sebelum tidur, bayangan akan kejadian hari in teringat lagi olehku. Kenapa, perasaan bahagia ini menjadi yang pertama dan terakhir untukku. Ya tuhan, semoga besok aku masih bisa merasakan kebahagiaan ini, amin!…………………..            Keesokan harinya aku terbangun dengan perasaan segar. Lho? Aku masih hidup? Kok bisa?. Rasanya tidak percaya kalau aku masih melihat dunia ini.            “ Dinda, sarapan sudah siap. Kamu mau tidur sampai kapan?” teriakan nenek membuatku benar – benar yakin kalau ini bukan mimpi. Ini nyata! Aku masih hidup!Hatiku terus bertanya – Tanya mengapa racun itu tidak bekerja? Untuk menuntaskan rasa penasaran ini aku kembali mengunjungi rumah tabib itu. Aku terpaksa membolos.            “ Apa? Jadi itu bukan racun?”            “ Iya, itu hanya obat herbal biasa,” ujar tabib itu            “ Kok bisa,”            “ Kurasa kamu tau jawabannya,”Otakku menimbang – menimbang perkataan kakek itu, dalam hati aku bersyukur kalau aku belum mati. Aku bersyukur, aku masih bisa merasakan indahnya kehidupanku sekarang. Kakek ini benar, coba kalau dia berikan aku racun beneran aku pasti akan mati sia – sia. Bukannya bunuh diri itu dosa?            “ Terima kasih kek, sekali lagi terima kasih,”            “ Mulai sekarang kamu harus lebih menghargai hidup,”            “ Iya,”            Beberapa bulan berlalu sejak kejadian itu, hidupku benar – benar berubah sekarang. Teman – temanku sangat baik padaku, Nenek sangat sayang padaku, dan hal yang paling membuatku bahagia adalah papa dan mama rujuk lagi, dan mereka kembali mengajakku untuk tinggal bersama mereka, tetapi aku tidak bisa menerimanya karena…            “ Kalau kamu mau pergi, pergilah! Bukannya itu yang sangat kamu impikan,”            “ Tapi,”“ Jangan khawatir, nanti kalau udah lulus sma aku bakal ke Jakarta buat lanjutin sekolah,” Ujar rio sambil tersenyum            “ baiklah, tapi kamu janji ya,”            “ Iya, aku janji,”Aku memutuskan untuk balik lagi ke kota. Rasanya sedih juga harus meninggalkan tempat ini. Tempat yang mengajariku cara untuk lebih menghargai hidup. Tapi, aku juga senang bisa berkumpul lagi sama mama dan papa. Kupikir selama ini mereka melupakanku. Ternyata, pengalaman itu memang guru yang terbaik. Ia mengajariku ujian terlebih dahulu baru kemudian pelajarannya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-5068059690588778047?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/5068059690588778047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/07/one-days-left.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5068059690588778047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5068059690588778047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/07/one-days-left.html' title='One days left'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-1655609450620048646</id><published>2009-07-18T09:25:00.001+07:00</published><updated>2009-07-18T09:25:52.948+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Bagun Pagi</title><content type='html'>by: moulthe13th&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiiin.....tiin....” bising sekali suara klakson mobil bersahut sahutan. Keringat semakin banyak membasahi wajah dan kemejaku. Bukan hanya karena panasnya udara di dalam metro mini yang penuh sesak dijejali penumpang tetapi juga karena aku sedang dilanda kecemasan tingkat tinggi. Hari ini aku mendapat panggilan kerja dan akan menjalani serangkaian tes seleksi calon pegawai. “Aku harus mendapatkan pekerjaan ini” aku mengingatkan diriku sendiri sembari menyeka mukaku yang dibanjiri peluh dengan sapu tangan ku. Jarang-jarang aku mendapat kesempatan mengikuti tes seleksi karyawan, sebagian besar aplikasi yang aku masukkan tidak pernah mendapat jawaban dari perusahaan. Karena itu aku harus benar-benar memanfaatkan peluang ini, terlebih lagi, perusahaan yang memanggilku ini adalah sebuah perusahaan besar yang tentu saja sangat baik untuk masa depanku dan keluargaku.&lt;br /&gt;Aku harus menempuh perjalanan jauh dari rumahku di timur Jakarta menuju kantor tersebut di bilangan Jakarta Selatan. Dalam waktu normal aku bisa menempuhnya dalam waktu 1,5 jam saja, tetapi apakah aku bisa sampai di sana tepat waktu jika aku sudah terjabak macet yang separah ini? Harusnya aku bisa menghindari kemacetan ini jika aku tadi berangkat lebih pagi dari rumah. Tidak mengapa jika aku harus tiba di sana lebih awal dan menunggu sendirian di sebuah tempat asing dari pada aku telat dan bisa menghancurkan semua harapan ini. Bukan hanya harapanku, tetapi juga harapan keluarga ku.&lt;br /&gt;Jengkel sekali aku pada diriku sendiri. Kumaki-maki diriku yang tidak bisa menghargai waktu dan selalu menganggap gampang. Kenapa juga tadi pagi setelah shalat Subuh aku tidur lagi. Walaupun cuma 15 menit tetapi akibat yang ditimbulkan sungguh-sungguh sangat mengkhawatirkan. Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 08.15 menit, padahal tes dimulai pada pukul sembilan dan sampai saat ini belum separuh perjalanan ku lalui. Jantungku berdegup semakin kencang dibarengi dengan semakin membanjirnya peluhku setiap kali aku melihat jam tanganku. Andaikan aku tadi tidak tidur lagi setelah shalat Subuh dan langsung mandi. “Mungkin aku tidak akan mengalami hal seperti ini” gerutu ku dalam hati dengan muka yang bersungut-sungut. Sesaat kemudian aku tersenyum getir “bukannya kamu sudah biasa seperti ini? Bukankah memang kamu selalu menganggap gampang sesuatu dan tidak pernah bisa menghargai waktu? Sudah berapa kali kamu berada dalam situasi seperti ini?” Kurebahkan badanku ke sandaran kursi metro mini yang sempit dan keras ini. Iya, ini memang salah ku, kesalahan yang terus saja berulang. Setiap aku mengalami saat-saat seperti ini aku selalu marah-marah kepada diriku sendiri dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tetapi pada kenyataannya tetap saja kejadian seperti ini berulang dan terus berulang. Aku merasa susah sekali membuang kebiasaan burukku ini walaupun aku sangat-sangat menyadari bahwa kebiasaan burukku itu banyak membawa kerugian terhadap diriku sendiri.&lt;br /&gt;Sampai kapan aku akan terus mengikuti dan melayani kebiasaan-kebiasaan burukku ini? Selama aku tidak bisa membuang kebiasaan-kebiasaan burukku, maka selamanya aku tidak akan bisa mencapai kehidupan yang lebih baik. Karena kebiasaan-kebiasaan burukku akan terus dan terus menghambatku dari hari ke hari. Memang benar kata-kata bijak yang mengatakan bahwa “Musuh Terbesar bagi Kita adalah Diri Kita Sendiri”. Bagaimana aku akan mengalahkan pesaing-pesaingku dalam tes nanti jika aku tidak bisa mengalahkan kebiasaan burukku? Aku memang harus bisa berubah, meskipun terlihat sepele tetapi sesungguhnya sangat berat untuk melaksanakannya. Aku harus membulatkan tekad dan niat agar aku bisa benar-benar membuang kebiasaan burukku ini. Semoga kali ini niat dan tekadku tidak hanya menjadi niat dan tekad belaka seperti sebelum-sebelumnya...Semoga...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-1655609450620048646?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/1655609450620048646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/07/bagun-pagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1655609450620048646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1655609450620048646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/07/bagun-pagi.html' title='Bagun Pagi'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-6939290183656678028</id><published>2009-05-12T15:38:00.000+07:00</published><updated>2009-05-12T15:39:06.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>WAJAH DUA RAHIM</title><content type='html'>Pagi terus saja menyeret matahari yang bulat. Cahaya keemasan berpijar makin memanas membungkus tubuh Dewantoro yang tegak menghadap tiang bendera Merah-Putih, persis di tengah halaman sekolah SMP. Tangan kanannya nampak masih bertahan memberi hormat kepada bendera yang terus saja berkibar dengan gagah, bahkan seakan terus mengejeknya. Keringat Dewantoro mulai bergulung berjatuhan dari dahinya yang licin dengan menyimpan rasa malu.&lt;br /&gt;Sampai lima belas menit kemudian, ibu Rahmi, guru wali kelas Dewantoro, menghentikan hukuman atasnya.&lt;br /&gt;“Bagaimana rasanya” tanya ibu Rahmi.&lt;br /&gt;Dewantoro diam.&lt;br /&gt;“Jadi apa yang akan kamu lakukan setelah ini”&lt;br /&gt;“Tidak akan datang terlambat lagi”&lt;br /&gt;“Baik, kamu harus berjanji…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelas, Dewantoro benar-benar tidak dapat berfikir bening. Hatinya nampak sekali remuk meskipun ia begitu berusaha kuat menahannya dalam diam. Bagai tikaman belati merobek perut Dewantoro, setiap pagi ia tak pernah merasakan namanya sarapan nasi. Paling dia hanya dapat makan getuk hasil tanam ubi di belakang pekarangan rumahnya, itupun nasibnya senin-kamis.&lt;br /&gt;Prapti ibunya, selalu memetik daunnya setiap pagi, lantas dijualnya di pasar. Dikumpulkan uang seratus-dua ratus rupiah dengan sabar. Jika habis semua, paling terkumpul uang Rp.10.000 setiap harinya. Namun seringkali kurang dari itu. Tentu saja uang hasil jualan daun ubi dari pekarangan yang tidak luas bagi Prapti sangat tidak bisa diandalkan untuk makan keluarga setiap harinya. Tapi apa boleh buat semua harus dijalaninya.&lt;br /&gt;Kondisi ekonomi bangsa yang terus terpuruk lebih-lebih sejak kasus moneter 1998 memang teramat terasa sekali begitu mencekik bagi keluarga seperti Prapti. Di saat bagi kebanyakan orang coin Rp.500 sudah tidak berharga, tapi tidak bagi Prapti Jangankan untuk berfikir menyekolahkan anak yang biaya sekolah begitu mahalnya, mengusahakan makan sehari-hari saja begitu sulitnya. Apalagi Prapti sebagai orangtua tunggal harus pontang-panting mengidupi keluarga. Sejarah kehidupan Prapti memang sempat tragis. Arjono suaminya telah meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di pabrik tempat dia bekerja sebagai buruh kasar tujuh tahun silam. Meskipun ada tabungan ganti rugi atas jaminan kecelakaan pekerja dari pihak pabrik, tapi tetap saja itu tidak dapat mencukupi kebutuhan mereka berdua keseharaiannya.&lt;br /&gt;Dewantoro semakin tidak dapat melihat tulisan pada bukunya dengan jelas, semuanya nampak kabur bahkan pandangan matanya makin gelap, tak tahan langsung dirundukkan kepalanya di atas meja. Semua teman-teman sekelasnya ikut-ikutan terbawa iba dan kasihan. Segera Ani, ketua kelasnya melaporkan kondisi Dewantoro kepada ibu Rahmi.&lt;br /&gt;“Dewantoro sakit ya ? maafkan Ibu yang tadi telah menghukummu. Ibu tidak tahu kalau kamu lagi sakit”&lt;br /&gt;Dewantoro malah semakin tak sanggup menahan tangisnya. Tak ada jawaban satu katapun yang dapat diberikan. Ibu Rahmi pun lantas menganjurkan Dewantoro agar pulang dan istirahat saja di rumah.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sejak kejadian itu Dewantoro sudah tidak lagi masuk sekolah. Kebutuhan ekonomi keluargannya yang sangat sesak menghimpitnya akhirnya mendesaknya untuk berhitung keras mengambil keputusan untuk putus sekolah. Seakarang dia ikut membantu ibunya mencari uang untuk bisa makan kesehariannya dengan mengojek payung di Mall setiap hujan. Namun jika cuaca bagus, Dewantoro menjadi polisi cepek yang ngatur lalu-lintas kendaraan di perempatan jalan di wilayah Perumahan Wibawa Praja. Hasilnya agak lumayan. Terkadang ia bisa makan dan menabung sisanya.&lt;br /&gt;Guru dan teman-temannya pernah membujuk Dewantoro agar tetap sekolah.&lt;br /&gt;Mereka memang begitu sangat perduli.&lt;br /&gt;“Sayang kalau keluar, tinggal satu tahun,” kata mereka.&lt;br /&gt;Bahkan pihak sekolah sudah mencoba menghubungi Prapti, agar Dewantoro tetap sekolah dengan jaminan dibebaskan membayar semua kebutuhan pendidikan, termasuk SPP dan buku-buku. Tapi sekarang Dewantoro sudah terlanjur sibuk di jalan. Penampilannya pun sudah berubah tidak seperti ketika ia masih sekolah. Rambutnya lumayan gondrong dan disemir pink.&lt;br /&gt;Malam makin berselimutkan gelap. Sorot lampu jalan bagai suluh mengiris pori-pori. Dewantoro masih bertahan tegak di tengah jalan menunggu mobil berlalu-lalang. Di mulutnya terselip peluit yang sesekali ditiupnya. Biasanya sekitar pukul 20.00 WIB Dewantoro baru istirahat di warung kopi seberang jalan, sembari menghitung hasil palakan.&lt;br /&gt;Jaja, senior Dewantoro mendekatinya.&lt;br /&gt;“Dapat banyak Toro ?”&lt;br /&gt;“sedikit”&lt;br /&gt;“Mana jatah…”&lt;br /&gt;Dewantoro menyerahkan beberapa lembar ribuan pada Jaja sebagai setoran untuk keberadaan kelompok jalan mereka. Ya, mereka telah memebentuk gang preman untuk menguasai daerah agar tidak diambil yang lain. Naluri seperti itu telah tertanam dengan sendirinya.&lt;br /&gt;“Besok penampilan kamu harus lebih sangar lagi, biar agak macho” kata Jaja menekan.&lt;br /&gt;“Apa hubungannya”&lt;br /&gt;”Kayak kagak tahu aja, biar orang takut ”&lt;br /&gt;“Maksa dong …”&lt;br /&gt;“Di jaman sekarang ini hidup perlu paksaan. Kalau perlu kaca mobilnya digedor”&lt;br /&gt;“Busyeet…pulang ah …”&lt;br /&gt;Menyusul Dewantoro bergegas meninggalkan Jaja. Keduanya saling tos.&lt;br /&gt;“Ok bos, sampai ketemu besok”&lt;br /&gt;Pola pikir Dewantoro memang berubah semenjak ia menemukan lingkungan baru yang tidak mengenal sekolah. Pribadi dasarnya sebenarnya ia anak yang halus dan berbudi. Tapi lingkungan jalanan ternyata cukup tanggung membawanya menjadi manusia yang serba nekat.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Pada sebuah rumah gedek yang mungil. Di atas kasur tanpa ranjang, Dewantoro, untuk pertama kalinya menikmati menonton teve hasil dari keringatnya. Tentu saja membuat Prapti semakin sayang dengan anak semata wayangnya itu.&lt;br /&gt;“Makanlah dulu Toro, ibu sudah masakkan lauk kesukaanmu, kalau didiamkan lama nanti basi” kata Prapti.&lt;br /&gt;“Biarlah bu, Toro sudah kenyang, baru saja makan di warung”&lt;br /&gt;“ Itu yang ibu tak suka, setelah kamu bisa mencari uang sendiri, lantas jarang makan di rumah. Padahal ibu juga ingin makan bareng kamu Toro”.&lt;br /&gt;Dewantoro terus saja memainkan remote teve memilih-pilih siaran yang bagus.. Seakan dia tidak mendengar kata-kata ibunya.&lt;br /&gt;Udara semakin dingin dan malam pun semakin gelap. Tapi Dewantoro semakin tidak bisa tidur. Tiba-tiba bayangan wajah bapaknya menelusup dalam ingatannya. Dilihatnya ibunya sudah tertidur pulas. Ditatapnya wajah ibunya yang berkerut, menandakan betapa Prapti sudah mulai tua dan letih. Dewantoro diam-diam memijat-pijat kaki ibunya, hingga membuat Prapti setengah tersadar dari tidur.&lt;br /&gt;“Kamu kok belum tidur Toro?”&lt;br /&gt;“ Belum bu, sudah ibu tidur saja, biar Toro yang memijit kaki ibu”&lt;br /&gt;“Kamu baik sekali Toro…, terima kasih ya..”&lt;br /&gt;Malam mulai mengapung bersama bintang-bintang tampak menghias langit. Namun mata Toro masih belum dapat tidur.&lt;br /&gt;“Kalau saja ada ayah sekarang, tentu ibu tidak seletih sekarang, kasihan sekali ibu” pikirnya.&lt;br /&gt;Perlahan-lahan nampak air mata bergulir dari dua bola matanya yang jantan, menetes di kaki ibunya.&lt;br /&gt;“Pasti ibu sekarang bermimpi indah. Ya Allah lindungilah ibuku, sebagaimana ia selalu menjagaku …., aku tidak ingin melihat ibu sedih ….” Sebait doa Dewantoro begitu tulus yang langsung direbahkan tubuhnya dan tidur di samping ibunya.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by:Mustaqiem Eska&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Bersyukurlah jika hidup jauh lebih baik!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-6939290183656678028?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/6939290183656678028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/wajah-dua-rahim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6939290183656678028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6939290183656678028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/wajah-dua-rahim.html' title='WAJAH DUA RAHIM'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-8643212715012568045</id><published>2009-05-12T15:32:00.000+07:00</published><updated>2009-05-12T15:33:01.387+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>POHON JATI FG TPQ</title><content type='html'>Pohon jati yang kau tanam di pekarangan rumah pak Ade itu terus tumbuh dengan gagahnya. Daun-daunnya yang melebar sekarang terasa semilir saat berkelebat dielus angin. Aku teringat betul, dulu, saat kau berkenalan pertama kali dengannya, jati itu nyaris hampir mati. Saat itu benar-benar kemarau panjang. Tapi kau punya ketulusan dan keyakinan untuk membuat ia bisa hidup. Diam-diam setiap pagi dan sore kau membelainya dengan cipratan air. Lentikmu lembut. Orang-orang di sekitar rumah pak Ade sering memujimu lewat pak Ade. Maklum waktu itu mereka lebih mengenal pak Ade sebelumnya. Dan pada malam gelap kau pun memupuknya dengan doa, tak ada satu orang pun yang tahu. Bait-bait doamu sangat singkat, “Tuhan, jadikan aku makhlukmu yang bermanfaat’.&lt;br /&gt;Pohon jati itu terus tumbuh dengan suburnya. Kau tak pernah berhenti untuk membuatnya indah. Di bawah rindangnya kau mulai bangun dudukan-dudukan. Dengan sederhana kau rajin mengumpulkan batang bambu kuning yang kau dapatkan dari hasil silaturrahmi dengan teman-temanmu dengan cara berkeliling dari kampung ke kampung, dengan ogkosmu sendiri. Hingga mereka sekarang mengenalmu sebagai perempuan yang ulet. Hasil karyamu membuahkan hasil. Anak-anak setiap waktu betah bermain di bawahnya. Dan para orang tua pun menilainya sebagai suatu kenyamanan saat mereka berlari-lari di bawahnya. Dari waktu ke waktu pohon jati itu semakin banyak peminatnya, terlebih anak-anak.&lt;br /&gt;Malam, saat keningmu runduk ke tanah, sempat terpikirkan olehmu untuk membuat anak-anak itu bisa belajar dan mengaji.&lt;br /&gt;“Semoga bermanfaat..” doa singkat itu kembali kau ulang.&lt;br /&gt;Pagi nan ranum.Udara terasa bersih. Dunia belum terlalu bising tidak seperti siang hari. Kau bersama pak Ade mulai membuat pengembangan akan keindahan pohon jati itu. Tidak lama setelah itu berdirilah sebuah bangunan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) tempat mereka bisa belajar al-quran dan membaca.&lt;br /&gt;“Indah sekali TPQ di bawah pohon jati ini ya…, padahal tanah ini dulu terkenal tandus. Berkali-kali banyak orang mencoba mengolahnya, tapi selalu saja mati….” Jelas pak Ade menyemangatimu.&lt;br /&gt;Tetangga pak Ade seperti pak Lamto, pak Syarif dan pak Amin mulai betah menyambangi bangunan TPQ yang kau bangun. Aku melihatnya mereka bisa tertawa ketika melihat anak-anak itu jingkrak-jingkrak sembari melafadzkan kata-kata barunya tentang Asmaul Husna. Sepertinya mereka lupa dengan keletihannya sebagai kerja kantoran. Layaknya pak Ade, dulu mereka juga nyaris tidak percaya kalau pohon jati itu bisa tumbuh. Mereka melihat pohon jati itu mulai bisa menumbuhkan kesadaran tersendiri untuk nilai sebuah perjuangan.&lt;br /&gt;Aku pernah mengingatkanmu, hati-hati dengan niat baikmu. Suatu saat kamu akan diuji oleh Allah dengan kebaikan-kebaikan yang sekarang kamu lakukan. Aku tidak tahu bentuknya seperti apa. Tapi biasanya, setiap kebaikan itu ujiannya adalah kebaikan itu juga, hingga menjadi samar dan membentuk tikungan.&lt;br /&gt;“Apa maksudmu ..” tanyamu waktu itu dengan kebingungan yang sangat.&lt;br /&gt;“Seperti Khidir, aku akan menuntunmu, hingga kau menemukan jawabannya, suatu saat…” kataku.&lt;br /&gt;“Jadi apa yang harus aku lakukan…”&lt;br /&gt;“Bergurulah kepada keteguhan dan ketulusan pohon jati yang telah kau pelihara…, semakin ia tumbuh meninggi, daunnya makin lebat dan akarnya pun menghujam. Tapi pukulan angin itu semakin kencang….”&lt;br /&gt;Kau terus berjalan, sembari menelorkan ide-ide kreatifmu setiap lepas bersetubuh denganku. Tapi aku tak bisa menemanimu dengan terbuka. Wajahku sudah terlalu cukup untuk memenuhi kepuasan hidupku yang selalu tenggelam di bawah samudra.&lt;br /&gt;Satu musim, seiring dengan putik bunga jati luruh menghias halaman TPQ, 2004 santri tumpleg bersenandungkan nada-nada Hadad Alwi dan Sulis. Perlahan wajahmu mulai terlihat dan dikenal oleh banyak orang. Mereka terkagum dengan pohon jati itu. Hingga sejak saat itu, lantas pak Ade melimpahkan banyak tugas kepadamu untuk terus bisa membesarkan TPQ yang berdiri di pekarangannya.&lt;br /&gt;Entahlah, kamu terlalu baik, padahal pak Ade sama sekali tak pernah menitipkan kepadamu sepersen pun uang untuk mengganti ongkosmu untuk keluar masuk kampung di 26 Kecamatan. Padahal kamu siang malam begitu tak mengenal lelah mengenalkan kebesaran TPQ yang kau bangun bersamanya di bawah jati. Dan kamu maklum Itu perjuangan !&lt;br /&gt;“Untuk urusan agama, tabu bicara tentang uang…”&lt;br /&gt;“Ya, tapi itu nanti akan menjadi gesekan tersendiri antara kamu dan pak Ade ketika berjuang…, iblis mudah masuk lewat jalur itu. Iblis bisa memlintir tidak karuan akan kebenaran. Yang benar akan menjadi tidak benar. Sekarang belum terasa. Coba nanti kalau TPQ itu sudah berkembang. Orang akan mempertanyakan langkahmu selama ini. Darimana ongkos yang kamu pakai untuk urusan kesana-kemari kalau bukan dari keuangan TPQ…, nah…”&lt;br /&gt;“Ah kamu melemahkan semangatku untuk berjuang dan belajar menaburkan kemaslahatan…..”&lt;br /&gt;“Tidak. Aku tidak mencoba mempengaruhimu untuk lemah. Bukankah aku pernah bilang. Konsekwensi ketangguhan adalah ketangguhan itu sendiri yang terbalik. Begitu juga dengan ketulusan. Konsekwensinya adalah keikhlasan itu sendiri yang pasti akan dipertanyakan oleh keikhlasan itu sendiri….”&lt;br /&gt;“Kamu mengajariku berpikir muter-muter…., aku tak paham filsafat…!”&lt;br /&gt;“Itu bukan filsafat…, tapi hikmah…”&lt;br /&gt;“Baiklah, aku akan memahaminya sembari berjalan….”&lt;br /&gt;“Ya, itu proses yang benar …” kataku.&lt;br /&gt;Diam-diam, dari bawah samudra, aku membimbingmu untuk menerbitkan majalah. Dengan majalah itu, progam-progam kerja TPQ yang kamu kelola akan mudah diakses oleh banyak orang. Khususnya kalangan pemerintahan seperti Departemen Agama.&lt;br /&gt;“Apa hubungan TPQ dengan penerbitan…?” tanyamu waktu itu.&lt;br /&gt;“Salah satu kekuatan terbesar yang sanggup mengobrak-abrik dan meluruskan dunia adalah media” kataku&lt;br /&gt;“Maksudnya….”&lt;br /&gt;“ Percuma kamu memperjuangkan TPQ secara terbuka kalau kamu tidak bisa mengakses media. Orang-orang batil akan mudah mengalahkan yang haq karena mereka melakukan jaringan organisasi denagan begitu rapi dan profesional, salah satunya alat yang mereka gunakan aadalah media. Jadi kalau menginginkan TPQ yang kamu kelola bisa lebih maju, kamu harus punya gerakan dengan media….”&lt;br /&gt;“Tapi….”&lt;br /&gt;“Tenang saja, saya akan membantumu ….., saya akan menjelma seperti Yusa’ bin Nuh”&lt;br /&gt;“Masya Allah ….!!!”&lt;br /&gt;“Sudah tenang saja, suatu hari kamu akan menemukan jawabannya. Siapa sebenarnya orang-orang yang ada di sekitarmu….”&lt;br /&gt;Benar, pohon jati yang dulu rajin kau siram itu ikut membawa kebesaran TPQ yang berdiri di bawahnya. Ratusan guru TPQ dari kampung dan kota terus beringsut saling berjabat tangan denganmu. Hingga akhirnya Departemen Agama mulai perduli akan keberadaan kalian. Penaka Majapahit, di bawah jati, saat senja menikam, kudengar kau berikrar untuk mempererat persahabatan antar teman-teman TPQ yang lama kau susun dan rangkai membentuk bunga yang berwarna-warni.&lt;br /&gt;Aku sangat paham dengan sepak terjangmu. Kau sudah terbiasa dengan melipat dua tiga kerja sekali jalan. Kau pun begitu akrab dengan nilai sebuah efektifitas waktu. Meskipun nyatanya kulihat kau jarang beristirahat, dan nyaris tak pernah tidur siang. Meskipun dari sudut pandang yang lain cara kerjamu itu rentan dari kontrol dan titik fokus. Namun okelah, aku sangat paham dengan semua itu. Itulah kondisi yang sedang kau hadapi. Apalagi orang-orang seperti pak Ade, pak Lamto, pak Syarif dan pak Amin hanya bisa peduli saat waktu-waktu luangnya. Dan itu tidak setiap waktu. Apalagi mereka itu adalah pemikir. Jadi nyaris 80% yang mereka sumbangkan adalah semata pemikiran untuk perkembangan TPQ. Sementara kamu 100% teori dan 100% praktek. Dari sini sebenarnya untuk roda sebuah kebersamaan nyaris tidak stabil. Tapi apa boleh kata, nyatanya kau pun bisa senang hati dan menikmatinya. Meskipun nyatanya terkadang diam-diam kau pun nyaris bertanya dan merasa lelah. Tapi aku salut, kau tipikal perempuan yang tidak mudah menyerah.&lt;br /&gt;Hari ini, menjelang ulang tahun Departemen Agama. Petinggi penamas yang duduk di jajaran Departemen Agama untuk wilayah Propinsi mengundang forum TPQ yang sudah berhasil kamu rintis bersama pak Ade dan teman-teman. Lantas dengan atas nama bersama kau sepakat forum itu dengan nama Forum Guru (FG) TPQ. Setelah itu Pak Ade kau lihat semakin besar. Pekarangannya semakin melebar ke sebelah Barat, timur, utara dan selatan. Pemerintah mulai memberi konstribusi untuk fg tpq itu lebih berkembang. Untuk mempererat kedekatan fg tpq dengan pemerintah dalam hal ini departemen Agama wilayah Propinsi, untuk niat yang bening aku terpaksa menemanimu larut menjadi air. Bergerak merambat ke Kitri Bhakti membangun perkemahan-perkemahan santri agar ribuan santri bisa saling unjuk kreatifitas dan bernyanyi bersama, sebagai wujud kebesaran fg tpq gagasan kalian. Untuk progam yang satu ini dua bulan persiapan yang aku dan kamu lakukan untuk sosialisasi ke tpq-tpq. Lagi-lagi tanpa dana.&lt;br /&gt;Sekarang aku masuk ke dalam liang keniscayaan. Untung kau dan aku diam-diam kaya. Saatnya kita berguru dengan kehidupan nyata layaknya Muhamad dan Khadijah. Kau dan aku sudah terbiasa menjadi rumput. Dulu sewaktu malang melintang di negeri orang kau dan aku bisa menjadi rumput Kuala Lumpur yang bisa tumbuh tanpa disiram. Bahkan dilempar di tanah manapun, kau dan aku tentu akan tetap hidup tanpa harus manja dengan harta warisan ataupun gaji pemerintah.&lt;br /&gt;“Sekarang saatnya kau akan melihat betapa mereka akan memperlakukan kamu “&lt;br /&gt;“Maksudmu..”&lt;br /&gt;“Pengalaman hidup orang-orang yang mengelilingimu itu rata-rata terlahir untuk pandai berhitung untung rugi. Standar mereka adalah kepastian. Mereka adalah orang kalkulasi. Jadi kalau tidak dengan hitungan yang matang bagaimana sebuah langkah itu berjalan. Sementara hitungan pasti kamu adalah kegigihan dan ketekunan. Aku tahu, sebenarnya kamu punya cara hitungan yang sama dengan mereka, tapi karena metode aljabarmu lebih lebur dengan kondisi alam, nyaris kadang-kadang kamu harus menjadi cacing, kadang menjadi burung, kadang menjadi matahari dan rembulan. Hingga tubuh kamu nyaris sirna di pelupuk mata mereka”&lt;br /&gt;“Lantas apa yang harus aku lakukan ….”&lt;br /&gt;“Ya,.progam sudah berjalan… sekarang jalani saja. Tanyakan nilai bakti kebersamaan mereka sebelum langkah itu semakin jauh. Seberapa jauh kadar nilai juang dan ketulusan mereka”&lt;br /&gt;“Katanya, untuk kemah santri, mereka pada tidak bisa ikut andil. Semua masuk kerja. Dan pak Ade sendiri harus ke China”&lt;br /&gt;“Ya, itu alamat pertama…, percayalah, kita lihat saja”&lt;br /&gt;“Jadi…..”&lt;br /&gt;“Kalau begitu alasan mereka…., jalani saja..lakukan apa yang kau dan aku bisa lakukan. Jangan berharap dengan bantuan mereka dalam hal ini. Itu kan jawaban mereka. Jangan progam yang sudah direncanakan jadi korban”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, hari kemah santri nyaris di depan mata. Mereka datang seperti penguasa. Mukanya beram nampak resah karena merasa tidak diajak terlibat. Mereka telah lupa dengan apa yang dikatakan saat konsekwensi sebuah kebersamaan itu diminta. Nyaris. Hari petaka pertama.&lt;br /&gt;“Kamu ingat kata-kataku…, inilah awal wujud kepribadian mereka yang sebenarnya nampak, mereka adalah orang-orang pintar yang pandai berapologi. Dan itu sah. Kamu harus catat itu. Ikuti saja terus cara mereka bertindak. Kamu akan bisa belajar dengan cara-cara mereka yang akan lebih menyakitkan di kemudian hari…., dan itu penting untuk membuat hatimu menjadi lembut dan rendah hati…”&lt;br /&gt;“Tapi inimenyakitkan….”&lt;br /&gt;“Teruskan saja, aku akan terus menjadikannya snapshot dan atsar yang kucatat terus menerus untuk album kehidupan kelak.., dimana anak cucu kita bisa belajar dari kehidupan yang nyata…”&lt;br /&gt;“Tapi….”&lt;br /&gt;“Sudahlah… jangan tapi-tapi….. kau sudah berenang di tengah samudra. Kosongkan pikiranmu dari ketidak cocokkan…, berhentilah ketika saat itu tiba” kataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spanduk fg tpq seperti bertepuk tangan seiring bayang-bayang matahari yang kian meninggi. Kau memandang bangunan tpq yang tegak di bawah pohon jati kenangan kesabaranmu.&lt;br /&gt;Kau melihat hari itu, teman-temanmu datang dengan begitu bernafsu. Setelah pemerintah memperhatikan dan peduli dengan bangunan itu, bahkan berjanji akan memberikan subsidi untuk jerih payah mereka sebagai guru tpq. Lantas dengan tulus hati kau menuntun mereka menebar ribuan proposal seperti jaring. Sementara kau sendiri tidak mengajukan. Aku lihat kau kali ini bagaikan lilin.&lt;br /&gt;Sore hari, pak Ade tidak berterus terang dengan apa yang didapatkannya dari propinsi bersama pak Amir saat menengokku yang terjatuh dari motor. Aku merasakan semua dengan save batinnya. Biarlah. Itu urusan mereka. Setidaknya, dari sini perlahan-lahan kau mulai bisa masuk ke rumah batinnya yang sesunguhnya. Tidak selamanya kejujuran dapat mengalahkan uang. Inilah saatnya buat kamu untuk belajar teguh menjaga ketulusan yang sudah kau jadikan akar batinmu itu bisa menang melawan kefasiqan.&lt;br /&gt;“Kenapa mereka mulai bersikap tertutup…” tanyamu.&lt;br /&gt;“Saat perjuangan berbau uang, nilai-nilai bisa menjadi intrik”&lt;br /&gt;“Lantas?”&lt;br /&gt;“Sudahlah, jangan berpikir dengan apa yang dilakukan oleh orang lain. Siapa yang menanamkan kebaikan akan tetap berbuah kebaikan. Siapa yang menanamkan benih keburukan hasilnya juga tak jauh beda…, belajarlah dengan ikan yang tak pernah terpengaruh oleh asinnya lautan”.&lt;br /&gt;Selanjutnya, pelan-pelan mereka mulai meninggalkanmu. Sebuah fakta perjuangan saat kamu mengkokohkan pondasi dengan menyulam satu persatu tali silaturahmi kini sudah tergirus oleh debu kebesaran hasilnya. Seperti lebah sekarang mereka ramai berkerumun untuk menghisap madu subsidi yang nilainya tak seberapa. Dan mereka sekarang bergerombol. Sembari bermain belakang diam-diam mereka menyorongkan tubuhmu terus menerus agar tersudut di pojokan. Seperti politik, teman-teman akarabmu pun diam-diam mereka bekali dengan belati untuk bisa menusukmu dari belakang.&lt;br /&gt;Langit memang sudah gelap. Dan sejarah itu nyaris ingin dikubur. Pasal 17 dalam ART adalah apologi mereka. Aku sebenarnya sudah kasihan melihat semua yang terjadi. Tapi biarlah. Sengaja aku biarkan sampai kamu sendiri merasakan betul bahwa pengalaman memperjuangkan keikhlasan, mempertahankan kebenaran, dan rendah budi demi kemaslahatan bersama itu pahit. Di zaman sekarang ini keluhuran itu letaknya di dalam diri.&lt;br /&gt;“Apakah kamu sudah putus asa..” aku mencoba ingin tahu tingkat kepasrahanya.&lt;br /&gt;“Tapi kenapa kamu tak seagresif seperti dulu…”&lt;br /&gt;“Ah, tingkat kemaslahatannya sudah tragis…”&lt;br /&gt;“Maksud kamu…” saya mencoba bertanya.&lt;br /&gt;Tapi kamu hanya bisa diam. Kulihat airmatamu mulai menetes mengaliri pipimu yang bening.&lt;br /&gt;Aku sebenarnya sudah sangat kasihan dengan kamu. Terlalu tangguh kamu berjuang dalam kondisi seperti ini di saat banyak orang tak sanggup.&lt;br /&gt;Aku juga sudah melihat berduyun-duuyun teman-temanmu itu sudah dipersenjatai belati untuk merobek-robek kesejatianmu..&lt;br /&gt;Mereka mulai memlintir-mlintir hal-hal yang kecil untuk menghancurkan reputasimu.&lt;br /&gt;Baru saja aku melihat, bagaimana bu Eti dan bu Uun begitu sangat tidak berdosa membalik-balikkan fakta tentang kisah-kisahmu menjadi jahanam, sementara selama ini mereka hanya bisa membaca kamu dengan samar. Tapi gaya bicaranya seperti merekalah yang melahirkanmu dan membesarkanmu. Kemauannya nyaris kamu harus mengecup rakhimnya di kebesarannya. Dan bahkan berkali-kali mereka meludah setiap menyebut namamu.&lt;br /&gt;“Sekarang, apakah kamu masih berharap dengan pohon jati fg tpq kesayanganmu?”&lt;br /&gt;“Tidak. Aku sudah ikhlas semuanya. Anggap saja semua sudah menjadi mayat” jawabmu.&lt;br /&gt;“Kata-katamu yang terakhir itu masih ada unsur dendam ….” Terangku.&lt;br /&gt;“Astaghfirullah….”&lt;br /&gt;“Sudahlah, tinggalkan saja…”itu saranku yang terakhir kali padamu.&lt;br /&gt;Sejak saat itu sudah dua bulan kau dan aku tak lagi ketemu. Aku harus menyelesaikan tugasku di Pekanbaru sementara kamu konsentrasi mengelola pendidikan di Lampung. Sementara rumah di Tangerang rumputnya sudah meninggi seiring musim hujan yang selalu basah.&lt;br /&gt;Akhir Februari 2009. Kau kirim email padaku.&lt;br /&gt;“Bismillah, aku sudah serahkan semua kepada Allah. Terima kasih ya Allah, engkau telah tunjukkan sisi manusia yang wataknya aneh bin nyata padaku. Lebur antara ngaji dan ghibah. Teguhkanlah imanku. Jauhkanlah hamba darinya. Tsabit qalbi ala dienik wa ala toatik, good by pohon jati fg tpq. Aku ikhlas kehilanganmu”&lt;br /&gt;Kata-katamu menyentuh sekali batinku. Dan aku pun terharu, hingga aku tak sanggup membalas kembali emailmu …...***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by: Mustaqiem&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-8643212715012568045?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/8643212715012568045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/pohon-jati-fg-tpq.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8643212715012568045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8643212715012568045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/pohon-jati-fg-tpq.html' title='POHON JATI FG TPQ'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-8974683610273323764</id><published>2009-05-12T15:31:00.000+07:00</published><updated>2009-05-12T15:32:21.817+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Mimpi pun usai</title><content type='html'>Djakfar, seorang wartawan muda yang sangat aktif dan sangat menghargai waktu, mestinya memilih pendamping hidup dari kalangan perempuan yang mampu menerimanya apa adanya beserta keidealismeannya dalam menjalankan pekerjaan.&lt;br /&gt;Sayang, jodohnya ternyata wanita yang gemar bermimpi dan selalu berkhayal menjadi orang yang serba berkecukupan dalam kehidupan. Akibatnya, suaminya dipaksa memenuhi keinginan-keinginannya. Tak peduli termasuk pelanggaran kode etik atau bukan. Karena dalam benak sang istri, kode etik  wartawan itu untuk suaminya. Bukan untuknya. Maka, tak salah kalau dia melakukan apa yang diperaninya sekarang. Untung sang suami bisa bertahan, meski harus banyak melalap hatinya. Bukan sekadar makan hati.&lt;br /&gt;Terkadang, sambil menulis berita di kantornya, Djakfar sering menggerutu dan berteriak. Setahu teman-temannya itu  karena  dikejar deadline. Padahal, dia sesungguhnya menyesali mengapa dulu terlalu buru-buru melamar wanita yang baru dikenalnya sekitar lima bulan. Sayang , sekarang semuanya diangapnya telah terlambat. Apalagi, seorang putri telah hadir di tengah mereka.&lt;br /&gt;Yang sering menangis tengah malam saat dia pulang ke rumah. Baru akan memelekkan mata, tangisan putrinya membuatnya terbangun. Setengah terpejam, dia menjawil istrinya  agar mengelus kepala sang putri.&lt;br /&gt;Terkadang jawilan itu justru membuat suasana menjadi lain. Karena sesungguhnya tak ada waktu di siang hari untuk bermesraan. Nah, waktu itulah merupakan kesempatan untuk menikmati rasa memiliki istri.&lt;br /&gt;Terkadang pekerjaan belum selesai, sang putri terbangun kembali. Terpaksa pekerjaan suami-istri  itu dihentikan terlebih dahulu. Sambil memandang sang istri yang menyusui  pewarisnya, Djakfar tersenyum sendiri.&lt;br /&gt;Dan, kenangan pun berlabuh pada masa lalu saat pacaran. Ketika perempuan yang dia nikahi itu masih memiliki pandangan sama dengan dirinya dalam melihat kehidupan rumah tangga. Ketika Djakfar mengajaknya menikah, itu terjadi dua tahun lalu, jurnalis ini sudah menjelaskan bahwa ia berbeda dengan rekan-rekannya yang lain yang tampak lebih mewah kehidupannya.&lt;br /&gt;Ia ceritakan apa-apa yang tidak dia sukai termasuk rekan-rekannya seprofesi yang memanfaatkan kesempatan dari orang-orang yang gila publikasi ataupun mereka-mereka yang punya jabatan dan kekayaan namun takut kalau belangnya diketahui  umum.&lt;br /&gt;”Saya tidak bisa menikmati hidup dengan memanfaatkan ketakutan orang-orang. Atau mengambil manfaat dari orang yang ingin dipuji-puji dengan tulisan yang manis-manis dan mampu membubung ke langit,” kata Djakfar. Masih banyak hal yang dijelaskan Djakfar sebelum perempuan itu dia nikahi, dan semuanya diungkapkan agar perempuan itu memahami orang seperti apa yang akan menjadi suaminya kelak. Selain tak mungkin kaya, juga sangat sedikit punya waktu untuk keluarga.&lt;br /&gt;Selayaknya para gadis muda yang selalu terlihat lugu dan terkesan sangat memaklumi Djakfar, perempuan itu mengangguk-angguk. Dari caranya mengangguk, Djakfar menarik kesimpulan bahwa perempuan itu mengerti dan paham kehidupan seperti apa yang akan dilakoni jika menjadi istri seorang wartawan.&lt;br /&gt;Tapi, setelah berjalan dua tahun dan seorang anak hadir di antara mereka, segalanya berubah termasuk cara perempuan itu berpikir dan memandang kehidupan ini. Tiap sebentar ia selalu mengeluhkan perabotan-perabotan yang kurang lengkap dan tidak seperti milik teman-teman seprofesinya suaminya yang lain.&lt;br /&gt;”Soal pekerjaan sama, tetapi perabotannya lebih komplit. Ada tv, kulkas, VCD, handphonenya bagus, sepeda motor,  bahkan mobil. Kita apa, makan saja susah,” itu yang kerap menjejali telinga  Djakfar.&lt;br /&gt;Mula-mula Djakfar mengingatkan istrinya tentang komitmen mereka saat berpacaran, tetapi istrinya selalu mematahkan kalimat-kalimatnya dengan mengatakan, ”Itu dulu, sekarang lain.” Terkadang ketus, seringkali sedikit manja. Istrinya juga membuat perbandingan-perbandingan sehingga Djakfar sangat terpukul, kecewa, dan tak bisa berkata apa pun.&lt;br /&gt;Perubahan istrinya yang drastis membuat Djakfar  tidak bisa menerimanya dan menjadi sangat terpukul, tetapi tidak membuat wartawan itu kehilangan akal sehat. Di luar rumah, dalam menjalankan pekerjaannya, tetap saja sebagai wartawan yang baik dan jujur. Kejujurannya itu sudah diketahui teman-teman seprofesinya, dan mereka menyebutnya sebagai wartawan yang idealis dan tak kenal kompromi. Alias bodoh. Meskipun ia sering mendengar julukan itu ditujukan kepadanya, tidak membuatnya tersinggung karena ia berpikiran sebaliknya, rekan-rekannyalah yang keliru.&lt;br /&gt;Kekeliruan mereka adalah kekeliruan seorang manusia yang tidak bisa mengendalikan pikiran-pikiran dan mimpi-mimpinya, sehingga semua yang mereka lakukan dikerjakan tanpa memedulikan hati nurani. Sikap seperti itu membuat Djakfar tetap bertahan meskipun rekan-rekan seprofesinya mengucilkannya, memperlakukannya seperti orang yang memiliki banyak kesalahan dalam hidup dan seolah-olah kesalahan-kesalahan itu tidak bisa lagi dimaafkan.&lt;br /&gt;Sungguh, kalau bukan Djakfar, pastilah perlakuan-perlakuan seperti itu sudah lama menimbulkan persoalan besar. Djakfar  sadar betul soal itu meskipun tidak pernah mempersoalkannya, dan tetap berlaku seperti biasanya karena ia yakin tidak ada kesalahan dari apa yang pernah dilakukannya selama ia masih berada dalam jalur yang sudah digariskan profesinya. Satu-satunya kesalahan yang disadari betul adalah membiarkan rekan-rekannya menganggapnya selalu melakukan kekeliruan dalam hidup.&lt;br /&gt;Bukan berarti ia tidak pernah berusaha meyakinkan mereka bahwa anggapan mereka itulah yang keliru, tetapi setiap ia berupaya menjelaskan hal itu mereka langsung menunjukkan sikap tidak senang. Tidak jarang mereka langsung marah-marah, mengajak Djakfar berkelahi seperti anak kecil yang cepat naik darah karena mainannya direbut. Kalau sudah begitu, Djakfar biasanya memilih diam, membiarkan seribu caci-maki ditujukan kepadanya. Karena sudah terbiasa, ia tidak akan gampang tersinggung, malah tersenyum lebar sambil mengerjakan pekerjaannya yang tak habis-habisnya. Mengetik di keyboard komputer. Kalau saja menggunakan mesin tik, pastilah tuts huruf akan ditekannya keras-keras.&lt;br /&gt;Karena komputer, ia takut rusak. Kalau rusak, biasanya dibebankan kepada pengguna komputer. Dipotong gaji. Karenanya, dia  tetap pelan-pelan menekan huruf dan angka di keyboard komputernya. Pelariannya, cuma sekadar main game sambil maling-maling waktu. Karena main game pun kalau ketahun akan dipersoalkan saat rapat bulanan. Apalagi, kalau saat tiba deadline ternyata masih ada berita yang masih diketik. Kambing hitamnya pastilah karena ada yang sering main game saat jam kerja.&lt;br /&gt;Djakfar tidak pernah berubah. Ia tegar dan kuat mempertahankan prinsip-prinsipnya. Ia tidak memosisikan diri untuk selalu mendukung kerja pemerintah dan menginformasikannya kepada masyarakat. Ia lebih mendengarkan dan memedulikan kepentingan rakyat banyak karena itu memang tuntutan profesinya. Ia lebih banyak melakukan kontrol sosial terhadap segala bentuk penyimpangan.&lt;br /&gt;Kebutuhan anak dan istri terpenuhi, itu lebih dari cukup. Djakfar sadar ia cuma seorang wartawan yang terkadang bisa memperjuangkan orang lain tetapi tidak bias memperjuangkan diri sendiri. Terbukti, banyak rekan-rekannya yang begitu gagah memberitakan kekerasan ataupun  penindasan bawahan oleh atasanya, tak mampu membela diri ketika  di kantor mendapat perlakuan yang sama dari atasan.&lt;br /&gt;Gaji kecil dan kebutuhan keluarga banyak. Istrinya, karena ia istri seorang wartawan, selalu ingin kelihatan seperti istri seorang pemilik koran.&lt;br /&gt;Ia sudah memakluminya. Istrinya selalu membandingkan isi rumah mereka dengan isi rumah rekan-rekan yang biasanya dikunjungi saat arisan bulanan. Memang, kalau soal jam terbang, Djakfar tidak berbeda dengan rekan-rekannya. Tapi, soal kemewahan, jelas sangat menonjol perbedaannya. Rata-rata kawan-kawan seprofesinya, yang memulai profesinya  sama, sudah punya berbagai macam harta benda mewah.&lt;br /&gt;Djakfar tidak bisa seperti itu. Karena dia memang tak sanggup untuk itu. Ketidak-sanggupan inilah yang selalu menjadi alasan istrinya untuk memulai pertengkaran. Tentu saja Djakfar tidak suka istrinya bersikap begitu. Itu sebabnya ia tidak pernah meladeni dan membiarkan saja istrinya mengomel. Terkadang ia pikir, kalau sehari saja tidak mengomel, istrinya merasa belum lengkap sebagai istri. Makanya, ia biarkan saja sampai seluruh kata yang ada di kamus dia keluarkan, sampai ia muntah sekalian.&lt;br /&gt;Djakfar tidak peduli. Ia kerjakan apa yang bisa dikerjakan. Kalau tidak ada lagi yang bisa dikerjakan, ia akan mengajak anaknya bercanda meskipun hal ini sering membuat istrinya bertambah marah. Ia akan menarik anak mereka dari tangannya, lalu kembali mengomel yang intinya menyuruh Djakfar  keluar rumah melakukan apa saja yang bisa dilakukan agar ada uang tambahan.&lt;br /&gt;Djakfar tidak bodoh, meskipun ia keluar juga akhirnya tapi dia tidak melakukan seperti yang diharapkan istrinya. Dia keluar ya mencari informasi. Lalu ke kantor menulis berita.  Dan selama ini memang waktunya sangat padat.&lt;br /&gt;Ada keinginan untuk melakukan pekerjaan sambilan, takut  justru nanti dia kebobolan berita. Media lain dapat berita dia justru tidak dapat. Bisa jadi,  selain akan disemporot saat rapat redaksi dia juga bisa-bisa kena sanksi yang beragam. Dan itu sudah dilihatnya dierima rekan-rekannya sekantor.&lt;br /&gt;Sebagai wartawan lapangan, Djakfar sudah ditugaskan di berbagai desk. Pernah di polisi, di rumah sakti,  perbankan, pendidikan, kriminal, atau khusus membuat tulisan ringan.&lt;br /&gt;Telah berkeringat darah rasanya dilakukan Djakfar. Dia pun telah beristri dua. Istri pertama, yang selalu ngomel dengan berbagai tuntutan, dan istri kedua adalah profesinya yang menuntut harus siap 24 jam dengan mata dan telinga terbuka maupun kaki dan tangan yang  dalam kondisi siap. Dia telah berusaha  untuk bersikap adil kepada kedua istrinya itu.&lt;br /&gt;            Namun  darahnya itu rasanya tak cukup bagi kantornya. Apalagi, semakin hari ternyata, Djakfar seolah lesu darah. Liputan dan laporannya tidak bernas dan menarik lagi. Dari kuantitas, tak memenuhi target.  Sampai akhirnya berdasarkan evaluasi terakhir, dia dinyatakan tak layak.&lt;br /&gt;Percuma juga protes. Dengan status karyawan kontrak, akhirnya setelah kontrak terakhir lewat masanya, tak ada kekuatan untuk menahan GM di korannya untuk memutus kontrak.&lt;br /&gt;Djakfar pun sesungguhnya masih bernasib lebih baik. Masih banyak rekannya yang lain  ternyata justru bekerja tanpa sehelai kontrak pun. ”Masih mending saya, ternyata ada tiga kontrak kerja yang sempat saya pegang,” ujar Djakfar dalam hati menghibur dirinya dalam perjalanan ke rumah membawa berita pemecatannya.&lt;br /&gt;Kini, tak ada lagi kata konfirmasi, cek dan ricek dalam kesehariannya. Justru yang melakukan konfirmasi  adalah pihak kepolisian dan rumah sakit yang menanyakan ke kantor apakah benar  sesosok mayat yang ditemukan menjadi korban tabrak lari masih wartawan dari media tersebut. Lalu kantor pun menginformasikan berita itu ke istri Djakfar, sebelum akhirnya berita  naas itu pun  dibaca banyak orang melalui surat kabar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-8974683610273323764?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/8974683610273323764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/mimpi-pun-usai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8974683610273323764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8974683610273323764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/mimpi-pun-usai.html' title='Mimpi pun usai'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-6046659256964420560</id><published>2009-05-12T15:29:00.002+07:00</published><updated>2009-05-12T15:30:15.525+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>NAMAKU TEGAR</title><content type='html'>Sebuah surat undangan tergeletak di atas meja, kertasnya berwarna kuning: berhias bunga-bunga mawar yang timbul. kesan mewah kertas undangan itu tentu saja akan menggambarkan betapa mewahnya acara yang akan di selenggarakan oleh si-empunya acara yang mengirimkan surat undangan itu.&lt;br /&gt;    Halaman depan surat itu tertulis kepada Yth. saudara Tegar aditiya,sedangkan di pojok bawahnya tertanda :Dr. H. bachri, di bawah nama itu tertera pula jabatan si-empunya nama : BUPATI kota X.&lt;br /&gt;    Aku terhenyak di kursiku, memikirkan sesuatu !!&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;    Apa yang dipikirkan sang surya ketika ia menyinari bumi ini dengan sinarnya yang hangat ?, itu seperti bagaimana kita merelakan sebagaian dari hidup dan hak-hak kita untuk berbagi bersama orang lain. Meniru sifat mentari itulah, kini aku berusaha untuk hidup sebagai seorang yang terlahir dengan nama : Tegar.&lt;br /&gt;    Sebuah nama seperti orang-orang tua kita bilang : nama bukan sembarangan.Nama pada akhirnya menjadi sebuah do'a yang akan selalu mengiringi hidup kita di bumi Sang Khaliq ini. sebagian lagi menyebut nama  sebagai pembawa keberuntungan : baik bagi si empunya nama atau pun orang lain yang ada di sekitarnya. Oleh sebab itu sangat disayangkan bila orang tua bapak dan ibu kita memberikan sebuah nama dengan tanpa pertimbangan yang rasional&lt;br /&gt;    Lalu bila namaku adalah Tegar aditiya, coba katakan padaku :"apa yang kau pikirkan pertama kali ketika mendengar nama ini ?",&lt;br /&gt;    Kau bilang :"bila artinya sebuah do'a itu berarti Tegar selalu mendapatkan kekuatan ketika menghadapi berbagai masalah dalam hidupnya, atau mungkin orang tua Tegar ingin agar dia selalu bisa se-kuat Mentari (Aditiya dalam basa jawa:matahari).&lt;br /&gt;    Lalu pada akhirnya, di puncak kebingunganmu meramalkan apa arti dan maksud orang tuaku memberikan nama seperti ini, pada sebuah kebuntuan pikiran yang membuatmu semakin muak atau juga penasaran kau bilang : terserah lah !itu adalah namau sendiri , kenapa kau tanya pada saya yang bukan siapa-siapa-mu ini?&lt;br /&gt;    lalu pikiranku membimbingku dalam sebuah metafor tentang realita bangsa kita saat ini: betapa masa bodohnya anda dengan orang lain.&lt;br /&gt;    Kemudian aku mulai merasa sendirian, di tengah sepiku yang tak berkesudahan tiba-tiba tak ada seorangpun yang bisa ku ajak untuk berbagi. asal kau tahu, keadaan seperti inilah yang sering membuatku merasakan sebuah rasa yang teramat ganjil untuk seorang yang bernama :Tegar .saat seperti itu Aku benar-benar merasa rapuh dan sendirian. tahukah kau ?&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;    Akhirnya akupun mulai merasa berat menjalani hidup sebagai seorang Tegar, tapi keadaan di sekelilingku selalu menuntut agar aku selalu bisa menjadi tegar. Kadang kala aku ingin memberontak pada semuanya: pada keadaan yang begitu menjepitku tanpa ampun.Tapi sebuah nama yang terukir ini membuatku terus bertanggung jawab terhadap semuanya, terhadap hidup dan eksistensiku dimata  Orang lain .&lt;br /&gt;    Aku tak ingin terlihat lemah di mata orang lain, apalagi sampai terlihat begitu membutuhkan orang lain, apalagi sampai bergantung pada orang lain.Aku bisa berdiri sendiri tanpa bantuan siapapun, sekalipun kau sering merasa kesepian di tengah hiruk pikuk dunia ini.&lt;br /&gt;    Aku baru sadar bahwa pikiranku mulai terbelenggu dengan keadaan yang mengahruskanku menjaga kemurnian arti sebuah nama, bisa kah kau paham tentang hal ini.&lt;br /&gt;    Aku tak tahu untuk siapa aku berjuang mempertahankannya :apakah untuk orang tuaku atau untukku sendiri?. yang jelas nama Tegar telah membuatku menjadi seorang yang begitu sibuk dan mengalami hiruk pikuk yang hebat di kala sendirian.&lt;br /&gt;    Lalu suatu hari seseorang datang dan memuji sikapku, tak tanggung-tanggung beliau seorang Bupati kota tempat tinggalku.tahukah kau apa yang diucap bupati itu untukku ?&lt;br /&gt;    "sebagai seorang Tegar anda telah begitu berhasil dalam menunjukkan ke-Tegar-an anda?"&lt;br /&gt;    Aku diam diam bangga , di acara yang dihadiri  pejabat-pejabat  penting itu , semua mata tertuju padaku : semua orang memperhatikanku.aku semakin dikurung dalam sebuah keterbatasan yang menyesakkan,&lt;br /&gt;    "saya tak bisa membayangkan bagaimana nasib yang akan menimpa kantor pendapa ini, jika anda tidak segera bertindak waktu kejadian itu".&lt;br /&gt;    Aku tersenyum.&lt;br /&gt;    "oleh karena itu kami hendak memberikan sebuah hadiah sekaligus penghargaan kepada anda, terimalah !"&lt;br /&gt;     diserahkannya sebuah amplop berisi si-merah, lalu selembar surat dinas yang begitu asing bagiku, aku mengernyitkan dahi tanda tak mengerti.&lt;br /&gt;    "ini untuk anda, semua atas jasa-jasa anda. "&lt;br /&gt;lagi-lagi aku tersenyum.&lt;br /&gt;    " lagi pula saya rasa sudah waktunya mengganti petugas satpam Pendapa yang rupanya sudah waktunya pensiun itu".&lt;br /&gt;    sementara itu di sebuah pojok ruangan seseorang begitu murung, sambil sesekali merenungi nasibnya. dia tidak lain adalah satpam pendapa yang baru saja di pecat sebab keteledorannya.&lt;br /&gt; subuh kemarin hampir saja kantor pendapa di jarah maling, tapi seseorang yang bernama Tegar, telah dengan berani menghantam kening maling-maling itu. sebuah pentungan karatan melelehkan bekas darah yang mengering, menandakan kejadian waktu itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-6046659256964420560?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/6046659256964420560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/namaku-tegar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6046659256964420560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6046659256964420560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/namaku-tegar.html' title='NAMAKU TEGAR'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-4586450105796446074</id><published>2009-05-12T15:29:00.001+07:00</published><updated>2009-05-12T15:29:57.195+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Fatimah Si Pemintal dan Tenda</title><content type='html'>Konon di sebuah kota Timur Jauh hiduplah seorang gadis bernama Fatimah. Ia adalah seorang anak pemintal yang makmur. Suatu hari ayahnya berkata kepadanya, “ Sini anakku, kita akan memulai sebuah perjalanan, karena aku punya urusan dagang di kepulauan Laut Tengah. Mungkin kau akan menemukan seorang pemuda ganteng dalam kondisi yang baik untuk menjadi suamimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Mereka berangkat dan mengarungi pulau demi pulau, sang ayah melakukan perdagangan sementara Fatimah memimpikan seorang suami yang mungkin segera menjadi miliknya. Namun demikian, suatu hari saat mereka sedang dalam perjalanan menuju Krete ketika sebuah badai besar menghantam , dan kapal itu pun pecah. Fatimah setengah sadar, terdampar di sebuah pantai dekat Aleksandria. Ayahnya wafat, dan ia benar-benar menjadi miskin papa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Ketika ia berjalan-jalan di atas pasir, sebuah keluarga pembuat kain menemukannya. Meskipun mereka miskin , tetap membawa gadis itu ke rumah meraka yang sederhana dan mengajari membuat kain. Jadi itulah kehidupannya yang kedua, dan dalam dua tahun fatimah merasa bahagia dan melupakan penderitaannya. Tetapi suatu hari, ketika ia sedang berada di pantai karena beberapa alasan, sekelompok pedagang budak mendarat dan membawanya, bersama-sama dengan tawanan lain berlayar bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Meskipun ia sangat meratapi nasibnya, Fatimah tidak mendapatkan simpati dari para pedagang budak itu, yang membawanya ke Istanbul dan menjualnya sebagai seorang budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Dunianya telah runtuh untuk kedua kalinya. Sekarang beberapa pembeli sudah ada di pasar. Salah satu dari mereka adalah seorang laki-laki yang sedang mencari beberapa budak untuk dipekerjakan di perkebunan kayu miliknya, tempat ia membuat tiang-tiang kapal. Ketika ia melihat kekesalan Fatimah yang malang, ia memutuskan untuk membalinya. Ia berfikir bahwa dengan cara ini,setidaknya, dirinya mungkin dapat memberi Fatimah sebuah kehidupan yang sedikit lebih baik dari pada jika dibeli oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Ia membawa Fatimah ke rumahnya, yang bermaksud menjadikannya sebagai pembantu rumah tangga untuk istrinya. Tetapi sesampai di rumah, laki-laki itiu mendapati bahwa dirinya telah kehilangan semua uang di sebuah kargo yang dirampas oleh perompak. Ia tidak dapat membayar para pekerja, sehingga dirinya, Fatimah maupun istrinya bekerja keras membuat tiang-tiang kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Fatimah merasa berterima kasih kepada majikannya karena telah menyelamatkannya. Karena bekerja begitu keras dan rajin sehingga laki-laki tersebut memberinya kebebasan, dan Fatimah menjadi pembantu yang terpercaya. Jadi saat itulah ia menjadi sangat bahagia untuk ketiga kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Suatu hari laki-laki itu berkata kepadanya,” Fatimah, aku ingin kau pergi dengan kargo berisi tiang-tiang kapal itu ke Jawa, sebagai agenku, dan pastikan kau menjualnya dengan untung besar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Ia pun berangkat, tetapi ketika kapalnya meninggalkan pantai Cina sebuah topan menghajarnya, dan Fatimah mendapati dirinya lagi-lagi terdampar di sebuah pantai di kepulauan yang asing. Sekali lagi ia meratapi diri, karena merasa bahwa tak satupun hal dalam kehidupannya berjalan sesuai dengan harapannya. Ketika semua tampak berjalan lancar, sesuatu muncul dan menghancurkan semua harapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           “Mengapa?” teriaknya, untuk ketiga kaliya,” setiap aku mencoba melakukan sesuatu selalu berakhir dengan duka? Mengapa begitu banyak kemalangan menimpaku?” Tetapi tidak ada jawaban. Maka ia beranjak dari pantai pasir itu, dan mulai berjalan ke pedalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Saat itu di Cina, tak seorang pun pernah mendengar tentang Fatimah ataupun tahu sedikit pun tentang masalah-masalahnya. Tetapi ada sebuah legenda bahwa pada suatu hari pasti akan datang seorang perempuan asing, yang akan mampu membuat sebuah tenda untuk Sang Kaisar. Dan, karena tak seorangpun di Cina bisa membuat tenda, setiap orang berharap prediksi ini akan terwujud, dengan antisipasi yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Dalam upaya untuk memastikan bahwa orang asing ini, ketika ia datang, tidak akan hilang, secara turun temurun para Kaisar Cina telah mengikuti adapt ini dengan mengirimkan bentara (pembantu kaisar), setahun sekali, ke seluruh pelosok negeri, kota dan desa, yang meminta perempuan asing manapun untuk dihadapkan ke Istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Ketika Fatimah memasuki sebuah kota di pantai Cina, itulah awalnya. Orang-orang berbicara kepadanya melalui seorang penerjemah, dan menjelaskan bahwa dirinya harus pergi menemui Sang Kaisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           “ Nona,” kata Kaisar, ketika Fatimah dibawa ke hadapannya, “bisakah kau membuat sebuah tenda?”&lt;br /&gt;           “ Saya kira bisa, Tuan,” kata Fatimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Ia meminta seutas tali, tetapi tak seorang pun memilikinya. Maka, ketika ia ingat bahwa dirinya pernah menjadi seorang pemintal, ia pun mengumpulkan batang linen (rami) dan membuat tali. Kemudian meminta kain yang kuat, tapi tak seorang pun di Cina mempunyai apa yang diinginkannya. Maka dengan memanfaatkan pengalamannya bersama dengan para tukang tenun di Aleksandria, ia membuat beberapa lembar kain tenda yang kuat. Kemudian ia mendapati bahwa dirinya membutuhkan beberapa tiang tenda, tetapi tak satu pun tiang di Cina. Maka Fatimah, mengingat-ingat bagaiman ia telah diajari oleh pembuat tiang kapal di Istanbul, dengan menakjubkan ia membuat tiang-tiang tenda yang kuat. Ketika semuanya telah siap, ia memeras otaknya untuk mengingat semua tenda yang pernah dilihatnya sepanjang perjalanan dan akhirnya, jadilah tenda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Ketika kekaguman ini dilihat sang Kaisar Cina, ia menawarkan kepada Fatimah untuk memenuhi segala permintaannya. Fatimah memilih untuk tinggal di Cina, di mana ia menikah dengan seorang pangeran tampan, dan hidup bahagia, dikelilingi oleh anak-anak mereka, sampai akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Melalui pertualangan-pertualangan inilah yang membuat Fatimah menyadari bahwa apa yang tampak menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan waktu itu, berubah menjadi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan sejati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-4586450105796446074?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/4586450105796446074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/fatimah-si-pemintal-dan-tenda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4586450105796446074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4586450105796446074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/fatimah-si-pemintal-dan-tenda.html' title='Fatimah Si Pemintal dan Tenda'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-4822564929801237659</id><published>2009-05-01T19:45:00.000+07:00</published><updated>2009-05-01T19:46:18.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Hidup adalah Bayangan Kita</title><content type='html'>Ada sebuah kisah tentang seorang bocah sedang mendaki gunung bersama ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. “Aduhh!” jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, “Aduhh!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, “Hei! Siapa kau?”&lt;br /&gt;Jawaban yang terdengar, “Hei! Siapa kau?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, “Pengecut kamu!” Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bertanya kepada sang ayah, “Apa yang terjadi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, “Anakku, coba perhatikan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Lelaki itu berkata keras, “Saya kagum padamu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi sang ayah berteriak “Kamu sang juara!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara itu menjawab, “Kamu sang juara!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, “Suara itu adalah gema, tapi sesungguhnya itulah kehidupan.” Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu. Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan&lt;br /&gt;kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-4822564929801237659?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/4822564929801237659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/hidup-adalah-bayangan-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4822564929801237659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4822564929801237659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/hidup-adalah-bayangan-kita.html' title='Hidup adalah Bayangan Kita'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-8776723296439960517</id><published>2009-05-01T19:41:00.000+07:00</published><updated>2009-05-01T19:44:23.528+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Cermin seekor Burung</title><content type='html'>Ketika musim kemarau baru saja mulai. Seekor burung pipit mulai merasakan tubuhnya kepanasan, lalu mengumpat pada lingkungan yang dituduhnya tidak bersahabat. Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dahulu menjadi habitatnya, terbang jauh ke utara, mencari udara yang selalu dingin dan sejuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, pelan pelan dia merasakan kesejukan udara, makin ke utara makin sejuk, dia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbawa oleh nafsu, dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju, makin lama makin tebal, dan akhirnya dia jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai ke tanah, salju yang menempel di sayapnya justru bertambah tebal. Si burung pipit tak mampu berbuat apa apa, menyangka bahwa riwayatnya telah tamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merintih menyesali nasibnya. Mendengar suara rintihan, seekor kerbau yang kebetulan lewat menghampirinya. Namun si burung kecewa mengapa yang datang hanya seekor kerbau. Dia menghardik si kerbau agar menjauh dan mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin mampu berbuat sesuatu untuk menolongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kerbau tidak banyak bicara, dia hanya berdiri, kemudian kencing tepat di atas burung tersebut. Si burung pipit semakin marah dan memaki maki si kerbau. Lagi-lagi si kerbau tidak bicara, dia maju satu langkah lagi, dan mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. Seketika itu si burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran kerbau. Si Burung mengira lagi bahwa mati tak bisa bernapas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlahan lahan, dia merasakan kehangatan, salju yang membeku pada bulunya pelan-pelan meleleh oleh hangatnya tahi kerbau, dia dapat bernapas lega dan melihat kembali langit yang cerah. Si burung pipit berteriak kegirangan, bernyanyi keras sepuas puasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ada suara burung bernyanyi, seekor anak kucing menghampiri sumber suara, mengulurkan tangannya, mengais tubuh si burung dan kemudian menimang nimang, menjilati, mengelus dan membersihkan sisa-sisa salju yang masih menempel pada bulu si burung. Begitu bulunya bersih, si burung bernyanyi dan menari kegirangan, dia mengira telah mendapatkan teman yang ramah dan baik hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa yang terjadi kemudian, seketika itu juga dunia terasa gelap gulita bagi si burung, dan tamatlah riwayat si burung pipit ditelan oleh si kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm… tak sulit untuk menarik garis terang dari kisah ini, sesuatu yang acap terjadi dalam kehidupan kita: halaman tetangga tampak selalu lebih hijau; penampilan acap menjadi ukuran; yang buruk acap dianggap bencana dan tak melihat hikmah yang bermain di sebaliknya; dan merasa bangga dengan nikmat yang sekejap. Burung pipit itu adalah cermin yang memantulkan wajah kita…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-8776723296439960517?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/8776723296439960517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/cermin-seekor-burung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8776723296439960517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8776723296439960517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/cermin-seekor-burung.html' title='Cermin seekor Burung'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-4716613045135160201</id><published>2009-05-01T19:35:00.000+07:00</published><updated>2009-05-01T19:38:55.881+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>10 kualitas aspek yang disukai</title><content type='html'>Ketulusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerendahan Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang&lt;br /&gt;yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa&lt;br /&gt;membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya&lt;br /&gt;tidak merasa minder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetiaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesetiaan sudah menjadi barang langka &amp;amp; sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Positive Thinking&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keceriaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanggung jawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebesaran Jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.&lt;br /&gt;Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Easy Going&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel dikutip dari Kartu Pintar produksi Visi Victory Bandung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-4716613045135160201?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/4716613045135160201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/10-kualitas-aspek-yang-disukai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4716613045135160201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4716613045135160201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/10-kualitas-aspek-yang-disukai.html' title='10 kualitas aspek yang disukai'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-803942283597091419</id><published>2009-05-01T19:34:00.001+07:00</published><updated>2009-05-01T19:55:51.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Sembilan puluh sembilan persen dari semua kegagalan berasal dari orang-orang yang punya kebiasaan berdalih</title><content type='html'>GEORGE WASHINGTON CARVER&lt;br /&gt;Ahli Kimia yang menemukan lebih dari 325 manfaat kacang tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau jujur, kita sering menciptakan alasan atas setiap kegagalan dan kesalahan yang kita lakukan. Sebagai contoh, pada waktu kita terlambat ke sekolah atau ke kantor, pikiran kita langsung mencari dan menciptakan alasan. Pikiran kita diarahkan untuk mencari alasan untuk menghindari kesalahan yang kita lakukan. Jika ada sekolah alasan, maka setiap kita mungkin telah mendapatkan gelar doctor bahkan mungkin ada diantara kita sudah mendapatkan gelar professor. Ketika kita dilahirkan tidak ada orang tua yang mengajarkan bagaimana menciptakan alasan atas setiap kesalahan yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita selalu menciptakan alasan untuk menghindari hukuman atas kesalahan yang kita lakukan. Kita harus pahami, bahwa alasan yang kita ciptakan tidak pernah memberikan perubahan dalam hidup kita.&lt;br /&gt;Alasan adalah penghambat kesuksesan. Setiap alasan yang kita ciptakan atas kegagalan yang terjadi adalah tirai yang ditancapkan untuk membatasi dan memenjarakan kita setiap saat. Saudara dari berdalih adalah sikap mengeluh. Karyawan yang senang membuat alasan, pasti selalu mengeluh dengan gaji yang diterima dan mengeluh dengan kebijakan dan aturan yang ditetapkan perusahaan. Anak yang selalu menciptakan alasan atas kesalahan yang dilakukan, selalu mengeluh dengan keadaan fisiknya, kondisi ekonomi keluarga, fasilitas pendidikannya, dan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengharapkan tubuhnya langsing dan mengharapkan orang lain yang melakukannya untuk dirinya. Mereka mengharapkan orang lain yang berolahraga untuk dirinya, orang lain yang diet makanan lezat untuk dirinya, orang lain yang hidup disiplin untuk dirinya. Sesuatu yang mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ingin menciptakan kehidupan yang penuh keberhasilan, Anda harus memegang kendali hidup Anda. Mulai sekarang, berhenti berdalih, berhenti mengeluh, berhenti mengeluh atas kekurangan fisik Anda, berhenti mengeluh atas ketidakadilan yang terjadi dalam hidup Anda, berhenti menggunakan alasan mengapa Anda tidak bisa dan belum mendapatkan apa yang Anda impikan sampai saat ini, dan berhenti menyalahkan keadaan di luar diri Anda. Anda harus berjanji pada diri Anda, bahwa mulai saat ini, Anda berhenti melakukan semuanya itu selamanya. Tindakan berhenti menyalahkan adalah tanda bahwa Anda mengasihi diri Anda dan masa depan Anda. Berhenti sejenak (selama 5 menit), tuliskan dan katakan sebanyak 7 (tujuh) kali pada diri Anda kalimat ini: Saya bertanggungjawab atas hidup saya ! Harus ditanamkan dalam benak Anda, bahwa Andalah satu-satunya orang yang bertanggungjawab terhadap hidup Anda.&lt;br /&gt;Kesuksesan adalah keputusan untuk mengubah hambatan menjadi kesempatan untuk meraih sukses. Mungkin salah satu hal yang menghambat Anda untuk meraih sukses karena Anda dipenuhi dengan berbagai macam dalih. Hentikan dalih Anda jika Anda ingin meraih keberhasilan di tahun 2009. Jadikan tahun 2009 sebagai tahun penuh berkat dan pelipatgandaanmujizat, kepercayaan dan keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 2009&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pdm. Johny Kilapong, MA&lt;br /&gt;Kupang - NTT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-803942283597091419?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/803942283597091419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/sembilan-puluh-sembilan-persen-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/803942283597091419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/803942283597091419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/05/sembilan-puluh-sembilan-persen-dari.html' title='Sembilan puluh sembilan persen dari semua kegagalan berasal dari orang-orang yang punya kebiasaan berdalih'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-2778475255101772740</id><published>2009-04-25T12:23:00.001+07:00</published><updated>2009-04-25T12:23:37.233+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Doa Sally</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sally baru berumur delapan tahun ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya operasi yang sangat mahal yang sekarang bisa menyelamatkan jiwa Georgi… tapi mereka tidak punya biaya untuk itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sally mendengar ayahnya berbisik, “Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya sekarang.”&lt;span id="more-15"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sally pergi ke tempat tidur dan mengambil celengan dari tempat persembunyiannya. Lalu dikeluarkannya semua isi celengan tersebut ke lantai dan menghitung secara cermat…tiga kali. Nilainya harus benar-benar tepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan membawa uang tersebut, Sally menyelinap keluar  dan pergi ke toko obat di sudut jalan. Ia menunggu dengan sabar sampai sang apoteker memberi perhatian… tapi dia terlalu sibuk dengan orang lain untuk diganggu oleh seorang anak berusia delapan tahun. Sally berusaha menarik perhatian dengan menggoyang-goyangkan kakinya, tapi gagal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhirnya dia mengambil  uang koin dan melemparkannya ke kaca etalase.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berhasil !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Apa yang kamu perlukan?” tanya apoteker tersebut dengan suara marah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya sedang  berbicara dengan saudara saya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tapi, saya ingin berbicara kepadamu mengenai adik saya,” Sally menjawab dengan nada yang sama. “Dia sakit…dan saya ingin membeli keajaiban.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Apa yang kamu katakan?” ,tanya sang apoteker.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ayah saya mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya sekarang… jadi berapa harga keajaiban itu ?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil. Saya tidak bisa menolongmu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya. Katakan saja berapa harganya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang pria berpakaian rapi berhenti dan bertanya, “Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan oleh adikmu?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya tidak tahu,” jawab Sally. Air mata mulai menetes dipipinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya hanya tahu dia sakit parah dan mama mengatakan bahwa ia membutuhkan operasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi kedua orang tua saya tidak mampu membayarnya… tapi saya juga mempunyai uang.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Berapa uang yang kamu punya ?” tanya pria itu lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Satu dollar dan sebelas sen,” jawab Sally dengan bangga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dan itulah seluruh uang yang saya miliki di dunia ini.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Wah, kebetulan sekali,” kata pria itu sambil tersenyum. Satu dollar dan sebelas sen… harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu. Dia  Mengambil uang tersebut dan kemudian memegang tangan Sally sambil berkata, “Bawalah saya kepada adikmu. Saya ingin bertemu dengannya dan juga orang tuamu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Operasi dilakukannya tanpa biaya dan membutuhkan waktu yang tidak lama sebelum Georgi dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua orang tuanya sangat bahagia mendapatkan keajaiban tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Operasi itu,” bisik ibunya, “Adalah seperti keajaiban. Saya tidak dapat membayangkan berapa harganya”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sally tersenyum. Dia tahu secara pasti berapa harga keajaiban tersebut…satu dollar dan sebelas sen… ditambah dengan keyakinan&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-2778475255101772740?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/2778475255101772740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/doa-sally.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2778475255101772740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2778475255101772740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/doa-sally.html' title='Doa Sally'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-1935715261766801369</id><published>2009-04-25T12:07:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T12:12:36.353+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Orang Brengsek Guru Sejati</title><content type='html'>&lt;p&gt;Orang Brengsek Guru Sejati&lt;br /&gt;oleh : Gede Prama&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Entah apa dan di mana menariknya, Bank Indonesia amat senang mengundang saya&lt;br /&gt;untuk menyampaikan presentasi dengan judul Dealing With DifficultPeople.&lt;br /&gt;Yang jelas, ada ratusan staf bank sentral ini yang demikian tertarik dan tekunnya mendengar ocehan saya. Motifnya, apa lagi kalau bukan dengan niat untuk sesegera mungkin jauh dan bebas dari manusia-manusia sulit seperti keras kepala, suka menghina, menang sendiri, tidak mau kerja sama, dll.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di awal presentasi, hampir semua orang bernafsu sekali untuk membuat manusia&lt;br /&gt;sulit jadi baik. Dalam satu hal jelas, mereka yang datang menemui saya menganggap dirinya bukan manusia sulit, dan orang lain di luar sana sebagian adalah manusia sulit.&lt;span id="more-17"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, begitu mereka saya minta berdiskusi di antara mereka sendiri untuk&lt;br /&gt;memecahkan persoalan kontroversial, tidak sedikit yang memamerkan&lt;br /&gt;perilaku-perilaku manusia sulit. Bila saya tunjukkan perilaku mereka;&lt;br /&gt;seperti keras kepala, menang sendiri, dll dan kemudian saya tanya apakah itu termasuk perilaku manusia sulit, sebagian darimereka hanya tersenyum kecut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bertolak dari sinilah, maka sering saya menganjurkan untuk membersihkan kaca&lt;br /&gt;mata terlebih dahulu,sebelum melihat orang lain. Dalam banyak kasus, karena kita tidak sadar dengan kotornya kaca mata maka orangpun kelihatan kotor.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, sebelum menyebut orang lain sulit, yakinlah kalau bukan&lt;br /&gt;Anda sendiri yang sulit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena Anda amat keras kepala, maka orang berbeda pendapat sedikit saja pun&lt;br /&gt;jadi sulit. Karena Anda amat mudah tersinggung, maka orang yang tersenyum sedikit saja sudah membuat Anda jadi kesal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, pembicaraan mengenai manusia sulit hanya boleh dibicarakan dalam&lt;br /&gt;keadaan kaca mata bersih dan bening. Setelah itu, saya ingin mengajak Anda masuk ke dalam sebuah pemahaman tentang manusia sulit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan meyakini bahwa setiap orang yang kita temui dalam hidup adalah guru&lt;br /&gt;kehidupan, maka guru terbaik kita sebenarnya adalah manusia-manusia super sulit. Terutama karena beberapa alasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pertama, manusia super sulit sedang mengajari kita dengan menunjukkan betapa&lt;br /&gt;menjengkelkannya mereka. Bayangkan, ketika orang-orang ramai menyatukan pendapat, ia mau menang sendiri. Tatkala orang belajar melihat dari segi positif, ia malah mencaci dan menghina orang lain. Semakin sering kita bertemu orang-orang seperti ini, sebenarnya kita sedang semakin diingatkan untuk tidak berperilaku sejelek dan sebrengsek itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya berterimakasih sekali ke puteri Ibu kost saya yang amat kasar dan suka&lt;br /&gt;menghina dulu. Sebab, dari sana saya pernah berjanji untuk tidak mengizinkan putera-puteri saya sekasar dia kelak. Sekarang, bayangan tentang anak kecil yang kasar dan suka menghina, menjadi inspirasi yang amat membantu pendidikan anak-anak di rumah. Sebab, saya pernah merasakan sendiri betapa sakit hati dan tidak enaknya dihina anak kecil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, manusia super sulit adalah sparring partner dalam membuat kita jadi&lt;br /&gt;orang sabar. Sebagaimana sering saya ceritakan, badan dan jiwa ini seperti karet. Pertama ditarik melawan, namun begitu sering ditarik maka ia akan longgar juga. Dengan demikian, semakin sering kita dibuat panas kepala, mengurut-urut dada, atau menarik nafas panjang oleh manusia super sulit, itu berarti kita sedang menarik karet ini ( baca : tubuh dan jiwa ini ) menjadi lebih longgar ( sabar ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya pernah mengajar sekumpulan anak-anak muda yang tidak saja amat pintar,&lt;br /&gt;namun juga amat rajin mengkritik. Setiap di depan kelas saya diuji, dimaki bahkan kadang dihujat. Awalnya memang membuat tubuh ini susah tidur. Tetapi lama kelamaan, tubuh ini jadi kebal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang anggota keluarga yang mengenal latar belakang masa kecil saya,&lt;br /&gt;pernah heran dengan cara saya menangani hujatan-hujatan orang lain.&lt;br /&gt;Dan gurunya ya itu tadi, manusia-manusia pintar tukang hujat di atas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketiga, manusia super sulit sering mendidik kita jadi pemimpin jempolan.&lt;br /&gt;Semakin sering dan semakin banyak kita memimpin dan dipimpin manusia sulit, ia akan menjadi Universitas Kesulitan yang mengagumkan daya kontribusinya. Saya tidak mengecilkan peran sekolah bisnis, tetapi pengalaman memimpin dan dipimpin oleh manusia sulit, sudah terbukti membuat banyak sekali orang menjadi pemimpin jempolan. Rekan saya menjadi jauh lebih asertif setelah dipimpin lama oleh purnawirawan jendral yang amat keras dan diktator.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keempat, disadari maupun tidak manusia sulit sedang memproduksi kita menjadi&lt;br /&gt;orang dewasa. Lihat saja, berhadapan dengan tukang hina tentu saja kita memaksa diri untuk tidak menghina balik. Bertemu dengan orang yang berhobi menjelekkan orang lain tentu membuat kita berefleksi, betapa tidak enaknya dihina orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kelima, dengan sedikit rasa dendam yang positif manusia super sulit sebenarnya sedang membuat kita jadi hebat. Di masa kecil, saya termasuk orang yang dibesarkan oleh penghina-penghina saya. Sebab, hinaan mereka membuat saya lari kencang dalam belajar dan berusaha. Dan kemudian, kalau ada kesempatan saya bantu orang-orang yang menghina tadi. Dan betapa besar dan hebatnya diri ini&lt;br /&gt;rasanya, kalau berhasil membantu orang yang tadinya menghina kita.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-1935715261766801369?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/1935715261766801369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/orang-brengsek-guru-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1935715261766801369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1935715261766801369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/orang-brengsek-guru-sejati.html' title='Orang Brengsek Guru Sejati'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-9012583188543724300</id><published>2009-04-25T12:05:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T12:07:41.820+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Tujuh buah kata</title><content type='html'>&lt;p&gt;Aku tahu aku berbeda dari anak-anak lain. Dan aku amat membencinya. Ketika aku mulai bersekolah, teman-teman selalu mengejekku, maka aku semakin tahu perbedaan diriku. Aku dilahirkan dengan cacat. Langit-langit mulutku terbelah.Ya, aku adalah seorang gadis kecil dengan bibir sumbing, hidung bengkok, gigi yang tak rata. Bila berbicara suaraku sumbang, sengau dan kacau. Bahkan aku tak bisa meniup balon bila tak kupejet hidungku erat-erat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika aku minum menggunakan sedotan, air akan mengucur begitu saja lewat hidungku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila ada teman sekolahku bertanya, “Bibirmu itu kenapa?” Aku katakan bahwa ketika bayi aku terjatuh dan sebilah pecahan beling telah membelah bibirku. &lt;span id="more-19"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepertinya aku lebih suka alasan ini daripada mengatakan bahwa aku cacat semenjak lahir. Saat berusia tujuh tahun aku yakin tidak ada orang selain keluargaku yang mencintai aku. Bahkan tidak ada yang mau menyukaiku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat itu aku naik ke kelas dua dan bertemu dengan bu Leonard. Aku tak tahu apa nama lengkapnya. Aku hanya memanggilnya bu Leonard. Beliau berparas bundar, cantik dan selalu harum. Tangannya gemuk. Rambutnya coklat keperakan. Matanya hitam lembut yang senantiasa tampak tersenyum meski bibirnya tidak. Setiap anak menyukainya. Tetapi tak ada yang menyintainya lebih daripada aku. Dan aku punya alasan tersendiri untuk itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada suatu ketika sekolah melakukan test kemampuan pendengaran; yaitu mendengar kata yang dibisikkan dengan satu telinga ditutup bergantian. Terus terang sulit bagiku untuk mendengar suara-suara dengan satu telinga. Tidak ada orang yang tahu akan cacatku yang satu ini. Aku tak mau gagal pada test ini lalu menjadi satu-satunya anak dengan segala cacat di sekujur tubuhnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka aku mencari akal untuk menyusun rencana curang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku perhatikan setiap murid yang ditest. Test berlangsung demikian: setiap murid diminta berjalan ke pintu kelas, membalikkan tubuh, menutup satu telinganya dengan jari, kemudian bu guru akan membisikkan sesuatu dari mejanya tulisnya. Lalu murid diminta untuk mengulangi perkataan bu guru. Hal yang sama dilakukan pada telinga yang satunya. Aku menyadari ternyata tak ada seorang pun yang mengawasi apakah telinga itu ditutup dengan rapat atau tidak. Kalau begitu aku akan berpura-pura saja menutup telingaku. Selain itu aku tahu dari cerita murid-murid yang lain bu guru biasanya membisikkan kata-kata seperti, “Langit itu biru” atau “Apakah kau punya sepatu baru?”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kini tiba pada giliran terakhir; giliranku. Aku berjalan ke luar kelas, membalikkan tubuh lalu menutup telingaku yang cacat itu dengan kuat tetapi kemudian perlahan-lahan merenggangkannya sehingga aku bisa mendengar kata-kata yang dibisikkan oleh bu guru. Aku menunggu dengan berdebar-debar kata-kata apa yang akan dibisikkan oleh bu Leonard. Dan bu Leonard, bu guru yang cantik dan harum, bu guru yang aku cintai itu, membisikkan tujuh buah kata yang aku telah mengubah hidupku selamanya. Ia berbisik dengan lembut, “Maukah kau jadi putriku, wahai gadis manis?” Tanpa sadar aku berbalik, berlari, memeluk bu Leonard erat-erat, dan membiarkan seluruh air mataku tumpah di tubuhnya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-9012583188543724300?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/9012583188543724300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/tujuh-buah-kata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/9012583188543724300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/9012583188543724300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/tujuh-buah-kata.html' title='Tujuh buah kata'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-1979035201299776709</id><published>2009-04-25T12:00:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T12:01:36.424+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>The Best Moments In Life</title><content type='html'>&lt;p&gt;1. Falling in love.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Laughing till your stomach hurts.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Enjoying a ride down the ocuntry side.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Listening to your favorite song on the radio &lt;span id="more-21"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Going to sleep listening to the rain pouring outside.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Getting out of the shower and wrapping yourself with a warm, fuzzy&lt;br /&gt;towel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Passing your final exams with good grades.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8. Being a part of an interesting conversation.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;9. Finding some money in some old&lt;br /&gt;pants.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10. Laughing at yourself.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;11. Sharing a wonderful dinner with all your friends.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;12. Laughing without a reason.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;13. “Accidentally” hearing someone say somthing good about you.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;14. Watching the sunset.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;15. Listening to a song that reminds you of an important person in your&lt;br /&gt;life.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;16. Receiving or giving your first kiss.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;17. Feeling this buzz in your body when seeing this&lt;br /&gt;“special” someone.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;18. Having a great time with your friends.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;19. Seeing the one you love happy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;20. Wearing the shirt of a person you love and smelling his/her perfume.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;21. Visiting an old friend of yours and&lt;br /&gt;remembering great memories.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;22. Hearing someone telling you “I LOVE YOU”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“True friends come in the good times when we tell hem to, and come in the&lt;br /&gt;bad times…..without calling.”&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-1979035201299776709?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/1979035201299776709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/best-moments-in-life.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1979035201299776709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1979035201299776709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/best-moments-in-life.html' title='The Best Moments In Life'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-4691990671551521589</id><published>2009-04-25T11:54:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T11:58:30.674+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Tulisan singkat dari Prof Yohanes Surya dari Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tulisan singkat berikut berasal dari Prof Yohanes Surya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hasil ini menunjukkan bangsa kita punya potensi besar untuk sukses di&lt;br /&gt;dunia,kita hanya perlu kerja keras untuk mencapai itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa kesan dari Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Waktu upacara pembagian medali, Dutabesar kita duduk disamping para&lt;br /&gt;dutabesar dari berbagai negara seperti filipina, thailand, dsb. Waktu&lt;br /&gt;honorable mention disebutkan, ternyata tidak ada siswa Indonesia.&lt;br /&gt;Dubes-dubes bertanya pada dubes kita (kalau diterjemahkan) “kok nggak ada&lt;br /&gt;siswa Indonesia”. Dubes kita tersenyum saja. Kemudian setelah itu&lt;br /&gt;dipanggil satu persatu peraih medali perunggu. Ada yang maju dari filipina,&lt;br /&gt;thailand, kazakhtan dsb. Lagi-lagi dubes negara sahabat bertanya “kok&lt;br /&gt;nggak ada siswa Indonesia?” Kembali dubes kita tersenyum. Dubes kita menyalami&lt;br /&gt;dubes yang siswanya dapat medali perunggu. &lt;span id="more-22"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian ketika medali perak disebut, muncul seorang anak kecil (masih&lt;br /&gt;SMP) dengan peci sambil mengibarkan bendera kecil, dan namanya diumumkan&lt;br /&gt;Muhammad Firmansyah Kasim…dari Indonesia… Saat itu dubes negara&lt;br /&gt;sahabat kelihatan bingung, mungkin mereka berpikir “nggak salah nih…”. Ketika&lt;br /&gt;mereka sadar, mereka langsung mengucapkan selamat pada dubes kita. Tidak&lt;br /&gt;lama kemudian dipanggil mereka yang dapat medali emas. Saat itu dubes&lt;br /&gt;negara sahabat kaget luar biasa, 4 anak Indonesia maju ke panggung berpeci&lt;br /&gt;hitam dengan jas hitam, gagah sekali. Satu persatu maju sambil&lt;br /&gt;mengibar-ngibarkan bendera merah putih . Mengesankan dan mengharukan.&lt;br /&gt;Semua dubes langsung mengucapkan selamat pada dubes kita sambil berkata bahwa&lt;br /&gt;Indonesia hebat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak stop sampai disitu. ketika diumumkan “the champion of the&lt;br /&gt;International physics olympiade XXXVII is…….”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Jonathan Pradhana Mailoa”. Semua orang Indonesia bersorak. Bulu kuduk&lt;br /&gt;berdiri, merinding…. Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggema&lt;br /&gt;cukup lama… Standing Ovation….Hampir semua orang Indonesia yang hadir&lt;br /&gt;dalam upacara itu tidak kuasa menahan air mata turun. Air mata kebahagiaan,&lt;br /&gt;air mata keharuan…. Air mata kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar…..Segala rasa capai dan lelah langsung hilang seketika… sangat mengharukan….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Selesai upacara, semua orang menyalami. Orang Kazakhtan memeluk&lt;br /&gt;erat-erat sambil berkata “wonderful job…” Orang Malaysia menyalami berkata&lt;br /&gt;“You did a great job…” Orang Taiwan bilang :”Now is your turn…” Orang&lt;br /&gt;filipina:”amazing…” Orang Israel “excellent work…” Orang Portugal:”&lt;br /&gt;portugal is great in soccer but has to learn physics from Indonesia”,&lt;br /&gt;Orang Nigeria :”could you come to Nigeria to train our students too?” Orang&lt;br /&gt;Australia :”great….” Orang belanda: “you did it!!!” Orang Rusia&lt;br /&gt;mengacungkan kedua jempolnya.. Orang Iran memeluk sambil berkata “great&lt;br /&gt;wonderful…” 86 negara mengucapkan selamat… Suasananya sangat&lt;br /&gt;mengharukan… saya tidak bisa menceritakan dengan kata-kata…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Gaung kemenangan Indonesia menggema cukup keras. Seorang prof dari&lt;br /&gt;Belgia mengirim sms seperti berikut: Echo of Indonesian Victory has reached&lt;br /&gt;Europe! Congratulations to the champions and their coach for these amazing&lt;br /&gt;successes! The future looks bright….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Marc Deschamps.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya benar kata Prof. Deschamps, kita punya harapan….&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-4691990671551521589?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/4691990671551521589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/tulisan-singkat-dari-prof-yohanes-surya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4691990671551521589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4691990671551521589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/tulisan-singkat-dari-prof-yohanes-surya.html' title='Tulisan singkat dari Prof Yohanes Surya dari Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-5107112193986584459</id><published>2009-04-25T11:46:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T11:53:45.105+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Sepasang Sepatu Sports</title><content type='html'>&lt;p&gt;Menjadi “sama dan serupa” dengan remaja lain merupakan keinginan dari semua&lt;br /&gt;remaja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya ingat benar bagaimana sebagai seorang remaja dalam tahun 1963 saya&lt;br /&gt;merasa harus memiliki sepasang sepatu sport mutakhir yang sedang “in”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Persoalannya, bulan lalu saya baru saja membeli sepasang sepatu kulit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi, sepatu sport benar benar sedang mode, oleh sebab itu saya datang&lt;br /&gt;kepada ayah minta bantuannya. &lt;span id="more-23"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya perlu sedikit uang untuk sepatu sport”, ujar saya suatu petang di&lt;br /&gt;bengkel di mana ayah saya bekerja sebagai montir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Willie” ayah kelihatannya terkejut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sepatumu baru berumur satu bulan, tapi Mengapa kini kau perlukan sepatu&lt;br /&gt;baru?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Setiap orang memakai sepatu sport yah!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sangat boleh jadi nak, Namun hal tersebut tidak menjadikan ayah mudah&lt;br /&gt;membayar sepatu sport ”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gaji ayah kecil dan sering tidak cukup untuk  memenuhi kebutuhan sehari&lt;br /&gt;hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ayah, saya tampak seperti bloon memakai sepatu jenis ini ” kataku sambil&lt;br /&gt;menunjuk kepada sepasang sepatu oxford baru.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ayah memandang dalam dalam ke mataku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian ia menjawab, “Begini saja, Kau pakai sepatu ini satu hari&lt;br /&gt;lagi.Besok, di sekolah, perhatikan semua sepatu dari kawan-kawanmu. Bila&lt;br /&gt;seusai sekolah kau masih berkeyakinan bahwa sepatumu paling butut&lt;br /&gt;dibandingkan sepatu kawan kawanmu, ayah akan memotong uang belanja ibumu dan&lt;br /&gt;membelikanmu sepasang sepatu sports”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan gembira saya pergi ke sekolah, keesokan paginya, penuh keyakinan&lt;br /&gt;bahwa hari itu merupakan hari terakhir bagiku mamakai sepatu oxford yang&lt;br /&gt;ketinggalan jaman ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya lakukan apa yang ayah perintahkan saya lakukan, namun tidak, saya&lt;br /&gt;ceritakan apa yang saya lihat secara teliti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepatu coklat, sepatu hitam, sepatu tennis yang sudah kusam, semua menjadi&lt;br /&gt;pusat perhatianku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada petang hari, saya memiliki perbendaharaan dalam ingatanku betapa&lt;br /&gt;banyaknya teman teman di sekolah yang juga memakai sepatu bukan sport,&lt;br /&gt;bahkan sepatu - sepatu rusak, berlobang, menganga dan lain lain bentuk yang&lt;br /&gt;sudah mendekati kepunahan sebagai alat pelindung kaki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun banyak juga yang memakai sepatu sport yang gagah, yang senantiasa&lt;br /&gt;berdetak detik penuh gaya bila si pemiliknya  menghentakkannya dengan gagah&lt;br /&gt;perkasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah sekolah usai, saya berjalan cepat ke bengkel di mana ayah bekerja.&lt;br /&gt;Saya hampir yakin bahwa Senin depan saya juga akan masuk kelompok yang&lt;br /&gt;sedang “in”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiap saya menghentakkan tumit saya di jalan, saya membayangkan telah&lt;br /&gt;memakai sepatu sport idaman saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bengkel sepi sekali saat itu. Suara yang terdengar hanya denting-denting&lt;br /&gt;metal dari kolong sebuah chevy tua buatan tahun 1956.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Udara berbau oli, namun pada hemat penciuman saya, asyik sekali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hanya seorang langganan sedang menunggu ayah yang sedang bergulat di  kolong&lt;br /&gt;chevy tua itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pak Alva” tanya saya kepada langganan yang sedang menunggu, “masih&lt;br /&gt;lamakah?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Entah Will. Kau tahu sifat ayahmu. Ia sedang membongkar persneling, namun&lt;br /&gt;bila ia mendapatkan adanya bagian lain yang tidak beres, ia akan&lt;br /&gt;menyelesaikannya juga.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya bersandar pada mobil abu abu itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang bisa saya lihat hanyalah sepasang kaki ayah yang menjulur keluar&lt;br /&gt;dari kolong mobil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sambil menjentik jentik lampu belakang chevy, secara tidak sadar saya&lt;br /&gt;menatap kepada kaki ayah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Celana kerjanya berwarna biru tua, kusam dan lengket terkena oli, lusuh&lt;br /&gt;pula.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepatunya, berwarna putih tua…. ah ….bukan hitam muda……, dan sungguh&lt;br /&gt;sungguh butut, sebagaimana mestinya sepatu seorang montir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepatu kirinya sudah tidak bersol, dan bagian kanan masih memiliki sepotong&lt;br /&gt;kecil kulit tipis, yang dahulu bernama sol. Di ujungnya, sebaris staples&lt;br /&gt;menggigit kedua belah kulit kencang kencang, mencegah jempol kakinya&lt;br /&gt;mengintip keluar. Tali sepatunya beriap riap, dan sebuah lubang&lt;br /&gt;memperlihatkan sebagian dari jari kelingkingnya yang terbalut kaus katun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sudah pulang nak? “ayah keluar dari kolong mobil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Yes sir” kataku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kau lakukan apa yang kuperintahkan hari ini?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Yes sir”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Nah, apa jawabmu ?” la memandangku, seolah olah tahu apa yang akan saya&lt;br /&gt;ucapkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya tetap ingin sepatu sport ” Saya berkata tegas, dan berusaha setengah&lt;br /&gt;mati untuk tidak memandang kepada sepatu ayah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Kalau begitu, ayah harus potong uang belanja ibumu…..”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Mengapa tidak pergi dan membelinya sekarang?” lalu ayah mengeluarkan&lt;br /&gt;selembar $ 10. dan memancing uang receh untuk mencari 30 sen guna membayar&lt;br /&gt;3% pajak penjualannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya menerima uang itu dan segera berangkat ke pusat pertokoan, dua blok&lt;br /&gt;dari bengkel di mana ayah bekerja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di depan sebuah etalase, saya berhenti untuk melihat apakah sepatu sportku&lt;br /&gt;masih dipajang disana. Ternyata masih! $9.95.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun uang saya tidak akan cukup bila saya harus membeli paku paku yang akan&lt;br /&gt;dipakukan pada solnya dan menimbulkan suara klak klik yang gagah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya pikir, untuk lari ke rumah dan minta bantuan dana dari mama, sebab&lt;br /&gt;tidak mungkin kembali kepada ayah dan minta kekurangannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat saya teringat kepada ayah, sepatu tuanya tampak membayang&lt;br /&gt;melintasi kedua mataku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jelas tampak kebututannya, sisinya yang compang camping, paku paku yang&lt;br /&gt;telah mengintip keluar dan sebaris staples yang umumnya dipakai untuk&lt;br /&gt;menjepit kertas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepatu kulit usang yang dipakainya untuk menghidupi keluarganya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada waktu musim dingin yang menggigit, sepatu yang sama dipakainya&lt;br /&gt;melintasi jalan jalan yang dingin, menuju kepada mobil mobil yang mogok.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun ayah tidak pernah mengeluh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terpikir olehku, betapa banyaknya benda benda yang seharusnya dibutuhkan&lt;br /&gt;ayah, namun tidak dimilikinya, semata mata agar saya mendapatkan apa yang&lt;br /&gt;saya ingini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan kementerengan sepatu sport yang ada di balik kaca etelase di hadapanku&lt;br /&gt;mulai memudar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa jadinya bila ayah bersikap sepertiku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sepatu jenis apa yang saat ini kupakai, bila ayahku bersikap seperti saya&lt;br /&gt;bersikap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya masuk ke dalam toko sepatu itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah rak besar terpampang megah, penuh berisikan sepatu sport yang sungguh&lt;br /&gt;keren.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sampingnya, terdapat sebuah rak lain, dengan sebingkai tulisan “obral&lt;br /&gt;besar. 50% discount”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dibawah bingkai itu tergeletak sepatu sepatu semodel sepatu ayah, beberapa&lt;br /&gt;generasi lebih muda, tentunya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Otakku bermain ping pong. Mula mula sepatu ayah yang butut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan sekarang sepatu baru. Pikiran tentang: menjadi “in” dan seirama dengan&lt;br /&gt;remaja lain di sekolah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan kemudian pikiran tentang ayah,…. telah mengalahkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya mengambil sepatu ukuran 42 dari rak yang berdiscount.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan segera berjalan ke arah meja kasir, ditambah pajak, jadilah bilangan&lt;br /&gt;$ 6.13.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya kembali ke bengkel dan meletakkan sepatu baru ayah di atas kursi di&lt;br /&gt;mobilnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya mendapatkan ayah dan mengembalikan uang kembalian yang masih tersisa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya pikir harganya $ 9.95″ kata ayah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Obral” kataku pendek.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya mengambil sapu, dan mulai membantu ayah membersihkan bengkel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pukul lima sore, ia memberi tanda bahwa bengkel harus ditutup dan kami harus&lt;br /&gt;pulang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ayah mengangkat kotak sepatu ketika kami masuk ke dalam mobilnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika ia membuka kotak itu, ia hanya dapat memandang tanpa mengucapkan&lt;br /&gt;sepatah katapun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia memandang kepada sepatu itu lama-lama, kemudian kepadaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya pikir kau membeli sepatu sport”, katanya pelan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sebetulnya ayah, … tapi …. Saya tak sanggup meneruskannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana saya harus menjelaskannya bahwa saya sungguh ingin  menjadi&lt;br /&gt;seperti ayah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan bila saya tumbuh menjadi dewasa, saya sungguh ingin menjadi seperti&lt;br /&gt;orang baik ini, yang Tuhan berikan kepada saya sebagai ayah saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ayah meletakkan tangannya pada bahu saya, dan kami saling memandang untuk&lt;br /&gt;waktu sesaat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tidak ada kata kata yang perlu dikatakan. Ayah menstarter mobil, dan kami&lt;br /&gt;pulang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terima kasih Tuhan, karena engkau telah memberiku seorang ayah yang baik dan&lt;br /&gt;bertanggung jawab.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-5107112193986584459?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/5107112193986584459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/sepasang-sepatu-sports.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5107112193986584459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5107112193986584459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/sepasang-sepatu-sports.html' title='Sepasang Sepatu Sports'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-5092498696333502430</id><published>2009-04-25T11:40:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T11:45:25.991+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Sebuah koin penyok</title><content type='html'>&lt;p&gt;Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan. &lt;span id="more-24"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya&lt;br /&gt;terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya.&lt;br /&gt;“Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya kekolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata&lt;br /&gt;pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu.&lt;br /&gt;Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu.&lt;br /&gt;Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kisah berikut, diadaptasi dari The Healing Stories karya GW Burns.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-5092498696333502430?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/5092498696333502430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/sebuah-koin-penyok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5092498696333502430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5092498696333502430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/sebuah-koin-penyok.html' title='Sebuah koin penyok'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-4347697230298154638</id><published>2009-04-25T11:37:00.000+07:00</published><updated>2009-04-25T11:39:05.559+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Mr Henri</title><content type='html'>&lt;p&gt;Renungkanlah oleh Anda betapa bahagia dan betapa bangganya perasaan seseorang apabila ia bisa diterima sebagai mahasiswa di universitas yang bergengsi seperti Yale atau Harvard University di USA. Tentunya lebih hebat lagi adalah orang-orang yang bisa menjadi guru besar di Universitas tsb.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mr Henri adalah seorang guru besar bukan saja di kedua universitas tsb diatas melainkan juga di Universitas Notre Dame. Ia begitu disegani oleh rekan-rekan maupun para mahasiswanya sebagai wong&lt;br /&gt;pinter yang terpandang. Jadi sudah benar-benar berada di puncak kedudukan kariernya seorang ilmuwan.&lt;span id="more-3"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat dimana ia sedang berada di puncak karier kehidupannya, tiba-tiba ia merubah arah hidupnya! Ia telah merubah arah kehidupannya bukannya untuk UPWARD lagi melainkan ingin DOWNWARD.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia melepaskan seluruh jabatannya di ketiga universitas bergengsi tsb. Ia melepaskan ribuan siswa-siswinya untuk diganti hanya oleh 10 orang siswa lainnya. Bahkan untuk para siwa barunya ini ia mengabdikan dirinya 24 jam sehari. Disitu ia telah benar-benar turun menjadi Mr Nobody.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disitu tidak ada seorang pun yang mengenal dia, bahkan tidak ada seorang pun yang pernah membaca buku hasil karyanya. Begitu juga tidak ada seorang pun yang merasa kagum terhadap dirinya sebagai&lt;br /&gt;guru besar yang memiliki gelar sepanjang 1 meter. Disitu ia benar- benar menjadi Mr. Nobody tulen. Masalahnya semua anak didiknya sekarang ini adalah anak-anak yang cacad mental. Melalui anak-anak&lt;br /&gt;cacad tsb baru dia menyadari, bahwa segala prestasi yang pernah diraih sebelumnya itu, tidak ada manfaatnya sama sekali dalam pergaulannya dengan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Boro-boro bisa membaca dan menulis, mandi sendiri pun mereka sudah tidak mampu lagi. Dari guru besar dihadapan ratusan siswa berubah menjadi pelayan untuk melayani anak-anak cacad. Dimana setiap&lt;br /&gt;harinya ia harus membersihkan badan mereka dari kotoran-kotorannya. Bantu menyikat gigi maupun mencukur jenggot mereka dan juga membantu memakai pakaiannya sebelumnya diletakan di kursi rodanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu diantaranya adalah seorang pemuda yang bernama Adam. Bagi kebanyakan orang Adam itu sudah benar-benar tidak berguna sama sekali, sehingga sebenarnya percuma saja ia dilahirkan juga. Adam&lt;br /&gt;walaupun usianya sudah mencapai 25 tahun, tapi ia masih harus dirawat seperti layaknya seorang bayi. Ia tidak bisa makan maupun minum sendiri, sehingga untuk ini ia harus menyuapi dan menunggunya&lt;br /&gt;dengan sabar. Buang air besar pun tidak bisa, maka dari itu setiap hari ia harus mencuci celana maupun badannya yang penuh dengan kotoran yang bau. Ia juga seorang penderita epilepsi yang parah&lt;br /&gt;sehingga badannya sering menjadi kejang dan kaku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pekerjaan yang tidak ringan maupun mudah dan terlebih lagi membutuhkan banyak kesabaran. Untuk ini tidak ada penghargaan maupun ucapan terima kasih dari Adam, sebab boro-boro bisa berbicara,&lt;br /&gt;senyum atau menangispun Adam sudah tidak bisa lagi. Hanya sekali pernah terlihat dimana Adam mengeluarkan air mata yang mengalir di pipinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin bagi orang lain apa yang dilakukan Henri sekarang ini adalah pekerjaan wong rendahan dan tiada artinya sama sekali, tetapi bagi dia bahkan masa hidup yang sekarang inilah yang terpenting di dalam&lt;br /&gt;kehidupannya. Henri pernah mengutarakan bahwa ia telah mendapatkan banyak sekali berkat dari pelayanannya ini. Ia menilai bahwa dari fisik dan pikiran Adam muncul seorang manusia yang paling baik yang telah menawarkan dan memberikan kepada dia suatu hadiah yang paling indah daripada apa yang bisa ia berikan kepadanya ialah pelajaran tentang cinta kasih. Dari situlah ia merasa bahwa sebenarnya ialah yang dilayani oleh Adam untuk belajar melayani, bersabar maupun berbagi kasih yang tak berkesudahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apa yang diucapkan oleh Henry ini bukannya hanya sekedar basa-basi, sebab untuk ini ia telah menulis satu buku khusus, mengenai hikmah dan pelajaran apa saja yang telah ia dapatkan dari Adam dalam&lt;br /&gt;bukunya “Adam´s Peace”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bayangkan saja ia seorang guru besar dari universitas bergengsi, ternyata telah bisa menimba ilmu dari anak-anak cacad. Anak-anak cacad tsb telah berhasil mengajarkan kepada Henry apa artinya cinta&lt;br /&gt;kasih itu. Terlebih lagi disitulah baru ia menyadari, bahwa bahwa apa yang membuat kita menjadi manusia, bukanlah gelar, harta, maupun jabatan kita. Begitu juga bukanlah otak kita, tapi hati kita!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukan kemampuan kita berpikir, tetapi kemampuan kita untuk mengasihi. Henry telah turun menjadi Mr Nobody dimata dunia, tetapi dilain pihak ia telah berhasil menjadi VIP dimata Sang Pencipta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mr. Henry Josef Michael Nouwen (1932 - 1996) dengan sengaja telah meninggalkan komunitas orang-orang hebat dan bergengsi untuk memilih hidup di komunitas anak-anak cacad di L´Arche Daybreak di Toronto. Ia melayani disitu terus sampai dengan akhir hayatnya. Ia juga seorang penulis buku rohani. Lebih dari 40 buku rohani yang pernah ia tulis salah satu bukunya yang paling banyak dibaca ialah: “Innder&lt;br /&gt;Voice of Love”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut ukuran dunia keberhasilan seseorang diukur berdasarkan keberhasilan maupun ketinggian yang bisa diraih oleh orang tsb dengan motto “How high can you fly?” Beda dengan dunia kerohanian.&lt;br /&gt;Disana berlaku motto kebalikannya ialah “How low can you go?”. Jalan ilahi adalah jalan yang menurun kebawah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-4347697230298154638?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/4347697230298154638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/mr-henri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4347697230298154638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4347697230298154638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/mr-henri.html' title='Mr Henri'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-3524323126082956439</id><published>2009-04-14T14:51:00.000+07:00</published><updated>2009-04-14T15:09:58.646+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Perangkap Monyet</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sahabat, saya pernah membaca suatu hal yang menarik tentang perangkap. Suatu sistem yang unik, telah dipakai di hutan-hutan Afrika untuk menangkap monyet yang ada disana. Sistem itu memungkinkan untuk menangkap monyet dalam keadaan hidup, tak cedera, agar bisa dijadikan hewan percobaan atau binatang sirkus di Amerika.&lt;/span&gt; &lt;p&gt;Caranya sangat manusiawi (*umm…atau mungkin hewani kali ye..hehehe*). Sang pemburu monyet, akan menggunakan sebuah toples berleher panjang dan sempit, dan menanamnya di tanah. Toples kaca yang berat itu berisi kacang, ditambah dengan aroma yang kuat dari bahan-bahan yang disukai monyet-monyet Afrika. Mereka meletakkannya di sore hari, dan mengikat/menanam toples itu erat-erat ke dalam tanah. Keesokan harinya, mereka akan menemukan beberapa monyet yang terperangkap, dengan tangan yang terjulur, dalam setiap botol yang dijadikan jebakan.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-208"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Tentu, kita tahu mengapa ini terjadi. Monyet-monyet itu tak melepaskan tangannya sebelum mendapatkan kacang-kacang yang menjadi jebakan. Mereka tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples, lalu mengamati, menjulurkan tangan, dan terjebak. Monyet itu, tak akan dapat terlepas dari toples, sebelum ia melepaskan kacang yang di gengamnya. Selama ia tetap mempertahankan kacang-kacang itu, selama itu pula ia terjebak. Toples itu terlalu berat untuk diangkat, sebab tertanam di tanah. Monyet tak akan dapat pergi kemana-mana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sahabat, kita mungkin tertawa dengan tingkah monyet itu. Kita bisa jadi terbahak saat melihat kebodohan monyet yang terperangkap dalam toples. Tapi, mungkin, sesungguhnya, kita sedang menertawakan diri kita sendiri. Betapa sering, kita mengengam setiap permasalahan yang kita miliki, layaknya monyet yang mengenggam kacang. Kita sering mendendam, tak mudah memberikan maaf, tak mudah melepaskan maaf, memendam setiap amarah dalam dada, seakan tak mau melepaskan selamanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seringkali, kita, yang bodoh ini, membawa “toples-toples” itu kemana pun kita pergi. Dengan beban yang berat, kita berusaha untuk terus berjalan. Tanpa sadar, kita sebenarnya sedang terperangkap dengan persoalan pribadi yang kita alami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sahabat, bukankah lebih mudah jika kita melepaskan setiap masalah yang lalu, dan menatap hari esok dengan lebih cerah? Bukankah lebih menyenangkan, untuk memberikan maaf bagi setiap orang yang pernah berbuat salah kepada kita? Karena, kita pun bisa jadi juga bisa berbuat kesalahan yang sama. Bukankah lebih terasa nyaman, saat kita membagikan setiap masalah kepada orang lain, kepada sahabat, agar di cari penyelesaiannya, daripada terus dipendam?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-3524323126082956439?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/3524323126082956439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/perangkap-monyet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/3524323126082956439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/3524323126082956439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/perangkap-monyet.html' title='Perangkap Monyet'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-6899974939736576311</id><published>2009-04-14T14:30:00.000+07:00</published><updated>2009-04-14T14:38:30.096+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Pemberian Terbaik kepada Raja</title><content type='html'>&lt;p&gt;Suatu ketika, hiduplah seorang petani bersama keluarganya. Mereka menetap di sebuah kerajaan yang besar, dengan raja yang adil dan bijaksana. Beruntunglah siapa saja yang tinggal disana. Tanahnya subur, keadaannya pun aman dan sentosa. Semuanya hidup berdampingan, tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah. Tak lupa ia membawa bajak dan kerbau peliharaannya. Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja. Sisi-sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak letih jika bekerja terlalu lama. "Inilah hartaku yang paling berharga", demikian gumam petani itu dalam hati, sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak seperti biasa, tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang menghampiri petani itu. Tampak pemimpin pasukan yang maju, lalu berkata, "Berikan bajak dan kerbaumu kepada kami. "Ini perintah Raja!". Suara itu terdengar begitu keras, mengagetkan petani itu yang tampak masih kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-233"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Petani itu lalu menjawab, "Untuk apa, sang Raja menginginkan bajak dan kerbauku? "Ini adalah hartaku yang paling berharga, bagaimana aku bisa bekerja tanpa itu semua. Petani itu tampak menghiba, memohon agar diberikan kesempatan untuk tetap bekerja. "Tolonglah, kasihani anak dan istriku…berilah kesempatan sampai besok. Aku akan membicarakan dengan keluargaku…"&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, pemimpin pasukan berkata lagi, "Kami hanya menjalankan perintah dari Baginda. Terserah, apakah kau mau menjalankannya atau tidak. Namun, ingatlah, kekuasaannya sangat kuat. "Petani semacam kau tak akan mampu melawan perintahnya." Akhirnya, pasukan itu berbalik arah, dan kembali ke arah istana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di malam hari, petani pun menceritakan kejadian itu dengan keluarganya. Mereka tampak bingung dengan keadaan ini. Hati bertanya-tanya, "Apakah baginda sudah mulai kehilangan kebijaksanaannya? Kenapa baginda tampak tak melindungi rakyatnya dengan mengambil bajak dan kerbau kita? Gundah, dan resah melingkupi keluarga itu. Namun, akhirnya, mereka hanya bisa pasrah dan memilih untuk menyerahkan kedua benda itu kepada raja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keesokan pagi, sang petani tampak pasrah. Bersama dengan bajak dan kerbaunya, ia melangkah menuju arah istana. Petani itu ingin memberikan langsung hartanya yang paling berharga itu kepada Raja. Tibalah ia di halaman Istana, dan langsung di terima Raja. "Baginda, hamba hanya bisa pasrah. Walaupun hamba merasa sayang dengan harta itu, namun hamba ingin membaktikan diri kepada Baginda. Duli Paduka, terimalah pemberian ini…."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Baginda Raja tersenyum. Sambil menepuk kedua tangannya, ia tampak memanggil pengawal. "Pengawal, buka selubung itu!! Tiba-tiba, terkuaklah selubung di dekat taman. Ternyata, disana ada sebuah bajak yang baru dan kerbau yang gemuk. Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh, dengan urat-urat kayu yang mengkilap. Begitupun kerbau, hewan itu begitu gemuk, dengan kedua kaki yang tegap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang Petani tampak kebingungan. Baginda mulai berbicara, "Sesungguhnya, aku telah mengenal dirimu sejak lama. Dan aku tahu kau adalah petani yang rajin dan baik. Namun, aku ingin mengujimu dengan hal ini. Ternyata, kau memang benar-benar hamba yang baik. Engkau rela memberikan hartamu yang paling berharga untukku. Maka, terimalah hadiah dariku. Engkau layak menerimanya…."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Petani itu pun bersyukur dan ia pun kembali pulang dengan hadiah yang sangat besar, buah kebaikan dan baktinya pada sang Raja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;***&lt;br /&gt;Teman, bisa jadi, tak banyak orang yang bisa berlaku seperti petani tadi. Hanya sedikit orang yang mau memberikan harta yang terbaik yang dimilikinya kepada yang lain. Namun, petani tersebut adalah satu dari orang-orang yang sedikit itu. Dan ia, memberikan sedikit pelajaran buat kita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya, Allah sering meminta kita memberikan terbaik yang kita punya untuk-Nya. Allah, sering memerintahkan kita untuk mau menyampaikan yang paling berharga, hanya ditujukan pada-Nya. Bukan, bukan karena Allah butuh semua itu, dan juga bukan karena Allah kekurangan. Namun karena sesungguhnya Allah Maha Kaya, dan Allah sedang menguji setiap hamba-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah sedang menguji, apakah hamba-Nya adalah bagian dari orang-orang yang beriman dan mau bersyukur. Allah sedang menguji, apakah ada dari hamba-hamba-Nya yang mau menafkahkan harta di jalan-Nya. Dan Allah, pasti akan memberikan balasan atas upaya itu dengan pemberian yang tak akan kita bayangkan. Imbalan dan pahala yang akan kita terima, sesungguhya akan mampu membuat kita paham, bahwa Allah memang Maha Pemberi Kemuliaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan teman, mari kita berikan yang terbaik yang kita punya kepada-Nya. Marilah kita tujukan waktu, kerja dan usaha kita yang terbaik hanya kepada-Nya. Karena sesungguhnya memang, kita tak akan pernah menyadari balasan apa yang akan kita terima atas semua itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah selalu punya banyak cara-cara rahasia untuk memberikan kemuliaan bagi hamba-Nya. Dan Dia akan selalu memberikan pengganti yang lebih baik untuk semua yang ikhlas kita berikan pada-Nya&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-6899974939736576311?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/6899974939736576311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/pemberian-terbaik-kepada-raja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6899974939736576311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6899974939736576311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/pemberian-terbaik-kepada-raja.html' title='Pemberian Terbaik kepada Raja'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-9075781727424203473</id><published>2009-04-14T14:21:00.000+07:00</published><updated>2009-04-14T14:24:05.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Kejujuran yang Menyelamatkan Jiwa</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=""&gt;Disuatu desa terpencil dipinggiran kota , tinggalah seorang anak laki-laki bersama 6 saudaranya, kehidupan keluarga ini terlihat sangatlah sederhana, orang tuanya hanya seorang buruh tani, kakak dan adiknya semua masih bersekolah sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang hanya mengurusi keluarga. Untuk membantu keuangan keluarganya setiap hari selepas pulang sekolah , ia pergi kepasar untuk berjualan asongan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=""&gt;Pada suatu hari saat anak ini sedang menjajakan dagangannya, tiba-tiba ia melihat sebuah bungkusan kertas koran yang cukup besar , terjatuh dipinggir jalan, lalu diambilnya bungkusan tersebut, kemudian dibukanya bungkusan itu, namun betapa kaget dan terkejutnya ia, ternyata isi bungkusan tersebut berisi uang dalam nominal besar.&lt;/span&gt;&lt;span id="more-239"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=""&gt;Tampak diraut wajahnya rasa iba dan bukan kegembiraan, ia tampak kebinggungan, karena ia yakin uang ini pasti ada yang memilikinya , pada saat itu juga anak ini langsung berinisiatif untuk mencari sipemilik bungkusan tersebut, sambil mencari-cari sipemiliknya, tiba-tiba seorang ibu dengan ditemani seorang satpam datang dengan berlinang air mata menghampiri anak kecil itu , lalu ibu ini berkata “dek, bungkusan itu milik ibu, isi bungkusan itu adalah uang”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=""&gt;Uang untuk biaya rumah sakit,karena anak ibu baru saja mengalami kecelakan korban tabrak lari, saat ini anak ibu dalam keadaan kritis dan harus cepat dioperasi karena terjadi pendarahan otak, kalau tidak cepat ditangani ibu khawatir jiwa anak ibu tidak akan tertolong. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=""&gt;Pagi ini ibu baru saja menjual semua harta yang ibu miliki untuk biaya rumah sakit, Ibu sangat membutuhkan uang ini untuk menyelamatkan jiwa anak ibu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=""&gt;Lalu anak kecil tersebut berkata,” benar bu, aku sedang mencari pemilik bungkusan ini, karena aku yakin pemilik bungkusan ini sangat membutuhkan. “Ini bu !, milik ibu”. setelah itu anak kecil tersebut langsung berlari pulang , sesampai dirumah ia ceritakan semua kejadian yang baru saja dialami kepada Ibu nya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=""&gt;Lalu ibunya berkata , “ Benar anak ku ! “, kamu tidak boleh mengambil barang milik orang lain, walau pun itu dijalanan , karena barang itu bukan milik kita. Ibu sangat bangga pada mu nak, walau pun kita miskin , namun kamu &lt;strong&gt;KAYA&lt;/strong&gt; dengan &lt;strong&gt;KEBAIKAN &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;KEJUJURAN&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=""&gt;Untuk apa kita memiliki kekayaan yang melimpah, sementara kita harus mengorbankan nyawa orang lain . “Kamu sungguh anak yang baik nak” , ibu sangat bersyukur mempunyai anak seperti mu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=""&gt;Hari ini ibu percaya, kamu sudah menyelamatkan satu jiwa melalui kebaikan dan kejujuran mu, kamu harus jaga terus kejujuranmu , karena kejujuran dapat menyelamatkan banyak orang dan kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana . “Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=""&gt;(“Matamu adalah pelita tubuhmu, Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi gelap. Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya.” )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;em&gt;Thomas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-9075781727424203473?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/9075781727424203473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/kejujuran-yang-menyelamatkan-jiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/9075781727424203473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/9075781727424203473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/kejujuran-yang-menyelamatkan-jiwa.html' title='Kejujuran yang Menyelamatkan Jiwa'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-6850272690843148793</id><published>2009-04-14T14:13:00.000+07:00</published><updated>2009-04-14T14:16:52.612+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Anak Cacat Perang Vietnam</title><content type='html'>&lt;p&gt;“Huuu….uuura!” Teriakan gembira dari seorang Ibu yang menerima telegram dari anaknya yang telah ber-tahun2 menghilang. Apalagi ia adalah anak satu2nya. Maklumlah anak tsb pergi ditugaskan perang ke&lt;br /&gt;Vietnam pada 4 th yang lampau dan sejak 3 tahun yang terakhir, orang tuanya tidak pernah menerima kabar lagi dari putera tunggalnya tsb. Sehingga diduga bahwa anaknya gugur dimedan perang. Anda bisa membayangkan betapa bahagianya perasaan Ibu tsb. Dalam telegram tsb tercantum bahwa anaknya akan pulang besok.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-254"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya telah disiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan putera tunggal kesayangannya, bahkan pada malam harinya akan diadakan pesta khusus untuk dia, dimana seluruh anggota keluarga maupun rekan2 bisnis dari suaminya diundang semua. Maklumlah suaminya adalah Direktur Bank Besar yang terkenal diseluruh ibukota. Siang harinya si Ibu menerima telepon dari anaknya yang sudah berada&lt;br /&gt;di airport.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Si Anak: “Bu bolehkah saya membawa kawan baik saya?” Ibu: “Oh sudah tentu, rumah kita cuma besar dan kamarpun cukup banyak, bawa saja, jangan segan2 bawalah!” Si Anak: “Tetapi kawan saya adalah seorang cacad, karena korban perang di Vietnam?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibu: “……oooh tidak jadi masalah, bolehkah saya tahu, bagian mana yang cacad? ” - nada suaranya sudah agak menurun&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Si Anak: “Ia kehilangan tangan kanan dan kedua kakinya!” Si Ibu dengan nada agak terpaksa, karena si Ibu tidak mau mengecewakan anaknya: “Asal hanya untuk beberapa hari saja, saya kira&lt;br /&gt;tidak jadi masalah?” Si Anak: “…tetapi masih ada satu hal lagi yang harus saya ceritakan sama Ibu, kawan saya itu wajahnya juga turut rusak begitu juga kulitnya, karena sebagian besar hangus terbakar, maklumlah pada saat ia mau menolong kawannya ia menginjak ranjau, sehingga bukan tangan dan kakinya saja yang hancur melainkan seluruh wajah dan tubuhnya turut terbakar!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Si Ibu dengan nada kecewa dan kesal: “Na…ak lain kali saja kawanmu itu diundang kerumah kita, untuk sementara suruh saja ia tinggal di hotel, kalau perlu biar saya yang bayar nanti biaya penginapannya!” Si Anak: “…tetap ia adalah kawan baik saya Bu, saya tidak ingin pisah dari dia!” Si Ibu: “Cobalah renungkan olehmu nak, ayah kamu adalah seorang konglomerat yang ternama dan kita sering kedatangan tamu para pejabat tinggi maupun orang2 penting yang berkunjung kerumah kita, apalagi nanti malam kita akan mengadakan perjamuan malam bahkan akan dihadiri oleh seorang menteri, apa kata mereka apabila mereka nanti melihat tubuh yang cacad dan wajah yang rusak. Bagaimana pandangan umum dan bagaimana lingkungan bisa menerima kita nanti? Apakah tidak akan menurunkan martabat kita bahkan jangan2 nanti bisa merusak citra binis usaha dari ayahmu nanti.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanpa ada jawaban lebih lanjut dari anaknya telepon diputuskan dan ditutup. Orang tua dari kedua anak tsb maupun para tamu menunggu hingga jauh malam ternyata anak tsb tidak pulang, ibunya mengira anaknya marah, karena tersinggung, disebabkan temannya tidak boleh datang berkunjung kerumah mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jam tiga subuh pagi, mereka mendapat telepon dari rumah sakit, agar mereka segera datang kesana, karena harus mengidetifitaskan mayat dari orang yang bunuh diri. Mayat dari seorang pemuda bekas tentara Vietnam, yang telah kehilangan tangan dan kedua kakinya dan wajahnyapun telah rusak karena kebakar. Tadinya mereka mengira bahwa itu adalah tubuh dari teman anaknya, tetapi kenyataannya pemuda tsb&lt;br /&gt;adalah anaknya sendiri! Untuk membela nama dan status akhirnya mereka kehilangan putera tunggalnya!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- Jusuf Randy -&lt;/p&gt; &lt;p&gt;==============&lt;/p&gt; &lt;pre&gt;Kita akan menilai bahwa orang tua dari anak tsb kejam dan hanya&lt;br /&gt;mementingkan nama dan status mereka saja, tetapi bagaimana dengan&lt;br /&gt;diri kita sendiri? Apakah kita lain dari mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda masih tetap mau berkawan&lt;br /&gt;....... dengan orang cacad?&lt;br /&gt;........yang bukan karena cacad tubuh saja?&lt;br /&gt;....... tetapi cacad mental atau&lt;br /&gt;........cacad status atau cacad nama atau&lt;br /&gt;........cacad latar belakang kehidupannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda masih tetap mau berkawan dengan orang&lt;br /&gt;.......yang jatuh miskin?&lt;br /&gt;...... yang kena penyakit AIDS?&lt;br /&gt;.......yang bekas pelacur?&lt;br /&gt;.......yang tidak punya rumah lagi?&lt;br /&gt;.......yang pemabuk?&lt;br /&gt;.......yang pencandu?&lt;br /&gt;.......yang berlainan agama?&lt;br /&gt;.......yang lebih bodoh dari anda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah jawabannya&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-6850272690843148793?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/6850272690843148793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/anak-cacat-perang-vietnam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6850272690843148793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6850272690843148793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/anak-cacat-perang-vietnam.html' title='Anak Cacat Perang Vietnam'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-2607787300270546743</id><published>2009-04-14T14:05:00.000+07:00</published><updated>2009-04-14T14:11:47.301+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Bekerjalah dengan Cinta</title><content type='html'>&lt;p&gt;Wanita paruh baya itu berperawakan pendek dan sedikit gemuk. Beberapa helai uban turut menghiasi mahkota kepalanya yang diikat dengan penjepit rambut. Namun raut wajah bulat telur itu seakan tak pernah sekalipun terlihat cemberut. Ia selalu tampak riang, sehingga menyembunyikan parasnya yang jelas telah digurati keriput.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wanita itu memang tidak terlalu renta, tetapi kekuatan dan kegesitan di masa mudanya niscaya telah direnggut usia. Karenanya, percayakah bahkan dari dirinya pun akan ada sebuah pelajaran tentang makna cinta?&lt;br /&gt;&lt;span id="more-270"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selalu…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sabtu adalah hari yang ditunggu. Hari di mana nafas bisa dihela dengan panjang, dan sejenak mengistirahatkan raga dari rentetan kesibukan yang melelahkan. Saatnya pula untuk menikmati kebersamaan dengan seisi anggota keluarga. Sehingga, berbelanja di sebuah supermarket dekat rumah pun menjadi hiburan yang tak kalah meluahkan kebahagiaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun sepertinya tidak bagi wanita itu. Bagaikan tak mengenal hari libur, nyaris setiap waktu sosoknya selalu kutemui di sekitar kokusai kouryuu kaikan serta kampus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Layaknya hari kerja, dikemasnya sampah-sampah yang berserakan serta dipisahkan antara yang terbakar dan tidak. Lantas ditaruhnya pada plastik yang berbeda warna. Sebentar kemudian diambilnya kain untuk mengelap kursi dan meja. Tak lupa, dengan vacuum cleaner dibersihkannya juga permukaan lantai. Setelah selesai ia segera beranjak ke toilet, lalu dengan mengenakan sarung tangan plastik dibersihkannya bekas kotoran manusia tersebut tanpa raut muka jijik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia seperti tak peduli rasa lelah atau letih, walaupun terlihat pakaian seragam cleaning service biru mudanya telah basah bersimbah keringat. Tak juga kepenatan menyurutkan keramahannya untuk bertegur sapa dengan siapa saja saat bertemu muka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wanita itu entah siapa namanya. Hanya dengan panggilan obachan ia biasa disapa. Saat bersua denganku, juga selalu disempatkannya bertanya kabar. Bahkan ia pernah bercerita panjang lebar tentang anak-anak serta cucunya karena sering melihatku berjalan-jalan dengan keluarga. Beberapa kali pula saat usai kerja kulihat ia sedang berbelanja, masih lengkap dengan seragam biru mudanya. Lantas ditaruh barang-barang tersebut dikeranjang, dan perlahan dikayuhnya pedal sepeda tua untuk beranjak pulang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Entahlah, rasanya tak ada perasaan iri dihatinya saat di hari libur ia ternyata harus bekerja, sementara aku justru berleha-leha. Ia bahkan tetap saja semangat bekerja dengan penuh suka cita. Begitu pula dengan obachan dan ojichan lain yang pernah kutemui, mereka selalu asyik menikmati pekerjaannya. Mencabut rumput liar di pekarangan kampus ketika musim panas, menyapu jalanan dari daun yang berserakan pada musim gugur, bahkan dengan bersusah payah turut menyerok tumpukan bongkahan salju di musim dingin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terlihat betapa bergairahnya mereka ketika memang waktunya harus bekerja. Gairah dalam bentuk kesungguhan dalam menekuni apapun jenis pekerjaan, yang mungkin tak dipandang orang walau dengan sebelah mata. Karenanya, tak terdengar ngalor-ngidul obrolan hingga jam istirahat tiba untuk sejenak melepaskan lapar dan dahaga. Berselang satu jam kemudian, mereka akan kembali sibuk menekuni pekerjaannya. Senantiasa egitu, dari waktu ke waktu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rutinitas mereka mungkin tidaklah istimewa. Bekerja demi memperoleh sedikit nafkah atau sekedar menghabiskan waktu luang, tentu lebih baik dari bermalas-malasan di rumah. Terlebih-lebih itu adalah pekerjaan kasar, bukan kerja kantoran yang menyenangkan dengan penyejuk atau pemanas ruangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu mengapa mereka selalu saja bekerja seolah tak pupus oleh lelah? Bahkan bekerja bagaikan sebuah energi yang tak kunjung padam, mengalir dalam pembuluh darah serta menggerakkan jiwa dan raganya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekejap akupun tepekur, kemudian mahsyuk merenung…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan kulihat ada gairah membara yang berpendar dari balik kerut-merut kelopak mata tua itu. Seolah sinar matanya menyiratkan pesan agar bekerjalah dengan cinta. Karena bila engkau tiada sanggup, maka tinggalkanlah. Kemudian ambil tempat di depan gapura candi untuk meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cita. (Kahlil Gibran). Wallahu a’lamu bish-shawaab.&lt;br /&gt;-Abu Aufa-&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Catatan:&lt;br /&gt;- Kokusai kouryuu kaikan: International House&lt;br /&gt;- Obachan: wanita berumur, setengah tua&lt;br /&gt;- Ojichan: pria berumur, setengah tua&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-2607787300270546743?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/2607787300270546743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/bekerjalah-dengan-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2607787300270546743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2607787300270546743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/bekerjalah-dengan-cinta.html' title='Bekerjalah dengan Cinta'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-4987287827095770680</id><published>2009-04-14T13:44:00.000+07:00</published><updated>2009-04-14T14:03:56.832+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Aku Ingin Mama Kembali</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Sebuah kisah teladan dari negeri China&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya.&lt;br /&gt;Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27&lt;br /&gt;Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.&lt;/span&gt;&lt;span id="more-289"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini.Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian&lt;br /&gt;ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;strong&gt;ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia&lt;br /&gt;membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;strong&gt;Zhang Da menyuntik sendiri papanya.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; ijeksi/suntikan kepada pasiennya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;strong&gt;Aku Mau Mama Kembali&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da,&lt;br /&gt;Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab&lt;br /&gt;apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun&lt;br /&gt;tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup&lt;br /&gt;untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta&lt;br /&gt;sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg&lt;br /&gt;istimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya…ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan….bangkitlah! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-4987287827095770680?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/4987287827095770680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/aku-ingin-mama-kembali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4987287827095770680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4987287827095770680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/aku-ingin-mama-kembali.html' title='Aku Ingin Mama Kembali'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-38903301452928649</id><published>2009-04-13T16:07:00.001+07:00</published><updated>2009-04-13T16:07:32.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Tahta Untuk Sang Putri</title><content type='html'>&lt;p&gt;Seorang ayah, kebetulan pengusaha kaya multi-usaha, menghadapi soal yang amat pelik. Siapakah yang harus dipilihnya menjadi President &amp;amp; CEO menggantikan dirinya memimpin kerajaan bisnisnya yang sudah dibangun susah payah lebih dari setengah abad?&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Kini usianya sudah berkepala tujuh dan penyakit-penyakit tua sudah mulai menggerogoti dirinya. Ia tahu sebentar lagi dirinya akan mengikuti jejak nenek-moyangnya menuju lorong hidup manusia fana.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Anaknya tiga orang. Si sulung amat cerdas, meraih MSc. dan MBA luar negeri, ia berselera canggih, senang glamour, ambisius, dan punya pergaulan yang luas di kalangan jet set. Cuma si ayah cukup khawatir karena si sulung ini punya bakat bercumbu dengan bahaya seperti (konon) keluarga Kennedy. Naluri jdinya gede, dan niat curangnya pun cukup kuat. Singkatnya, ia cerdas, kreatif, namun lihai dan licin.&lt;/span&gt;&lt;span id="more-291"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Si tengah, lebih hebat lagi. Bergelar PhD. bidang kimia dari universitas beken di Amerika, ia lulus dengan predikat magna cum laude. Papernya bertebaran di jurnal-jurnal internasional. Bangga sekali hati si ayah yang cuma lulus SMP zaman Jepang. Dia dosen dan peneliti. Dan di perusahaan ayahnya dia menjabat sebagai Direktur Riset dan Pengembangan. Tetapi menjadi CEO, ia terlalu akademis.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Kurang cocok dengan bisnis mereka yang kini berspektrum sangat lebar.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Si bungsu, satu-satunya perempuan, cuma lulus S1 dalam negeri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Meskipun sejak lima tahun terakhir ia bergabung dengan usaha ayahnya sebagai Direktur Grup Konsumer, tetapi ia memulai karirnya di perusahaan asing sebagai wiraniaga (marketing executive). Ia merangkak dari bawah hingga 15 tahun kemudian bisa mencapai posisi General Manager. Otaknya kalah brilian dbanding kedua kakaknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Meskipun cenderung hemat berkata-kata, namun ia menunjukkan bakat memimpin yang baik. Ia mampu mendengar dengan intens. Berbagai pendapat dan gagasan bisa diolahnya dengan dalam.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Gaya hidupnya biasa saja. Ia disenangi sekaligus disegani orang karena sikapnya yang fair, jujur, dan mampu merakyat dengan para bawahannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Nah, jika Anda adalah konsultan independen, siapakah pilih an Anda menggantikan sang patriarch menjadi President &amp;amp; CEO? Saya bertaruh, sebagian besar Anda akan menominasikan si bungsu. Dan si ayah juga demikian. Masalah ini menjadi pelik, karena menurut adat-istiadat, si sulunglah pewaris takhta. Dan, ia sangat berambisi untuk itu. Sedang si bungsu, selain paling buncit, perempuan lagi. Jadi ia kalah status, gelar dan gender. Bagaimana jalan keluarnya? Konsultan angkat tangan. Rujukan buku teks tidak ada. Sang patriarch akhirnya hanya bisa mengandalkan wibawa dan hikmatnya sebagai ayah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Lalu dipanggilnya ketiga anaknya. Dibentangkannya persoalan secara gamblang. Diuraikannya plus-minus setiap anaknya. Dianalisisnya kemungkinan sukses masing-masing memimpin grup usaha itu menuju milenium ketiga. Dialog pun dimulai. Dan si ayah segera maklum, dead lock akan terjadi. “Sudahlah, aku akan memutuskan sendiri siapa penggantiku,” kata orangtua itu akhirnya. Ketiganya takzim menurut. Seminggu kemudian, si ayah datang dengan sebuah ujian. “Barangsiapa bisa mengisi ruang ini sepenuh-penuhnya, maka dialah penggantiku,” katanya sambil menunjuk ruang rapat yang cuma terisi empat kursi dan sebuah meja bundar. “Budget maksimum Rp1 juta,” tambahnya lagi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Kesempatan pertama jatuh pada si sulung. Enteng, pikirnya. Besoknya, dipenuhinya ruangan itu dengan cacahan kertas berkarung-karung. Dan memang ruangan itu menjadi padat. “Bagus, besok giliranmu,” kata si ayah kepada anak keduanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Duapuluh empat jam kemudian, ruangan itu pun dipenuhinya dengan butiran styro- foam yang diperolehnya dengan menghancurkan bekas-bekas packaging. “Oke, besok giliranmu,” kata sang patriarch menunjuk putrinya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Esoknya, ketika acara inspeksi dimulai, ternyata ruangan masih kosong. “Lho, kok kosong?” tanya ketiganya hampir serempak. Sang putri diam saja. Dimatikannya saklar lampu. Dari sakunya dia keluarkan sebatang lilin. Ditaruhnya di atas meja. Lalu disulutnya dengan sebatang korek api. “Lihat, ruangan ini penuh dengan terang. Silahkan dinilai, apakah ada celah kosong tak tersinari,” katanya kalem. Tak terbantah siapa pun, dia dinyatakan menang dan sang putri pun berhak menduduki kursi tertinggi. Problem solved. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Kualitas yang ditunjukkan sang ayah dan putrinya adalah apa yang saya sebut sebagai hikmat. Ciri utama orang berhikmat (wise person) ialah kemampuan memecahkan masalah secara genuine dan memuaskan. Ini selaras dengan Jerry Pino yang merumuskan hikmat sebagai kemampuan membuat the best decision at any given situation.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Pintar, di pihak lain, adalah kemampuan mencerna dan mengolah informasi secara cepat. Ciri-cirinya, rasional, metodik, linier, dan analitik. Kepintaran umumnya diperoleh dengan olah otak sampai botak.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Dari dulu botak memang ciri orang pintar. Tetapi hikmat (wisdom) tidak hanya memerlukan olah otak tetapi terutama olah hati. Jarang kita sadari, hati kita sebenarnya bisa berpikir. Dalam tradisi literatur kuno, terutama kitab-kitab suci, hati adalah lokasi kebijaksanaan, hikmat dan kepandaian. Lebih spesifik, hati adalah access point kita kepada the higher knowledge, yakni kepada Tuhan sendiri. Dalam arti ini, orang bijak selalu berkonotasi orang alim dan saleh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.25in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Kini, ketika rasionalisme warisan Descartes dan Immanuel Kant menjadi panglima, kebijaksanaan yang berasal dari hati (nurani atau suara hati) cenderung dinomorduakan. Yang utama adalah kepala. Dunia politik, bisnis dan kemasyarakatan kita kemudian didominasi oleh para pakar dan teknokrat bergelar master, doktor, dan profesor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-38903301452928649?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/38903301452928649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/tahta-untuk-sang-putri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/38903301452928649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/38903301452928649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/tahta-untuk-sang-putri.html' title='Tahta Untuk Sang Putri'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-7606499822941979043</id><published>2009-04-13T16:06:00.000+07:00</published><updated>2009-04-13T16:07:00.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Cerita Menyentuh dari India</title><content type='html'>&lt;p&gt;Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran. Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan. Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu2nya, namanya Sindu tampak ketakutan, air matanya banjir di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada “cooling effect”.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Aku mengambil mangkok dan berkata Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah.&lt;span id="more-293"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya, dan berkata “boleh ayah akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta” agak ragu2 sejenak “akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Aku menjawab “oh pasti, sayang.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Sindu tanya sekali lagi, “betul nih ayah ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;“&lt;span lang="id-ID"&gt;Yah pasti sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, janji kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata: “Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Sindu menjawab : jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 mahal kok. Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap, dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin/dibotakin pada hari Minggu. Istriku spontan berkata permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin. Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Aku coba membujuk: Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak. Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, tidak ada yah, tak ada keinginan lain, kata Sindu. Aku coba memohon kepada Sindu : tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Sindu dengan menangis berkata : ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya. Kenapa ayah sekarang mau menarik/menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta/kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku : janji kita harus ditepati. Secara serentak istri dan ibuku berkata : apakah aku sudah gila? Tidak, jawabku, kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu, permintaanmu akan kami penuhi. Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak : Sindu tolong tunggu saya. Yang mengejutkanku ternyata, kepala anak laki2 itu botak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Aku berpikir mungkin”botak” model jaman sekarang. Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata: “anak anda, Sindu benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia.” Wanita itu berhenti sejenak, nangis tersedu-sedu, “bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek/dihina oleh teman2 sekelasnya. Nah Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Aku berdiri terpaku dan aku menangis, malaikat kecilku, tolong ajarkanku tentang kasih.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-7606499822941979043?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/7606499822941979043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/cerita-menyentuh-dari-india.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7606499822941979043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7606499822941979043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/cerita-menyentuh-dari-india.html' title='Cerita Menyentuh dari India'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-4288739453644002622</id><published>2009-04-13T16:05:00.002+07:00</published><updated>2009-04-13T16:06:10.240+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Tempayan Retak</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi tidak. Tempayan yang utuh selalu dapat membawa air penuh, walaupun melewati perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Hal ini terjadi setiap hari selama dua tahun. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan utuh&lt;br /&gt;merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugas dengan sempurna. Di pihak lain, si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaanya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya ia dapat berikan.&lt;/span&gt;&lt;span id="more-295"&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;&lt;strong&gt;Setiap Orang Memiliki kekurangan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak berkata&lt;br /&gt;kepada si tukang air, “Saya sungguh malu kepada diri saya sendiri dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya” “mengapa?” tanya si tukang air,”mengapa kamu merasa malu ?””Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa. Adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuat mu rugi.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia menjawab,” Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.” Tuhan sanggup memakai kelemahan kita untuk maksud yang indah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali merasa sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor dan kembali tempayan retak itu meminta maaf kepada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu tidak memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu ? tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan lain yang tidak retak itu ?” Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini, aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk dapat menghias meja majikan kita. Tanpa adanya kamu , majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Setiap orang memiliki cacat dan kelemahan sendiri. Kita semua adalah tempayan&lt;br /&gt;retak, namun jika kita mau, Tuhan akan menggunakan kekurangan kita untuk maksud&lt;br /&gt;tertentu. Dimata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma, Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana keindahan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; Ketahuilah dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-4288739453644002622?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/4288739453644002622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/tempayan-retak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4288739453644002622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4288739453644002622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/tempayan-retak.html' title='Tempayan Retak'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-6258389227208874865</id><published>2009-04-13T16:05:00.001+07:00</published><updated>2009-04-13T16:05:32.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>7 Buah Kata</title><content type='html'>&lt;p&gt;Aku tahu aku berbeda dari anak-anak lain. Dan aku amat membencinya. Ketika aku mulai bersekolah, teman-teman selalu mengejekku, maka aku semakin tahu perbedaan diriku. Aku dilahirkan dengan cacat. Langit-langit mulutku terbelah.Ya, aku adalah seorang gadis kecil dengan bibir sumbing, hidung bengkok, gigi yang tak rata. Bila berbicara suaraku sumbang, sengau dan kacau. Bahkan aku tak bisa meniup balon bila tak kupejet hidungku erat-erat.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Jika aku minum menggunakan sedotan, air akan mengucur begitu saja lewat hidungku. Bila ada teman sekolahku bertanya, “Bibirmu itu kenapa?” Aku katakan bahwa ketika bayi aku terjatuh dan sebilah pecahan beling telah membelah bibirku.&lt;/span&gt;&lt;span id="more-299"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Sepertinya aku lebih suka alasan ini daripada mengatakan bahwa aku cacat semenjak lahir. Saat berusia tujuh tahun aku yakin tidak ada orang selain keluargaku yang mencintai aku. Bahkan tidak ada yang mau menyukaiku. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Saat itu aku naik ke kelas dua dan bertemu dengan bu Leonard. Aku tak tahu apa nama lengkapnya. Aku hanya memanggilnya bu Leonard. Beliau berparas bundar, cantik dan selalu harum. Tangannya gemuk. Rambutnya coklat keperakan. Matanya hitam lembut yang senantiasa tampak tersenyum meski bibirnya tidak. Setiap anak menyukainya. Tetapi tak ada yang menyintainya lebih daripada aku. Dan aku punya alasan tersendiri untuk itu.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Pada suatu ketika sekolah melakukan test kemampuan pendengaran; yaitu mendengar kata yang dibisikkan dengan satu telinga ditutup bergantian. Terus terang sulit bagiku untuk mendengar suara-suara dengan satu telinga. Tidak ada orang yang tahu akan cacatku yang satu ini. Aku tak mau gagal pada test ini lalu menjadi satu-satunya anak dengan segala cacat di sekujur tubuhnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt;Maka aku mencari akal untuk menyusun rencana curang.&lt;/span&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; Aku perhatikan setiap murid yang ditest. Test berlangsung demikian: setiap murid diminta berjalan ke pintu kelas, membalikkan tubuh, menutup satu telinganya dengan jari, kemudian bu guru akan membisikkan sesuatu dari mejanya tulisnya. Lalu murid diminta untuk mengulangi perkataan bu guru. Hal yang sama dilakukan pada telinga yang satunya. Aku menyadari ternyata tak ada seorang pun yang mengawasi apakah telinga itu ditutup dengan rapat atau tidak. Kalau begitu aku akan berpura-pura saja menutup telingaku. Selain itu aku tahu dari cerita murid-murid yang lain bu guru biasanya membisikkan kata-kata seperti, “Langit itu biru” atau “Apakah kau punya sepatu baru?”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Kini tiba pada giliran terakhir; giliranku. Aku berjalan ke luar kelas, membalikkan tubuh lalu menutup telingaku yang cacat itu dengan kuat tetapi kemudian perlahan-lahan merenggangkannya sehingga aku bisa mendengar kata-kata yang dibisikkan oleh bu guru.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.38in; margin-bottom: 0in;" align="justify" lang="id-ID"&gt;Aku menunggu dengan berdebar-debar kata-kata apa yang akan dibisikkan oleh bu Leonard. Dan bu Leonard, bu guru yang cantik dan harum, bu guru yang aku cintai itu, membisikkan tujuh buah kata yang aku telah mengubah hidupku selamanya. Ia berbisik dengan lembut, “Maukah kau jadi putriku, wahai gadis manis?” Tanpa sadar aku berbalik, berlari, memeluk bu Leonard erat-erat, dan membiarkan seluruh air mataku tumpah di tubuhnya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-6258389227208874865?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/6258389227208874865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/7-buah-kata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6258389227208874865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6258389227208874865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/7-buah-kata.html' title='7 Buah Kata'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-2834409034734595715</id><published>2009-04-13T16:02:00.000+07:00</published><updated>2009-04-13T16:03:30.296+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Si Tukang Kayu dan Rumahnya</title><content type='html'>&lt;p&gt;Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah&lt;br /&gt;perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut&lt;br /&gt;pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan&lt;br /&gt;penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah.&lt;br /&gt;Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian&lt;br /&gt;bersama istri dan keluarganya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya.&lt;br /&gt;Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah&lt;br /&gt;untuk dirinya.&lt;span id="more-331"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu.&lt;br /&gt;Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak&lt;br /&gt;sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma&lt;br /&gt;menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta.&lt;br /&gt;Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri&lt;br /&gt;kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia&lt;br /&gt;menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu, ”&lt;br /&gt;katanya, “hadiah dari kami.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya&lt;br /&gt;saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya&lt;br /&gt;sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali.&lt;br /&gt;Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya&lt;br /&gt;sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang&lt;br /&gt;membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha&lt;br /&gt;ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian&lt;br /&gt;terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir&lt;br /&gt;perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan&lt;br /&gt;menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.&lt;br /&gt;Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini&lt;br /&gt;dengan cara yang jauh berbeda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita&lt;br /&gt;bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding&lt;br /&gt;dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah&lt;br /&gt;hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya&lt;br /&gt;hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh&lt;br /&gt;keagungan dan kejayaan. Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup&lt;br /&gt;kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari&lt;br /&gt;perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan&lt;br /&gt;masuk dalam barisan kemenangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pojok Renungan:&lt;br /&gt;“Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri”. (Adapted from The Builder -&lt;br /&gt;Cecilia Attal)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-2834409034734595715?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/2834409034734595715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/si-tukang-kayu-dan-rumahnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2834409034734595715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2834409034734595715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/si-tukang-kayu-dan-rumahnya.html' title='Si Tukang Kayu dan Rumahnya'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-6170049621167351647</id><published>2009-04-13T16:00:00.000+07:00</published><updated>2009-04-13T16:01:23.054+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Lampu Merah dan Kesedihan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau. Jack&lt;br /&gt;segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia tahu&lt;br /&gt;perempatan di situ cukup padat sehingga lampu merah biasanya menyala cukup&lt;br /&gt;lama. Kebetulan jalan di depannya agak lenggang. Lampu berganti kuning. Hati&lt;br /&gt;Jack berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter&lt;br /&gt;menjelang garis jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang, haruskah ia&lt;br /&gt;berhenti atau terus saja. “Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem&lt;br /&gt;mendadak,” pikirnya sambil terus melaju.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-340"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Prit! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya&lt;br /&gt;berhenti. Jack menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati.&lt;br /&gt;Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.&lt;br /&gt;Hey, itu khan Bob, teman mainnya semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia&lt;br /&gt;melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Hai, Jack.” Tanpa senyum.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri&lt;br /&gt;saya sedang menunggu di rumah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Oh ya?” Tampaknya Bob agak ragu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, bagus kalau begitu. “Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan&lt;br /&gt;anak-anak sudah menyiapkan segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh&lt;br /&gt;terlambat, dong.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi lampu&lt;br /&gt;merah di persimpangan ini.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;O-o, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jack harus ganti strategi.&lt;br /&gt;“Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah.&lt;br /&gt;Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala.” Aha, terkadang berdusta&lt;br /&gt;sedikit bisa memperlancar keadaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ayo dong Jack. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIMmu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan ketus Jack menyerahkan SIM lalu masuk ke dalam kendaraan dan menutup&lt;br /&gt;kaca jendelanya. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa&lt;br /&gt;saat kemudian Bob mengetuk kaca jendela. Jack memandangi wajah Bob dengan&lt;br /&gt;penuh kecewa. Dibukanya kaca jendela itu sedikit. Ah, lima centi sudah cukup&lt;br /&gt;untuk memasukkan surat tilang. Tanpa berkata-kata Bob kembali ke posnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jack mengambil surat tilang yang diselipkan Bob di sela-sela kaca jendela.&lt;br /&gt;Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa&lt;br /&gt;ia tidak menilangku. Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru&lt;br /&gt;Jack membuka dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bob.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Halo Jack,&lt;br /&gt;Tahukah kamu Jack, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan. Sayang, Ia&lt;br /&gt;sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah.&lt;br /&gt;Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas ia bisa bertemu&lt;br /&gt;dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya sudah&lt;br /&gt;tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan  berkenan&lt;br /&gt;mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk.&lt;br /&gt;Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu&lt;br /&gt;juga kali ini. Maafkan aku Jack. Doakan agar permohonan kami terkabulkan.&lt;br /&gt;Berhati-hatilah.&lt;br /&gt;Bob”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jack terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bob. Namun, Bob&lt;br /&gt;sudah meninggalkan pos jaganya entah kemana. Sepanjang jalan pulang ia&lt;br /&gt;mengemudi perlahan dengan hati tak tentu sambil berharap kesalahannya&lt;br /&gt;dimaafkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain. Bisa&lt;br /&gt;jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat berharga,&lt;br /&gt;jalanilah dengan penuh hati-hati. - Penulis tanpa nama.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-6170049621167351647?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/6170049621167351647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/lampu-merah-dan-kesedihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6170049621167351647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6170049621167351647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/lampu-merah-dan-kesedihan.html' title='Lampu Merah dan Kesedihan'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-2822364686770785909</id><published>2009-04-13T15:58:00.000+07:00</published><updated>2009-04-13T16:00:21.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Kedamaian Hati adalah Kedamaian Sejati</title><content type='html'>&lt;p&gt;Seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah yang melimpah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian.  Ada banyak seniman dan pelukis berusaha keras untuk memenangkan lomba&lt;br /&gt;tersebut.  Sang Raja berkeliling melihat-lihat hasil karya mereka. Hanya ada dua buah lukisan yang benar-benar paling disukainya.  Tapi, sang Raja harus memilih satu diantara keduanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang.  Permukaan telaga yang itu bagaikan cermin sempurna yang mematulkan kedamaian gunung-gunung yang tenang menjulang mengitarinya.&lt;br /&gt;Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak.  Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-342"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai, sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar.  Disisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih, sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian.  Tapi, sang raja melihat sesuatu yang menarik, di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil diatas sela-sela batu.  Didalam semak-semak itu seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya. Jadi, ditengah-tengah riuh rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya dengan damai.  Benar-benar damai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lukisan manakah yang memenangkan lomba?&lt;br /&gt;Sang Raja memilih lukisan nomor dua.&lt;br /&gt;Tahukah Anda mengapa? karena jawab sang Raja, “Kedamaian bukan berarti Anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski Anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;“Kedamaian hati adalah kedamaian sejati.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-2822364686770785909?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/2822364686770785909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/kedamaian-hati-adalah-kedamaian-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2822364686770785909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2822364686770785909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/kedamaian-hati-adalah-kedamaian-sejati.html' title='Kedamaian Hati adalah Kedamaian Sejati'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-7048453939974649013</id><published>2009-04-13T15:54:00.000+07:00</published><updated>2009-04-13T15:56:17.746+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Hidup Adalah Anugerah</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat  membenci  dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.&lt;span id="more-368"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya  dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih  gadisnya  itu .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekasihnya  bertanya  kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah  bisa melihat dunia. Apakah  engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya  itu ternyata buta.  Dan  dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan akhirnya si Pria kekasihnya  itu  pergi dengan  meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya  itu, “Sayangku, tolong  engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* * * * *&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan  untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi  ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah  dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI  untuk waktumu selanjutnya !!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;oleh &lt;span id="_user_karel.mandey@intra.tunasgroup.com" class="ppt"&gt;Karel Mandey &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="ppt"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-7048453939974649013?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/7048453939974649013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/hidup-adalah-anugerah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7048453939974649013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7048453939974649013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/hidup-adalah-anugerah.html' title='Hidup Adalah Anugerah'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-6447808713879268307</id><published>2009-04-13T15:44:00.000+07:00</published><updated>2009-04-13T15:53:58.874+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Setan atau Malaikat?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Mahluk yang paling menakjubkan adalah manusia, karena dia bisa memilih untuk menjadi “setan atau malaikat”.&lt;br /&gt;–John Scheffer-&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud remaja yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Yudi, anak saya?&lt;br /&gt;&lt;span id="more-380"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng. Tawuran telah menjadikan puluhan remaja meninggal. Saya berdoa semoga lamunan itu salah semua. Tapi mengingat peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul sepuluh pagi seperti ini, saya hanya seorang diri. Kang Yayan, suami saya, ke kantor. Yudi sekolah, Yuni yang sekolah sore pergi les Inggris, dan Bi Nia sudah seminggu tidak masuk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya itu menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang terbuka. Siapa saja bisa masuk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah dia menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki? Saya sedikit lega saat anak muda itu berdiri di samping tiang telepon. Saya punya pikiran lain. Mungkin dia sedang menunggu seseorang, pacarnya, temannya, adiknya, atau siapa saja yang janjian untuk bertemu di tiang telepon itu. Saya memang tidak mesti berburuk sangka seperti tadi. Tapi dizaman ini, dengan peristiwa-peristiwa buruk, tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa curiga lebih baik daripada lengah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di antara kain gorden, di samping kaca nako. Saya masih was-was karena anak muda itu sesekali masih melihat ke rumah. Apa maksudnya? Ah, bukankah banyak pertanyaan di dunia ini yang tidak ada jawabannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terlintas di pikiran saya untuk menelepon tetangga. Tapi saya takut jadi ramai. Bisa-bisa penduduk se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya kalau anak itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum apa-apa ada yang memukul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan dan masuk ke halaman rumah. Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memang mengidap penyakit jantung. Tekad saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi kaki saya tidak bisa melangkah. Apalagi begitu anak muda itu mendekat, saya ingat, saya pernah melihatnya dan punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak muda itu tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan sesuatu ke celah di atas pintu dan bergegas pergi. Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena kaki saya masih lemas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya pernah melihat anak muda yang gelisah itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu. Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan hari ini, lelaki yang gelisah dan si penabrak yang mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di atas pintu. Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang selalu saya simpan di dompet bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada yang berkurang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lama saya melihat dompet itu dan melamun. Seperti dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang siapa pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi perekonomian yang morat-marit seperti ini, mengembalikan uang yang telah digenggamnya. Bukankah itu ajaib, seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah dongengan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong plastik hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak rapi. Saya baca surat yang berhari-hari kemudian tidak lepas dari pikiran dan hati saya itu. Isinya seperti ini:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;—–&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ibu yang baik…, maafkan saya telah mengambil dompet Ibu. Tadinya saya mau mengembalikan dompet Ibu saja, tapi saya tidak punya tempat untuk mengadu, maka saya tulis surat ini, semoga Ibu mau membacanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sudah tiga bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya di-PHK dan tidak mampu membayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah nunggak, membeli alat-alat sekolah dan memberi ongkos. Karena kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir tidak apa-apa saya sekolah sampai kelas 2 STM saja. Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian sering mabuk dan judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adik saya yang tiga orang, semuanya keluar sekolah. Emak berjualan goreng-gorengan yang dititipkan di warung-warung. Adik-adik saya membantu mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu untuk beli beras.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya sadar, kalau keadaan seperti ini, saya harus berjuang lebih keras. Saya mau melakukannya. Dari pagi sampai malam saya bekerja. Tidak saja jualan koran, saya juga membantu nyuci piring di warung nasi dan kadang (sambil hiburan) saya ngamen. Tapi uang yang pas-pasan itu (Emak sering gagal belajar menabung dan saya maklum), masih juga diminta Bapak untuk memasang judi kupon gelap. Bilangnya nanti juga diganti kalau angka tebakannya tepat. Selama ini belum pernah tebakan Bapak tepat. Lagi pula Emak yang taat beribadah itu tidak akan mau menerima uang dari hasil judi, saya yakin itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika Bapak semakin sering meminta uang kepada Emak, kadang sambil marah-marah dan memukul, saya tidak kuat untuk diam. Saya mengusir Bapak. Dan begitu Bapak memukul, saya membalasnya sampai Bapak terjatuh-jatuh. Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya sakit hati. Saya bingung. Mesti bagaimana saya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat Emak sakit dan Bapak semakin menjadi dengan judi buntutnya, sakit hati saya semakin menggumpal, tapi saya tidak tahu sakit hati oleh siapa. Hanya untuk membawa Emak ke dokter saja saya tidak sanggup. Bapak yang semakin sering tidur entah di mana, tidak perduli. Hampir saya memukulnya lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di jalan, saat saya jualan koran, saya sering merasa punya dendam yang besar tapi tidak tahu dendam oleh siapa dan karena apa. Emak tidak bisa ke dokter. Tapi orang lain bisa dengan mobil mewah melenggang begitu saja di depan saya, sesekali bertelepon dengan handphone. Dan di seberang stopan itu, di warung jajan bertingkat, orang-orang mengeluarkan ratusan ribu untuk sekali makan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka tekad saya, Emak harus ke dokter. Karena dari jualan koran tidak cukup, saya merencanakan untuk mencopet. Berhari-hari saya mengikuti bus kota, tapi saya tidak pernah berani menggerayangi saku orang. Keringat dingin malah membasahi baju. Saya gagal jadi pencopet.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan begitu saya melihat orang-orang belanja di toko, saya melihat Ibu memasukkan dompet ke kantong plastik. Maka saya ikuti Ibu. Di atas jembatan penyeberangan, saya pura-pura menabrak Ibu dan cepat mengambil dompet. Saya gembira ketika mendapatkan uang 300 ribu lebih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya segera mendatangi Emak dan mengajaknya ke dokter. Tapi Ibu…, Emak malah menatap saya tajam. Dia menanyakan, dari mana saya dapat uang. Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu tabungan saya, atau meminjam dari teman. Tapi saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya begitu saya selesai bercerita.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak menangis. Ibu…, tidak pernah saya merasakan kebingungan seperti ini. Saya ingin berteriak. Sekeras-kerasnya. Sepuas-puasnya. Dengan uang 300 ribu lebih sebenarnya saya bisa makan-makan, mabuk, hura-hura. Tidak apa saya jadi pencuri. Tidak perduli dengan Ibu, dengan orang-orang yang kehilangan. Karena orang-orang pun tidak perduli kepada saya. Tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya harus mengembalikan dompet Ibu. Maaf.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;—–&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Surat tanpa tanda tangan itu berulang kali saya baca. Berhari-hari saya mencari-cari anak muda yang bingung dan gelisah itu. Di setiap stopan tempat puluhan anak-anak berdagang dan mengamen. Dalam bus-bus kota. Di taman-taman. Tapi anak muda itu tidak pernah kelihatan lagi. Siapapun yang berada di stopan, tidak mengenal anak muda itu ketika saya menanyakannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lelah mencari, di bawah pohon rindang, saya membaca dan membaca lagi surat dari pencopet itu. Surat sederhana itu membuat saya tidak tenang. Ada sesuatu yang mempengaruhi pikiran dan perasaan saya. Saya tidak lagi silau dengan segala kemewahan. Ketika Kang Yayan membawa hadiah-hadiah istimewa sepulang kunjungannya ke luar kota, saya tidak segembira biasanya.Saya malah mengusulkan oleh-oleh yang biasa saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kang Yayan dan kedua anak saya mungkin aneh dengan sikap saya akhir-akhir ini. Tapi mau bagaimana, hati saya tidak bisa lagi menikmati kemewahan. Tidak ada lagi keinginan saya untuk makan di tempat-tempat yang harganya ratusan ribu sekali makan, baju-baju merk terkenal seharga jutaan, dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya menolaknya meski Kang Yayan bilang tidak apa sekali-sekali. Saat saya ulang tahun, Kang Yayan menawarkan untuk merayakan di mana saja. Tapi saya ingin memasak di rumah, membuat makanan, dengan tangan saya sendiri. Dan siangnya, dengan dibantu Bi Nia, lebih seratus bungkus nasi saya bikin. Diantar Kang Yayan dan kedua anak saya, nasi-nasi bungkus dibagikan kepada para pengemis, para pedagang asongan dan pengamen yang banyak di setiap stopan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di stopan terakhir yang kami kunjungi, saya mengajak Kang Yayan dan kedua anak saya untuk makan bersama. Diam-diam air mata mengalir dimata saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yuni menghampiri saya dan bilang, “Mama, saya bangga jadi anak Mama.” Dan saya ingin menjadi Mama bagi ribuan anak-anak lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-6447808713879268307?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/6447808713879268307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/setan-atau-malaikat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6447808713879268307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6447808713879268307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/setan-atau-malaikat.html' title='Setan atau Malaikat?'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-1264876990031187393</id><published>2009-04-08T10:30:00.001+07:00</published><updated>2009-04-08T10:30:58.117+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Sayap Yang Kerdil</title><content type='html'>Ini adalah kisah yang dialami oleh sebuah keluarga burung. Si induk menetaskan beberapa telor menjadi burung-burung kecil yang indah dan sehat. Si induk pun sangat bahagia dan merawat mereka semua dengan penuh kasih sayang. &lt;div&gt;Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Burung-burung kecil inipun mulai dapat bergerak lincah. Mereka mulai belajar mengepakkan sayap, mencari-cari makanan untuk kemudian mematuknya.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span id="more-445"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa anak burung ini tampaklah seekor burung kecil yang berbeda dengan saudaranya yang lain. Ia tampak pendiam dan tidak selincah saudara-saudaranya. Ketika saudara-saudaranya belajar terbang, ia memilih diam di sarang daripada lelah dan terjatuh, ketika saudara-saudaranya berkejaran mencari makan, ia memilih diam dan menantikan belas kasihan saudaranya. Demikian hal ini terjadi seterusnya.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Saat sang induk mulai menjadi tua dan tak sanggup lagi berjuang untuk menghidupi anak-anaknya, si anak burung ini mulai merasa sedih. Seringkali ia melihat dari bawah saudara-saudaranya terbang tinggi di langit. Ketika saudara-saudarnya dengan lincah berpindah dari dahan satu ke dahan yang lain di pohon yang tinggi, ia harus puas hanya dengan berada di satu dahan yang rendah. Ia pun merasa sangat sedih.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;Dalam kesedihannya, ia menemui induknya yang sudah tua dan berkata, “Ibu, aku merasa sangat sedih, mengapa aku tidak bisa terbang setinggi saudara-saudaraku yang lain, mengapa akau tidak bisa melompat-lompat di dahan yang tinggi aku hanya bisa berdiam di dahan yang rendah?”&lt;/div&gt; &lt;div&gt; Si induk pun merasa sedih dan dengan air mata ia berkata, “Anakku, engkau dilahirkan dengan sayap yang sempurna seperti saudaramu, tapi engkau memilih merangkak menjalani hidup ini sehingga sayapmu menjadi kerdil.”&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Hidup adalah kumpulan dari setiap pilihan yang kita buat. Pilihan kita hari ini menentukan bagaimana hidup kita di masa depan.Kita memiliki kebebasan memilih tetapi setelah itu kita akan dikendalikan oleh pilihan kita, jadi berpikirlah sebelum berbuat, sadari setiap konsekuensi dari pilihan yang kita buat.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-1264876990031187393?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/1264876990031187393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/sayap-yang-kerdil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1264876990031187393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1264876990031187393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/sayap-yang-kerdil.html' title='Sayap Yang Kerdil'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-8061773794175582189</id><published>2009-04-08T10:25:00.000+07:00</published><updated>2009-04-08T10:29:05.700+07:00</updated><title type='text'>Pakaian Kebahagiaan</title><content type='html'>Suatu ketika, tersebutlah seorang raja yang kaya raya. Kekayaannya sangat melimpah. Emas, permata, berlian, dan semua batu berharga telah menjadi miliknya. Tanah kekuasaannya, meluas hingga sejauh mata memandang. Puluhan istana, dan ratusan pelayan siap menjadi hambanya. &lt;p&gt;Karena ia memerintah dengan tangan besi, apapun yang diinginkannya hampir selalu diraihnya. Namun, semua itu tak membuatnya merasa cukup. Ia selalu merasa kekurangan. Tidurnya tak nyenyak, hatinya selalu merasa tak bahagia. Hidupnya, dirasa sangatlah menyedihkan.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-459"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, dipanggillah salah seorang prajurit tebaiknya. Sang Raja lalu berkata, “Aku telah punya banyak harta. Namun, aku tak pernah merasa bahagia. Karena itu, ujar sang raja, “aku akan memerintahkanmu untuk memenuhi keinginanku. Pergilah kau ke seluruh penjuru negeri, dari pelosok ke pelosok, dan temukan orang yang paling berbahagia di negeri ini. Lalu, bawakan pakaiannya kepadaku.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Carilah hingga ujung-ujung cakrawala dan buana. Jika aku bisa mendapatkan pakaian itu, tentu, aku akan dapat merasa bahagia setiap hari. Aku tentu akan dapat membahagiakan diriku dengan pakaian itu. Temukan sampai dapat! ” perintah sang Raja kepada prajuritnya. “Dan aku tidak mau kau kembali tanpa pakaian itu. Atau, kepalamu akan kupenggal !!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mendengar titah sang Raja, prajurit itupun segera beranjak. Disiapkannya ratusan pasukan untuk menunaikan tugas. Berangkatlah mereka mencari benda itu. Mereka pergi selama berbulan-bulan, menyusuri setiap penjuru negeri. Seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, seperti perintah Raja. Di telitinya setiap kampung dan desa, untuk mencari orang yang paling berbahagia, dan mengambil pakaiannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang Raja pun mulai tak sabar menunggu. Dia terus menunggu, dan menunggu hingga jemu. Akhirnya, setelah berbulan-bulan pencarian, prajurit itu kembali. Ah, dia berjalan tertunduk, merangkak dengan tangan dan kaki di lantai, tampak seperti sedang memohon ampun pada Raja. Amarah Sang Raja mulai muncul, saat prajurit itu datang dengan tangan hampa.&lt;br /&gt;“Kemari cepat!!. “Kau punya waktu 10 hitungan sebelum kepalamu di penggal. Jelaskan padaku mengapa kau melanggar perintahku. Mana pakaian kebahagiaan itu!” gurat-gurat kemarahan sang raja tampak memuncak.&lt;br /&gt;Dengan airmata berlinang, dan badan bergetar, perlahan prajurit itu mulai angkat bicara. “Duli tuanku, aku telah memenuhi perintahmu. Aku telah menyusuri penjuru negeri, seluas cakrawala, hingga ke ujung-ujung buana, untuk mencari orang yang paling berbahagia. Akupun telah berhasil menemukannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian, sang Raja kembali bertanya, “Lalu, mengapa tak kau bawa pakaian kebahagiaan yang dimilikinya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prajurit itu menjawab, “Ampun beribu ampun, duli tuanku, orang yang paling berbahagia itu, TIDAK mempunyai pakaian yang bernama kebahagiaan.”&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Teman, bisa jadi, memang tak ada pakaian yang bernama kebahagiaan. Sebab, kebahagiaan, seringkali memang tak membutuhkan apapun, kecuali perasaan itu sendiri. Rasa itu hadir, dalam bentuk-bentuk yang sederhana, dan dalam wujud-wujud yang bersahaja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seringkali memang, kebahagiaan tak di temukan dalam gemerlap harta dan permata. Seringkali memang, kebahagiaan, tak hadir dalam indahnya istana-istana megah. Dan ya, kebahagiaan, seringkali memang tak selalu ada pada besarnya penghasilan kita, mewahnya rumah kita, gemerlap lampu kristal yang kita miliki, dan indahnya jalinan sutra yang kita sandang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seringkali malah, kebahagiaan hadir pada kesederhanaan, pada kebersahajaan. Seringkali rasa itu muncul pada rumah-rumah kecil yang orang-orang di dalamnya mau mensyukuri keberadaan rumah itu. Seringkali, kebahagiaan itu hadir, pada jalin-jemalin syukur yang tak henti terpanjatkan pada Ilahi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebab, teman, kebahagiaan itu memang adanya di hati, di dalam kalbu ini. Kebahagiaan, tak berada jauh dari kita, asalkan kita mau menjumpainya. Ya, asalkan kita mau mensyukuri apa yang kita punyai, dan apa yang kita miliki.&lt;br /&gt;Adakah “pakaian-pakaian kebahagiaan” itu telah Anda sandang dalam hati? Temukan itu dalam diri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dapet dr situs. lupa alamatnya apa.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-8061773794175582189?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/8061773794175582189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/pakaian-kebahagiaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8061773794175582189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8061773794175582189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/pakaian-kebahagiaan.html' title='Pakaian Kebahagiaan'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-8821524094828077507</id><published>2009-04-08T10:21:00.000+07:00</published><updated>2009-04-08T10:22:42.668+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Susunan Kehidupan</title><content type='html'>&lt;h1&gt;Suatu sore, Zahra sedang duduk bersama ayahnya di ruang keluarga. Keduanya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Zahra, gadis kecil berumur 5 tahun itu sedang bermain dengan buku gambarnya. Sedang sang ayah, tampak tekun membaca majalah.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-486"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesaat kemudian, Zahra mendekati ayahnya. Ia lalu bertanya, “Ayah, ini gambar apa? Belum selesai ayahnya menjawab, Zahra kembali bertanya, “Kok, hewan ini ada buntutnya? Sang Ayah, dengan sabar menjelaskan semuanya. Disisihkannya majalah di tangannya dan dipeluknya Zahra. &lt;/h1&gt;&lt;p&gt;Beberapa lama berselang, Ayah lalu berkata, “Baik, kalau sudah selesai, ayo teruskan saja sendiri ya, sayang. Ayah sibuk. Zahra pun kembali ke tempatnya semula.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, belum lima menit usai, Zahra kembali datang dan bertanya banyak hal. Dia mengoceh tentang hewan, hingga hal-hal yang diluar khayalan. Ayah pun mulai tampak segan dengan semua pertanyaan itu. Sebab, ia ingin sekali menyelesaikan bacaannya. “Ah, kalau saja aku bisa menyibukkan anak ini dengan pekerjaan lain, ” gumam Ayah,” tentu, ia tak akan membuatku repot. Begitu pikirnya dalam hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aha, Ayah pun menemukan ide. Diambilnya gambar rumah dari sebuah majalah lama. Dan diguntingnya gambar itu menjadi beberapa bagian. Ia ingin membuat puzzle!. Tentu, anak umur 5 tahun, akan sulit sekali menyusun puzzle yang bergambar rumah. Ia lalu berkata pada Zahra yang sejak tadi memperhatikannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;” Zahra, sekarang Ayah punya permainan. Ayo, coba susun kembali kertas ini jadi gambar rumah. Nanti, kalau sudah selesai, baru kamu boleh kembali ke sini. (–Hmm..tenanglah aku sekarang. Aku akan bisa menyelesaikan bacaanku, dan ia pasti akan sibuk sekali dengan pekerjaan ini, begitu gumam ayah.–)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiba-tiba. “Aku sudah selesai!” Belum 5 menit berlalu, kini, Zahra sudah kembali dengan susunan gambar rumah itu. Ayah pun bingung, bagaimana bisa ia menyelesaikan tugas yang sulit itu? Ayah lalu bertanya, “Bagaimana caranya kamu menyusun gambar rumah ini? Pasti kamu minta tolong Bunda deh.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mata bulat gadis itu berbinar, “Nggak kok. Aku membuatnya sendiri. Sebab, dibalik gambar ini, ada gambar boneka kesukaanku. Jadi, aku menyusun gambar itu saja. Ini, gambar bonekaku, aku senang sekali dengannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sang Ayah pun terdiam. Ia kalah, dan harus siap kembali menerima semua ocehan gadis kecilnya ini.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sahabat, seringkali, kita menganggap anak-anak dengan naif. Kita kerap meremehkan pola pikir yang mereka miliki. Kita, yang sok dewasa, sering berpendapat, anak kecil, bukanlah guru yang terbaik buat kehidupan. Mereka semua hanyalah penganggu, dan sesuatu yang selalu mengusik setiap ketenangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun sayang, kita kerap salah. Dan Zahra, bisa jadi membuktikannya. Kita, seringkali menganggap dunia ini sebagai sesuatu yang sulit. Dunia, dalam pikiran kita, adalah potongan gambar-gambar yang tak runut. Potongan-potongan itu pulalah yang kita susun dengan perasaan takut. Dunia, bagi kita, adalah tempat segala masalah bersatu. Dan kita merangkainya dengan hati penuh pilu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan kata lain, dunia, bagi kita, adalah layaknya benang kusut, yang penuh dengan keruwetan, ketakteraturan, dan kesumpekan. Dunia, bagi kita yang mengaku dewasa, adalah amarah, angkara, dengki, dan dendam, iri dan maki serta tangis dan nestapa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Padahal, kalau kita mau menjenguk sisi lain dunia, ada banyak keindahan yang hadir disana. Ada banyak kenyamanan dan kesenangan yang mampu diwujudkannya. Ya, asalkan kita mau menjenguknya, melihat dengan lebih tekun dan jeli. Mencermati setiap bagian dari dunia yang kita sukai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jalin-jemalin kenyamanan yang dapat dirangkai dalam dunia, adalah sesuatu yang indah. Disana akan kita temukan kesejukan, ketenangan, kesunyian, keteraturan, keterpaduan dan segalanya, asalkan kita mau menjenguknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi, mana potongan gambar dunia mana yang akan Anda susun? Dunia yang penuh angkara, atau dunia yang penuh cinta? Dunia yang penuh duri, atau dunia yang penuh peduli? Anda sendirilah yang akan menyusun potongan-potongan gambar itu. Susunan yang Anda pilih, akan membentuk kehidupan Anda.&lt;br /&gt;Selamat menyusun potongan hidup Anda!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;By Irfan&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-8821524094828077507?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/8821524094828077507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/susunan-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8821524094828077507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8821524094828077507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/susunan-kehidupan.html' title='Susunan Kehidupan'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-2766681598690927652</id><published>2009-04-08T10:19:00.000+07:00</published><updated>2009-04-08T10:20:11.355+07:00</updated><title type='text'>Ambil Resiko</title><content type='html'>Saat anda mengambil resiko, ada kemungkinan sangat nyata akan terjadinya kegagalan.  Tetapi bila anda tidak mengambil resiko, anda sudah pasti gagal. &lt;p&gt;Memang, beberapa resiko tidak layak ditempuh, TAPI menghindari semua resiko, sama saja dengan menghindari hidup.  Bangun pagi mengandung resiko.  &lt;span id="more-516"&gt;&lt;/span&gt;Pergi ke pasar mengandung resiko.  Berkenalan mengandung resiko.  Namun semua resiko ini masih cukup bernilai untuk ditempuh, karena resiko-resiko demikian mengikutkan imbalan yang berharga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin anda akan mengambil suatu resiko, dan gagal.  Tapi itu bukan alasan untuk berhenti mengambil resiko.  Belajarlah dari pengalaman dan maju terus.  Waktu, kesempatan, dan sumber daya anda akan membusuk serta terbuang percuma bila anda digiring terus pada rasa takut kehilangan waktu dan kesempatan.  Resiko terbesar adalah saat anda tidak berani ambil resiko.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gunakan apa yang anda punya.  Jangan biarkan takut akan resiko menjadi penyebab terbesar kegagalan anda.  Hitung kembali. Ambil resiko, dan raihlah imbalan yang tersimpan di dalamnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari : Lupa nama alamatnya&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-2766681598690927652?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/2766681598690927652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/ambil-resiko.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2766681598690927652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2766681598690927652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/ambil-resiko.html' title='Ambil Resiko'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-8356467794679619619</id><published>2009-04-08T10:11:00.000+07:00</published><updated>2009-04-08T10:12:18.697+07:00</updated><title type='text'>Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan isenangi teman dan tetangganya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pygmaliondikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.&lt;br /&gt;* Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, “Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini.”&lt;br /&gt;* Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, “Kikir betul orang itu.” Tetapi Pygmalion berkata, “Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu”.&lt;br /&gt;* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, “Kasihan, anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kawan-kawan Pygmalion berkata, “Ah,sebagus- bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-91"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul.. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.&lt;br /&gt;Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Misalnya,&lt;br /&gt;* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.&lt;br /&gt;* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.&lt;br /&gt;* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.&lt;br /&gt;* Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.&lt;br /&gt;* Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.&lt;br /&gt;* Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain. Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.&lt;br /&gt;Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, “Barangkali ia sedang mencoba membujuk,” atau kita mengomel, “Ah, hadiahnya cuma barang murah.” Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri. Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, “Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;* Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.&lt;br /&gt;Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan.. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with positive people only…….. ….how nice!!!!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-8356467794679619619?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/8356467794679619619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/hukum-pygmalion-hukum-berpikir-positif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8356467794679619619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8356467794679619619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/hukum-pygmalion-hukum-berpikir-positif.html' title='Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-1660502618468880227</id><published>2009-04-08T10:10:00.001+07:00</published><updated>2009-04-08T10:10:51.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Perbedaan Persepsi</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :&lt;br /&gt;- Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.&lt;br /&gt;- Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jawab anak yang bungsu :&lt;br /&gt;“Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.&lt;br /&gt;Jawab anak sulung :&lt;br /&gt;“Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut”.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-86"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.&lt;br /&gt;Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MORAL CERITA :&lt;br /&gt;Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda.&lt;br /&gt;Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita… pilihan ada di tangan anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;‘Berusahalah melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa’&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-1660502618468880227?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/1660502618468880227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/perbedaan-persepsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1660502618468880227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/1660502618468880227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/perbedaan-persepsi.html' title='Perbedaan Persepsi'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-8638971464486769636</id><published>2009-04-08T10:06:00.000+07:00</published><updated>2009-04-08T10:08:51.601+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Cinta Seorang Ibu</title><content type='html'>&lt;p&gt;Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya&lt;br /&gt;Suaminya sudah lama meninggal karena sakit&lt;br /&gt;Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.&lt;br /&gt;Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap&lt;br /&gt;Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung&lt;br /&gt;pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari&lt;br /&gt;di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan&lt;br /&gt;Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada&lt;br /&gt;Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tahukah anda apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;span id="more-89"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah&lt;br /&gt;dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,&lt;br /&gt;dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata&lt;br /&gt;Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan&lt;br /&gt;Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu&lt;br /&gt;karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang t ida k bisa dinilai dengan apapun&lt;/p&gt; &lt;p&gt;There is a story living in us that speaks of our place in the world&lt;/p&gt; &lt;p&gt;It is a story that invites us to love what we love and simply be ourselves&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk memberi, itu membuat hidup terasa berarti&lt;br /&gt;Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gunakan waktu sebaik mungkin, karena waktu tidak akan bisa diputar kembali &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-8638971464486769636?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/8638971464486769636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/cinta-seorang-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8638971464486769636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/8638971464486769636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/04/cinta-seorang-ibu.html' title='Cinta Seorang Ibu'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-48284406716835258</id><published>2009-03-13T20:48:00.002+07:00</published><updated>2009-04-08T10:11:22.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>When You Divorce Me, Carry Me Out in Your Arms</title><content type='html'>Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yg cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yg sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yg lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening : Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih&lt;br /&gt;diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yg bersamaan. Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yg tidak kusangka-sangka, Dew hadir dalam kehidupanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu adalah hari yg cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yg sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartemen yg kubelikan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dew berkata, “kamu adalah jenis pria terbaik yg menarik para gadis.” Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, “Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis.” Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalau aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, “kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor”. Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide&lt;br /&gt;perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka.Sejujurnya ia adalah seorang istri yg baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari aku berbicara dalam guyon, “seandainya kita bercerai, apa yg akan kau lakukan? ” Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yg sangat jauh dari dirinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengannya. Dia&lt;br /&gt;kelihatan sedikit curiga. Dia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Dew berkata padaku,”He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama.” Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi. Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, aku memegang tangannya. “Ada sesuatu yg harus kukatakan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalau aku terus berpikir. “Aku ingin bercerai”, ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku,tapi ia bertanya secara lembut,”kenapa?” “Aku serius.”Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku, “Kamu&lt;br /&gt;bukan laki-laki!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yg telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi&lt;br /&gt;oleh Dew.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan yg amat bersalah, aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku merasakan&lt;br /&gt;sakit dalam hati. Wanita yg telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yg asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa menarik kembali apa yg telah kuucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali.&lt;br /&gt;Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya : ia tidak menginginkan apapun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana : Anak kami akan segera menyelesaikan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya,” He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita? Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah&lt;br /&gt;kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. “Kamu membopongku dilenganmu”, katanya, “jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan&lt;br /&gt;ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu.” Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yg telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana&lt;br /&gt;romantis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memberitahukan Dew soal syarat-syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. “Bagaimanapun trik yg ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini,” ia mencemooh Kata- katanya membuatku merasa tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami,”wah, papa membopong mama, mesra sekali”. Kata-katanya membuatku merasa sakit. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan dirinya dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut,”mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita.” Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang. Aku melepaskan ia di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, Kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi di bajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku&lt;br /&gt;melihat bahwa ia tidak muda lagi. Beberapa kerut tampak di wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, “kebun diluar sedang dibongkar. Hati-hati kalau kamu lewat sana.” Hari keempat,ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan Dew menjadi samar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kelima dan keenam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yg telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak, dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa&lt;br /&gt;semakin erat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak memberitahu Dew tentang hal ini. Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, “kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yg cocok. Lalu ia melihat, “semua pakaianku kebesaran”. Aku tersenyum. Tapi tiba-tiba aku menyadarinya, sebab ia semakin kurus, itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut. “Pa, sudah waktunya membopong mama keluar.” Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yg penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, “sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua.” Aku memeluknya dengan kuat dan berkata “antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dew membuka pintu. Aku berkata padanya,” Maaf Dew, aku tidak ingin bercerai. Aku serius”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. “Kamu tidak demam.” Kutepiskan tanganya dari dahiku. “Maaf Dew, aku cuma bisa bilang maaf padamu, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan&lt;br /&gt;menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga. Ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku. Penjualnya bertanya apa yg mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum dan menulis : “Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-48284406716835258?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/48284406716835258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/03/when-you-divorce-me-carry-me-out-in.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/48284406716835258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/48284406716835258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/03/when-you-divorce-me-carry-me-out-in.html' title='When You Divorce Me, Carry Me Out in Your Arms'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-2756304195813342697</id><published>2009-03-13T20:47:00.004+07:00</published><updated>2009-03-13T20:56:58.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Semangkuk bakmi panas</title><content type='html'>Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan&lt;br /&gt;semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?”&lt;br /&gt;Tanya si pemilik kedai.&lt;br /&gt;“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”&lt;br /&gt;“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu&lt;br /&gt;berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku&lt;br /&gt;telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”. Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan&lt;br /&gt;kepada kita. Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENUNGAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA.&lt;br /&gt;SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES&lt;br /&gt;ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH&lt;br /&gt;HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.&lt;br /&gt;PIKIRKANLAH HAL ITU??&lt;br /&gt;APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAI ANAK-ANAK, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH YANG INDAH DIDALAM TUHAN.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-2756304195813342697?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/2756304195813342697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/03/semangkuk-bakmi-panas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2756304195813342697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2756304195813342697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/03/semangkuk-bakmi-panas.html' title='Semangkuk bakmi panas'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-5298032960701661579</id><published>2009-03-12T18:47:00.002+07:00</published><updated>2009-03-13T21:01:30.213+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Berapa lama Kita dikubur?</title><content type='html'>Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan &amp;amp; kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah…” Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910″&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya tersenyum, “Lalu?”&lt;br /&gt;“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 42 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur …. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?&lt;br /&gt;Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?&lt;br /&gt;Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan… Dan apa yang akan datang di depannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebarkan e-mail ini ke saudara-saudara Kita, mudah-mudahan bermanfaat.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebarkanlah walau hanya 1 ayat”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-5298032960701661579?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/5298032960701661579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/03/berapa-lama-kita-dikubur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5298032960701661579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5298032960701661579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/03/berapa-lama-kita-dikubur.html' title='Berapa lama Kita dikubur?'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-7224367850284650575</id><published>2009-03-12T18:45:00.003+07:00</published><updated>2009-03-13T21:07:18.820+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Batu Rubi yang Retak</title><content type='html'>Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Raja sangat menyayangi, mengaguminya, dan berpuas hati karena merasa memiliki sesuatu yang indah dan berharga. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada istri tercintanya. Tetapi saat batu itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja sangat kecewa dan bersedih. Dipanggillah para ahli batu-batu berharga untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Beberapa ahli permata telah datang ke kerajaan, tetapi mereka menyatakan tidak sanggup memperbaiki batu berharga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mohon ampun, Baginda. Goresan retak di batu ini tidak mungkin bisa diperbaiki. Kami tidak sanggup mengembalikannya seperti keadaan semula.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negeri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian datanglah ke istana seorang setengah tua berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengar keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ampun Baginda. Mendengar kesedihan Baginda karena kerusakan batu rubi kesayangan Baginda, perkenankanlah hamba untuk melihat dan mencoba memperbaikinya. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baiklah, niat baikmu aku kabulkan,” kata baginda sambil memberikan batu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat dengan seksama, sambil menghela napas, si tamu berkata, “Saya tidak bisa mengembalikan batu ini seperti keadaan&lt;br /&gt;semula, tetapi bila diperkenankan, saya akan membuat batu rubi retak ini menjadi lebih indah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sang raja meragukan, tetapi karena putus asa tidak ada yang bisa dilakukan lagi dengan batu rubi itu, raja akhirnya setuju. Maka, ahli permata itupun mulai memotong dan menggosok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, dia menghadap raja. Dan ternyata batu permata rubi yang retak telah dia pahat menjadi bunga mawar yang sangat indah. Baginda sangat gembira, “Terima kasih rakyatku. Bunga mawar adalah bunga kesukaan permaisuri, sungguh cocok sebagai hadiah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ahli permata pun pulang dengan gembira. Bukan karena besarnya hadiah yang dia terima, tetapi lebih dari itu. Karena dia telah&lt;br /&gt;membuat raja yang dicintainya berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Netter yang luar biasa…. Di tangan seorang yang ahli, benda cacat bisa diubah menjadi lebih indah dengan cara menambah nilai lebih yang diciptakannya. Apalagi mengerjakannya dengan penuh ketulusan dan perasaan cinta untuk membahagiakan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shi Shang Mei You Shi Quan Shi Mei De Ren&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira demikian pula bagi manusia, tidak ada yang sempurna, selalu ada kelemahan besar ataupun kecil. Tetapi jika kita memiliki&lt;br /&gt;kesadaran dan tekad untuk mengubahnya, maka kita bisa mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada sekaligus mengembangkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki sehingga keahlian dan karakter positif akan terbangun. Dengan terciptanya perubahan-perubahan positif tentu itu merupakan kekuatan pendorong yang akan membawa kita pada kehidupan yang lebih sukses dan bernilai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Batu Rubi yang Retak oleh Andrie Wongso&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-7224367850284650575?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/7224367850284650575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/03/batu-rubi-yang-retak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7224367850284650575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7224367850284650575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/03/batu-rubi-yang-retak.html' title='Batu Rubi yang Retak'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-2774326937420795616</id><published>2009-01-28T21:08:00.002+07:00</published><updated>2009-03-13T21:18:05.716+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Keberuntungan dan Keberanian</title><content type='html'>Rasanya banyak hal yang luput dari penglihatanku selama ini. hidup dan impian. Banyak yang terkubur bersama waktu yang terus berjalan. Aku masih berleha-leha pada hidup yang memanjakanku. Hingga aku tersentak kaget saat ia (ibu yang paling kusayangi) berkata “aku sangat ingin melihatmu diantara orang-orang itu ” sembari menunjuk ke arah jejeran 10 besar siswa dengan nilai terbaik di sekolahku (waktu aku SMP). Dan entah bagaimana caranya, kata-kata itu seperti mensugestiku. Tertanam di otakku, meskipun jauh dalam hatiku, aku menjerit bahwa hal itu tak akan mungkin tercapai karna aku tak akan bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, aku berada dalam jutaan orang yang tak akan dikenal siapapun di sekolahku, meskipun aku bolak balik ke sekolah lamaku waktu SMP. Aku iri, mereka teman-temanku yang hebat dan pintar. Kupikir kenapa aku tak bisa seperti mereka? padahal kami semua sama. Makhluk ciptaan Tuhan. Dan kusadari hal yang tak ada pada diriku dan merupakan hal yang paling penting membuat mereka terlihat berbeda dari orang lain. Mereka ….BERANI! sedangkan aku, hanya bisa bersembunyi di antara mereka dan tak akan pernah terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kesempatan untuk berubah itu datang ketika aku SMK. Aku mulai memunculkan keberanianku yang selama ini kukubur. Kuberanikan diri untuk melangkah ke depan. Sedikit saja, karena aku tahu, aku phobia keramaian, aku trauma dipermalukan. Saat itu, pendaftaran untuk menjadi seorang debaters terbuka. Aku takut! Tapi, ada sesuatu yang membuatku bertahan untuk ikut. Entah apa. Perasaan malukah? yaitu perasaan yang membuatku malu pada semua orang jika aku mundur (yah, sudahlah!Toh sudah kepalang basah) atau perasaan ingin berdampingan bersama kakak-kakak kelasku yang terlihat hebat karena berorganisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu hidupku berubah, aku bisa (antara percaya dan tidak percaya) aku berdiri di antara orang-orang untuk berdebat! Hal yang luar biasa! Aku sebut itu Revolusi! Kemudian, orang mulai mengenalku dan setelah kutelusuri mungkin (atau setidaknya) aku lebih hebat dari kakak-kakak kelasku itu. Mata dan pikiranku terbuka. Ternyata mereka masing-masing mempunyai sifat yang sama. “Munafik” dan aku (dengan bodohnya) termasuk dalam orang yang “menjilat” pada mereka untuk bisa terkenal di sekolah. Kuputuskan untuk menghindari mereka. Lalu aku dipercayakan sekali lagi untuk mewakili sekolahku untuk lomba tingkat provinsi dan aku berhasil menjadi wakil provinsiku ke tingkat nasional. Dan berkat itu, tahun lalu aku juga berhasil pulang pergi dengan Garuda Air (pesawat impianku dan terbang pertamaku) ke Bali tanpa biaya! Dan pencapaian terbesarku adalah saat aku menerima piala juara III tingkat Nasional dari 28 provinsi yang ikut serta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kukatakan pencapaian terbesar karena aku berhasil meruntuhkan opini bahwa cewek berjilbab tidak akan bisa berbuat banyak dalam dunia pariwisata! And look at me! aku berjilbab, bahkan baru setahun, aku tidak melepasnya saat orang sudah mengatakan padaku bahwa kesempatanku menang berkurang karena jilbabku. Tapi aku malah bangga, aku yakin dan optimis (meski setelah diserang rasa pesimis beberapa kali)mereka akan melihatku berbeda! And Guess What? ternyata benar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas adalah sepenggal curhat dari seseorang, mungkin kita juga pernah merasakan perasaan yang sama dengannya. Dan setidaknya yang ingin saya sampaikan adalah ” Jangan biarkan satu bab dalam hidupmu kosong tanpa warna dan tinta karena ketika kau kehilangan itu, kau sudah membuat satu period keberhasilanmu tertunda”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apapun yang terjadi, berpikir positiflah! karena hanya itu senjata kita. Dan Allah SWT punya rencana dalam segala hal yang terjadi. Hal yang perlu kau lakukan hanyalah mencari celah dalam keberuntunganmu, dan tumbuhkan keberanian dalam hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Author:&lt;br /&gt;cherish, 12 May 2007 : 9:41 am.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-2774326937420795616?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/2774326937420795616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/01/keberuntungan-dan-keberanian.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2774326937420795616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/2774326937420795616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/01/keberuntungan-dan-keberanian.html' title='Keberuntungan dan Keberanian'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-4910041966242446593</id><published>2009-01-28T20:57:00.001+07:00</published><updated>2009-03-13T21:12:23.165+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Kisah Tentang Dua Pemancing</title><content type='html'>Dikisahkan, dua orang pergi memancing. Satu orang adalah pemancing yang berpengalaman dan satunya tidak. Ketika pemancing berpengalaman mendapatkan ikan besar, ia selalu memasukan ke dalam kotak es. Sedangkan pemancing tak berpengalaman jika mendapatkan ikan besar pasti dilepasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya pemancing yang berpengalaman menghiraukan hal yang berulang kali dilakukan oleh pemancing tak berpengalaman. Akhirnya karena penasaran, ia menanyakan : “Kenapa anda selalu membuang kembali jika mendapatkan ikan yang besar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemancing tak berpengalaman menjawab : “Karena saya hanya memiliki panci memasak yang kecil, jadi ikan yang besar tidak cukup untuk dimasukkan ke dalam panci kecil tersebut. Itulah sebabnya ia selalu membuang ikan yang besar karena tidak bisa memasaknya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali seperti pemancing tak berpengalaman, kita sering membuang rencana, impian, pekerjaan ataupun kesempatan besar yang diberikan oleh Tuhan. Keyakinan kita terlalu kecil untuk meyakini hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya pemancing tadi, ini bukan masalah kita membutuhkan panci memasak yang lebih besar untuk memasak ikan yang besar, tetapi bagaimana cara kita untuk meningkatkan keyakinan kita bahwa kita bisa memasak ikan yang besar itu dengan panci yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu sebuah masalah atau kemungkinan, Tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang tidak bisa kita tangani. Ini berarti kita dapat dengan percaya diri untuk menjalani hidup ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-4910041966242446593?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/4910041966242446593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/01/kisah-tentang-dua-pemancing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4910041966242446593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/4910041966242446593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/01/kisah-tentang-dua-pemancing.html' title='Kisah Tentang Dua Pemancing'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-7787786477957731834</id><published>2009-01-28T20:53:00.001+07:00</published><updated>2009-03-13T21:19:40.747+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Menjadi Seperti Apa yang Anda Inginkan</title><content type='html'>Di sebuah tempat terpencil di Tenessee, USA, seorang bayi perempuan lahir di tengah keluarga yang sangat miskin. Anak itu adalah anak ke 20 dari 22 bersaudara, lahir premature dan lemah. Kelangsungan hidupnya diragukan semua orang. Ketika berumur empat tahun dia menderita Pneumonia parah dan demam scarlet – sebuah kombinasi penyakit yang mematikan yang membuat kaki kirinya lumpuh dan tidak bisa digunakan. Dia harus menggunakan penyangga kaki dari besi untuk membantunya berjalan. Namun anak ini sangat beruntung karena memiliki seorang ibu yang selalu memberikan dorongan dan semangat padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya yang luar biasa selalu mengatakan pada anaknya yang ternyata sangat pandai tersebut bahwa walaupun kakinya harus menggunakan penyangga, dia dapat melakukan apapun yang dia inginkan dalam hidupnya. Ibunya mengatakan bahwa untuk itu yang harus dimilikinya adalah keyakinan, kegigihan, keberanian dan semangat yang selalu menggelora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pada usia Sembilan tahun, gadis kecil tersebut memutuskan untuk melepaskan penyangga kakinya dan mulai melangkahkan kakinya yang kata dokter tidak akan bisa normal kembali. Dalam empat tahun dia mulai dapat berjalan secara normal, ini sebuah keajaiban bagi dunia medis. Dikemudian hari, gadis itu memiliki sebuah impian untuk menjadi pelari wanita terhebat di dunia. Pertanyaannya, mungkinkah dengan kaki yang tidak sempurna seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia yang ke tiga belas tahun, dia mulai mengikuti lomba lari. Dia menjadi yang terakhir mencapai finish. Dia selalu mengikuti setiap perlombaan lari di SMA dan dalam setiap perlombaan dia selalu menjadi yang terakhir mencapai finish. Semua orang memintanya untuk menyerah saja! Sampai suatu hari, dia tidak menjadi yang paling akhir mencapai finish dan akhirnya tibalah hari dimana dia memenangkan lomba lari. Sejak sat itu Wilma Rudolph selalu memenangkan perlombaan lari yang dia ikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilma melanjutkan sekolahnya di Tenessee State University di mana dia bertemu dengan seorang pelatih bernama Ed Temple. Ed Temple melihat semangat yang menggelora pada diri Wilma dan dia juga melihat sebuah bakat natural dalam diri Wilma. Dia melatih Wilma sampai Wilma terpilih untuk masuk dalam Tim Olimpiade Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah perlombaan lari Wilma harus bertanding melawan Jutta Heine, sorang pelari asal Jerman yang merupakan pelari terhebat saat itu. Tak seorang pun bisa mengalahkan Jutta, namun dalam nomor lari gawang 100 meter, Wilma Rudolph memenangkan pertandingan. Dia mengalahkan Jutta lagi pada nomor lari 200 meter. Sekarang Wilma memenangkan 2 medali emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya di nomor lari 400 meter estafet, Wilma bertemu Jutta lagi. Dua pelari pertama dalam team Wilma melakukan estafet tongkat dengan sempurna, namun saat pelari ketiga menyerahkan tongkat pada Wilma, dia menjatuhkannya karena sangat tegang. Wilma melihat Jutta sudah berlari di lintasan mendahuluinya. Dalam situasi seperti itu sangatlah tidak mungkin untuk mengejar dan mendahukui pelari sekleas Jutta. Namun akhirnya Wilma melakukannya, dia kembali mengalahkan Jutta Heine. Wilma Rudolph berhasil memenangkan 3 Medali Emas Olimpiade&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Separah apapun keadaan anda saat ini bukanlah suatu alasan untuk tidak dapat meraih sukses. Selama anda memiliki keyakinan, kegigihan, keberanian dan semangat yang selalu menggelora, harapan untuk meraih sukses itu selalu ada. Anda sendirilah yang menentukan nasib anda dan menjadi seperti apa yang anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak contoh individu – individu sukses yang awalnya mulai berusaha dari keadaan yang kurang beruntung. Thomas Alva Edison yang hanya bersekolah 3 bulan saja bisa memberikan manfaat bagi milyaran umat manusia dengan hasil hasil karyanya bahkan setelah kematiannya pun kita masih menikmati hasil karyanya. Stephen Hawking yang menderita sklerosis lateral amiotrofik atau lebih dikenal dengan penyakit Lou Gehrig dan divonis dokter tak akan bertahan hidup lebih dari 2 tahun saja tidak kehilangan semangat untuk berkarya. Ia berkata,”Mendadak saya menyadari bahwa banyak hal berharga yang bisa saya lakukan seandainya kematian ini bisa ditunda. Seandainya saya harus mati, mungkin masih ada gunanya bagi saya untuk berbuat kebaikan bagi umat manusia”. Ia menikah dengan Jane Wilde dan memiliki anak. Selain itu dia juga menjadi Guru Besar di Cambridge University, menjadi anggota sebuah klub ilmuwan bergengsi The Royal Society. Hawking juga menghasilkan karya spektakuler yang berjudul A Brief Story of Time dan teori Big Bang nya menjadi pembicaraan di kalangan ilmuwan. Semangat hidup dan keinginannya untuk berbuat sesuatu yang berarti bagi umat manusia selagi masih hidup justru membuatnya mampu bertahan hidup. Dia mendapat julukan sebagai “Manusia Jenius” setelah Albert Einstein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara, mulailah menjadikan hidup anda berarti bagi orang lain. Anda sendiri yang bisa memberikan arti bagi hidup anda dan membuat hidup anda menjadi berarti bagi orang lain. Hal yang paling menyedihkan bagi seorang manusia adalah ketika dirinya tidak dibutuhkan oleh siapa siapa. Mari kita mulai dari sekarang untuk menjadikan hidup kita berarti bagi orang banyak. Wujudkan keinginan anda dan jadikan hidup anda berarti!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses dan Berkelimpahan Selalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Michael Antony Ugiono&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-7787786477957731834?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/7787786477957731834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/01/menjadi-seperti-apa-yang-anda-inginkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7787786477957731834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/7787786477957731834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/01/menjadi-seperti-apa-yang-anda-inginkan.html' title='Menjadi Seperti Apa yang Anda Inginkan'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-6167525957898283047</id><published>2009-01-28T20:44:00.001+07:00</published><updated>2009-03-13T21:20:17.930+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>A Survivor</title><content type='html'>The only survivor of a shipwreck was washed up on a small, uninhabited island ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He prayed feverishly for Allah to rescue him, and every day he scanned the horizon for help, but none seemed forthcoming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Exhausted, he eventually managed to build a little hut out of driftwood to protect him from the elements and to store his few possessions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But then one day, after scavenging for food, he arrived home to find his little hut in flames, the smoke rolling up to the sky. The worst had&lt;br /&gt;happened; everything was lost. He was stunned with grief and anger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah, how could you do this to me!" he cried.&lt;br /&gt;(Comment; Plenty of people use such statement --- think again you should never question Allah nor object to his willing)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Early the next day, however, he was awakened by the sound of a ship that was approaching the island.  It had come to rescue him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"How did you know I was here?" asked the weary man of his rescuers. "We saw your smoke signal," they replied.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is easy to get discouraged when things are going badly.&lt;br /&gt;But we shouldn't lose heart, because Allah is at work in our lives, even in the midst of pain and suffering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remember, next time your little hut is burning to the ground--it just may be a smoke signal that summons The Grace of Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pass this on. You never know who may be in need of this today.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-6167525957898283047?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/6167525957898283047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/01/survivor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6167525957898283047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6167525957898283047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/01/survivor.html' title='A Survivor'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-6014359186005580131</id><published>2009-01-28T20:15:00.001+07:00</published><updated>2009-03-13T21:24:23.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Dalam 7 Hari Yang Telah Lalu Dan Mungkin Akan Terulang</title><content type='html'>Hari per-1, tahajudku tetinggal&lt;br /&gt;Dan aku begitu sibuk akan duniaku&lt;br /&gt;Hingga zuhurku, kuselesaikan saat ashar mulai memanggil&lt;br /&gt;Dan sorenya kulewati saja masjid yang mengumandangkan azan magrib&lt;br /&gt;Dengan niat kulakukan bersama isya itupun terlaksana setelah acara tv selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke-2, tahajudku tertinggal lagi&lt;br /&gt;Dan hal yang sama aku lakukan sebagaimana hari pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke-3 aku lalai lagi akan tahujudku&lt;br /&gt;Temanku memberi hadiah novel best seller yang lebih dr 200 hlmn&lt;br /&gt;Dalam waktu tidak 1 hari aku telah selesai membacanya&lt;br /&gt;Tapi... enggan sekali aku membaca Al-qur'an walau cuma 1 juzz&lt;br /&gt;Al-qur'an yg 114 surat, hanya 1,2 surat yang kuhapal itupun dengan terbata-bata&lt;br /&gt;Tapi... ketika temanku bertanya ttg novel tadi betapa mudah dan lancarnya aku menceritakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke-4 kembali aku lalai lagi akan tahajudku&lt;br /&gt;Sorenya aku datang ke selatan Jakarta dengan niat mengaji&lt;br /&gt;Tapi kubiarkan ustazdku yang sedang mengajarkan kebaikan&lt;br /&gt;Kubiarkan ustadzku yang sedang mengajarkan lebih luas tentang agamaku&lt;br /&gt;Aku lebih suka mencari bahan obrolan dengan teman yg ada disampig kiri &amp;amp; kananku&lt;br /&gt;Padahal bada magrib tadi betapa sulitnya aku merangkai&lt;br /&gt;Kata-kata untuk kupanjatkan saat berdoa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke-5 kembali aku lupa akan tahajudku&lt;br /&gt;Kupilih shaf paling belakang dan aku mengeluh saat imam sholat jum'at kelamaan bacaannya&lt;br /&gt;Padahal betapa dekat jaraknya aku dengan televisi dan betapa nikmat,&lt;br /&gt;serunya saat perpanjangan waktu sepak bola favoritku tadi malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke-6 aku semakin lupa akan tahajudku&lt;br /&gt;Kuhabiskan waktu di mall &amp;amp; bioskop bersama teman2ku&lt;br /&gt;Demi memuaskan nafsu mata &amp;amp; perutku sampai puluhan ribu tak terasa keluar&lt;br /&gt;Aku lupa .. waktu diperempatan lampu merah tadi&lt;br /&gt;Saat wanita tua mengetuk kaca mobilku&lt;br /&gt;Hanya uang dua ratus rupiah kuberikan itupun tanpa menoleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke-7 bukan hanya tahajudku tapi shubuhkupun tertinggal&lt;br /&gt;Aku bermalas2an ditempat tidurku menghabiskan waktu&lt;br /&gt;Selang beberapa saat dihari ke-7 itu juga&lt;br /&gt;Aku tersentak kaget mendengar khabar temanku kini&lt;br /&gt;Telah terbungkus kain kafan padahal baru tadi malam aku bersamanya&lt;br /&gt;&amp;amp; ¾ malam tadi dia dengan misscallnya mengingat aku ttg tahajud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian..............&lt;br /&gt;Kenapa aku baru gemetar mendengarnya?&lt;br /&gt;Padahal dari dulu sayap2nya selalu mengelilingiku dan&lt;br /&gt;Dia bisa hinggap kapanpun dia mau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;¼ abad lebih aku lalai....&lt;br /&gt;Dari hari ke hari, bulan dan tahun&lt;br /&gt;Yang wajib jarang aku lakukan apalagi yang sunnah&lt;br /&gt;Kurang mensyukuri walaupun KAU tak pernah meminta&lt;br /&gt;Berkata kuno akan nasehat ke-2 orang tuaku&lt;br /&gt;Padahal keringat &amp;amp; airmatanya telah terlanjur menetes demi aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan............&lt;br /&gt;Andai ini merupakan satu titik hidayah&lt;br /&gt;Walaupun imanku belum seujung kuku hitam&lt;br /&gt;Aku hanya ingin detik ini hingga nafasku yang saat nanti tersisa&lt;br /&gt;Tahajud dan sholatku meninggalkan bekas&lt;br /&gt;Saat aku melipat sajadahku.....&lt;br /&gt;Amin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila di dunia ada syurga,&lt;br /&gt;maka itulah kehidupan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah.&lt;br /&gt;Bila di dunia ada neraka,&lt;br /&gt;maka itulah kehidupan rumah tangga yang tak selaras &amp;amp; jauh dari agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagialah mereka yang diamnya berfikir,&lt;br /&gt;Memandangnya mengambil pelajaran,&lt;br /&gt;mendengarnya mengambil hikmah, dan&lt;br /&gt;dalam tindakannya mengenal indahnya ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yuk saling mengingatkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-6014359186005580131?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/6014359186005580131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/01/dalam-7-hari-yang-telah-lalu-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6014359186005580131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6014359186005580131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/01/dalam-7-hari-yang-telah-lalu-dan.html' title='Dalam 7 Hari Yang Telah Lalu Dan Mungkin Akan Terulang'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-6690099864348147059</id><published>2009-01-24T17:40:00.001+07:00</published><updated>2009-03-13T21:25:41.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Kesombongan Pendoa</title><content type='html'>Sebuah kapal karam diterjang badai hebat. Hanya dua lelaki yang bisa menyelamatkan diri dan berenang ke pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan kecuali berdoa. Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat membagi pulau kecil itu menjadi dua dan mereka tinggal berseberangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa pertama, mereka memohon diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki ke satu melihat sebuah pohon penuh buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian. Lelaki ke satu merasa kesepian dan memutuskan berdoa agar diberikan istri, keesokan harinya, ada kapal karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang terdampar di sisi pulau tepat lelaki ke satu tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saja, lelaki ke satu ini berdoa memohon rumah, pakaian dan makanan. Keesokan harinya, seperti keajaiban, semua yang diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa. Akhirnya, lelaki ke satu ini berdoa meminta kapal agar ia dan istrinya dapat meninggalkan pulau itu. Pagi hari mereka menemukan kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki ke satu dan istrinya naik ke atas kapal dan siap-siap berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan meninggalkan lelaki kedua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya lelaki kedua itu tidak pantas menerima berkat tersebut karena doa-doanya tak pernah terkabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kapal siap berangkat, lelaki kesatu mendengar suara dari langit, "Hai. Mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?" "Berkatku hanyalah milikku sendiri, hanya karena doakulah yang dikabulkan," jawab lelaki kesatu. "Doa temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka ia tak pantas mendapatkan apa-apa,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau salah!" suara itu membahana. "Tahukah kau bahwa rekanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki ke satu itu bertanya, "Doa macam apa yang ia panjatkan sehingga aku harus berhutang atas semua ini padanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia berdoa agar semua doamu dikabulkan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan macam apakah yang membuat kita merasa lebih baik dari yang lain? Banyak orang yang telah mengorbankan segala sesutau demi keberhasilan kita. Tak selayaknya kita mengabaikan peran orang lain, dan janganlah menilai sesuatu hanya dari "yang terlihat" saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-6690099864348147059?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/6690099864348147059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/01/kesombongan-pendoa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6690099864348147059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/6690099864348147059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/01/kesombongan-pendoa.html' title='Kesombongan Pendoa'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-5151746765984410976</id><published>2009-01-24T17:38:00.001+07:00</published><updated>2009-03-13T21:30:05.583+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>Bersyukurlah..</title><content type='html'>Ada pepatah Cina kuno mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan MELIHAT, aku TAHU&lt;br /&gt;dengan MENDENGAR, aku MENGERTI&lt;br /&gt;dengan MENJALANI, aku PAHAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu bersyukur akan membuat kita bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa cerita berikut ini menggambarkannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang direktur bertanya pada sopir pribadinya, "Bagaimana kira-kira cuaca hari ini?" Si sopir menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai." Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini bertanya lagi, "Bagaimana kamu bisa begitu yakin?".Supirnya menjawab, "Begini, pak, saya sudah belajar bahwa saya tak&lt;br /&gt;selalu mendapatkan apa yang saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun yang saya dapatkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tenteram, dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih merasa kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi,&lt;br /&gt;betapapun banyaknya harta yang kita miliki kita tak pernah menjadi "kaya" dalam arti yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang "kaya". Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengarang pernah mengatakan, "Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi." Ini perwujudan rasa syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria karena masih bisa mempergunakan tangannya. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai mengucap syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah adanya kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu." Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lulu, Lulu". "Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?" tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu."...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki.Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita terakhir adalah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh temanku, rasa syukur itu memang sangat luuaar biasa dan teramat sangat membahagiakan hati !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4845516382956447136-5151746765984410976?l=kataidekita.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kataidekita.blogspot.com/feeds/5151746765984410976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/01/bersyukurlah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5151746765984410976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4845516382956447136/posts/default/5151746765984410976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kataidekita.blogspot.com/2009/01/bersyukurlah.html' title='Bersyukurlah..'/><author><name>Ide</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12164589479745725029</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_IndR473NxEk/SqxaPIZgRKI/AAAAAAAAABs/9CH3QvbvhQg/S220/7734_1108264790419_1340799161_30264785_2375583_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4845516382956447136.post-3680487029285850182</id><published>2009-01-24T17:14:00.001+07:00</published><updated>2009-03-13T21:31:07.966+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen Motivator'/><title type='text'>KEHADIRAN</title><content type='html'>Seorang laki-laki pergi ke luar negeri untuk bekerja dan meninggalkan gadis&lt;br /&gt;tunangannya tersedu-sedu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan khawatir, aku akan menulis surat untukmu setiap hari", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama bertahun-tahun laki-laki itu memang menulis surat untuk tunangannya.&lt;br /&gt;Tetapi karena dia senang dengan pekerjaannya, dia tidak merencanakan untuk&lt;br /&gt;pulang dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, dia menerima undangan pernikahan. Ternyata kekasihnya akan&lt;br /&gt;segera menikah. Dengan siapa ? Dengan tukang pos yang tiap hari mengantar&lt;br /&gt;surat yang dia tulis. Jarak pemisah telah membuat hati berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki malang itu merenung, "Lho, apa salahku. Aku mengiriminya surat-surat
