CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS

Kategori

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Agustus 2011

Air ini khusus untuk INSINYUR!! (sebuah kisah nyata, renungan untuk kita)

Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an.

Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas.

Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur” Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.

Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?

Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan “SIKAP POSITIF” . Muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.

Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur.

Kini ia sudah menaklukkan ”rasa sakit”nya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain. Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.

Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya. Suatu hari insinyur tersebut datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; “Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu”

Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: “Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini.

Kini sikap positfnya sudah membuahkan hasil, lalu apakah ceritanya sampaidi sini?

Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab.

Tahukan Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company)perusahaan minyak terbesar di dunia. Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.

Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.

Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.

Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi hal yang positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.

Itulah kekuatan”SIKAP POSITIF”

Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita.

Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita.

Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya.

Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat “Bersikap Positif” dan menjadi bagian dari solusi.

(dari kaledioskop inspirasi)

Sabtu, 12 Desember 2009

Kepemimpinan ‘Kritis’

Memimpin kelompok, organisasi, perusahaan, apalagi negara memang tidaklah gampang. Tapi, tidak pula susah. Disebut memimpin berarti ada yang dipimpin. Ada mitra kerja (atau bisa disebut bawahan) yang akan menggalang kebersamaan untuk mencapai tujuan yang telah disepakati.

Jabatan pemimpin adalah sebuah amanah. Apalagi jika yang dipimpinnya adalah organisasi dakwah yang punya cita-cita adiluhung, yakni berupaya melanjutkan kehidupan Islam. Insya Allah hal itu merupakan amal shaleh, tentu saja jika ikhlas melakukannya. Karena memimpin adalah amanah, maka seorang pemimpin tidak berhak menjadikan organisasi yang dipimpinnya sebagai hak milik pribadi, sehingga merasa perlu dan wajib (menurut ukuran diri sendiri) untuk memperlakukan organisasi tersebut sesuai kehendaknya, atau merasa berhak mengorbankan bawahan dengan berlindung atas nama penyelamatan organisasi.

Menjadi pemimpin bukan berarti antikritik. Bukan pula harus merasa benar sendiri. Sehingga anekdot dalam kepemimpinan akhirnya berlaku: 1). Pemimpin tak pernah salah. 2). Jika pemimpin bersalah, kembali kepada pernyataan pertama. Tentu ini sangat menggelikan dan sungguh merupakan kepemimpinan yang �kritis’ (baca: mengkhawatirkan).

Kepemimpinan yang baik memang bukan berarti tanpa cela. Sebagaimana halnya manusia yang bertakwa bukanlah yang selalu benar dalam menjalani kehidupannya, tapi manusia yang bertakwa adalah ketika ia berbuat salah, segera bertaubat. Itu artinya, pemimpin yang baik bukan berarti selalu benar, apalagi merasa benar sendiri. Maka, mendengarkan masukan dari bawahan, adalah hal yang sangat dianjurkan. Karena apa? Karena pemimpin tidak ma’sum. Masih ada celah untuk lupa, termasuk berbuat maksiat. Jadi, ada baiknya mendengarkan masukan, saran, bahkan mungkin juga keluhan dan harapan dari bawahan. Tak ada salahnya bukan?

Rasulullah saw. bersabda: “Ambillah hikmah yang kamu dengar dari siapa saja, sebab hikmah terkadang diucapkan bukan oleh orang yang bijak. Bukankah ada lemparan yang mengenai sasaran tanpa disengaja?� (HR al-Askari)

Imam Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah pernah berkata, “Man ahsanal istima’, ta’ajjalal intifa –Siapa yang paling baik mendengarkan, dia akan cepat mendapatkan manfaatâ€?. Beliau juga pernah mengingatkan kita untuk menyimak “isiâ€? pembicaraan dan bukan “siapaâ€? yang berbicara. “Perhatikanlah apa yang dikatakan, dan bukan siapa yang berkata!â€?

Jika sebagai pemimpin menginginkan ketaatan yang kritis (cerdas) dari bawahannya, bukan ketaatan yang �kritis’ (mengkhawatirkan), maka tentunya harus memberikan teladan yang baik kepada bawahan. Bagaimana pun juga, pemimpinlah yang seharusnya dan punya kewajiban memberikan teladan, karena seorang pemimpin lebih mungkin untuk didengar dan dipercayai. Lagi pula, bagaimana mungkin diangkat dan dipilih jadi pemimpin jika tidak bisa dijadikan teladan. Seseorang yang memimpin pasti umumnya lebih baik dari orang kebanyakan. Lebih baik semangatnya, lebih baik ilmunya, lebih baik kesabarannya, lebih baik segalanya.

Seorang pemimpin dikatakan telah gagal dan kepemimpinannya dikategorikan �kritis’ alias mengkhawatirkan adalah ketika seorang pemimpin tak mampu memimpin bawahannya. Bahkan lebih memilih bermusuhan dengan bawahannya yang berbeda sikap dan pendapat dengannya, ketimbang berusaha duduk bersama dan melakukan dengar-pendapat dengan bawahannya yang berseberangan itu. Siapa tahu bisa dicari jalan keluar yang terbaik. Sebab, kita bukan hanya ingin bersama, tapi juga bersatu. Kita juga tidak hanya ingin diangap bilangan, tapi juga diperhitungkan[O. Solihin]

Minggu, 25 Oktober 2009

Kekuatan terbesar manusia

Penulis : Aris ABCo


Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasib yang berarti.
Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.
Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.
Autosuggestion
Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita
untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion. Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya, melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.
Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock) . Karena dilakukan berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa semangat. Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita. Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.
da 5 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;
- Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif saja.
- Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.
- Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.
- Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau akan datang.
- Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.

Visualization
Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya spektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar Romawi jaman dahulu mengatakan, “A man’s life is what his thought make of it - Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya. ”
Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga tubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan. Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh pikiran bawah sadar.
Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar kepada manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya diri kita untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalam memvisualisasikan impian, yaitu:
1. Mendefinisikan impian
Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian seolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah kita akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan akhirnya dapat meraih cita-cita.
2. Menentukan target waktu
Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan, sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat. Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak segan-segan melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be the best, do the best, and then let God take care the rest ?Jadilah yang terbaik, lakukan yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan. Potensi yang kita miliki kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.
3. Melakukan berulang-ulang

Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif. Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita pada suatu waktu.*
Sumber: Kekuatan Pikiran Bawah Sadar oleh Andrew Ho

7 SUGESTI KOMUNIKASI DAHSYAT

Penulis : ARIS ABCO

7 SUGESTI KOMUNIKASI DAHSYAT.
1. Avoid Poison Talk (Hindari Kata Beracun) – There is no Benefit for being Cruel
Kata2 yang sinis, mencemooh, mengejek, menyindir, sering memberikan kepuasan pribadi kepada kita, tetapi tidak berguna sama sekali dalam kehidupan bersosial kita. Hilangkan semua Kata2 Beracun dari kebiasaan anda berbicara. Perhalus juga semua makian dan amarah anda tanpa menghilangkan keseriusan anda dalam berkomunikasi.
Hindari kata2 keras/kasar:
“Anda memang bodoh/ egois/ keras kepala…”
Ubahlah lebih halus tanpa mengurangi artinya, seperti contoh berikut :
“ Kalau saya jadi anda, saya usir orang itu” -> “ Sebaiknya anda bicarakan dengan dia cara menyelesaikan masalahnya.”
“Murah minta bagus!” -> “Coba kita perbaiki bersama”
“Dasar karyawan bodoh!” -> “Tolong diperiksa lagi”
“Bukan urusan saya itu” -> “Saya cek ya siapa yang mengurus masalah tersebut”
2. PowerTalk is Short (Katakan seperlunya) – Just Say What is Necessary
Kata kata yang berlebih sering malah mengaburkan arti dan memperkeruh suasana, katakan secukupnya dan berhentilah berbicara.
Kita diberikan dua telinga dan hanya satu mulut dengan maksud untuk lebih mau sungguh2 mendengarkan dan sedikit berbicara.
Dalam dunia yang terlalu banyak informasi ini singkat selalu lebih kuat dan di-ingat.
3. PowerTalk is Detail (Katakan dengan Detil) – God is in the Detail
Katakan dengan detail dan tepat, ini penting dalam komunikasi untuk menghindarkan kesalah pahaman, dan kekaburan arti. Singkat tapi harus cukup detail pada persoalan nya sehingga tidak membuat kebimbangan. Ketika pendengar merasa kabur artinya maka dia akan mengasumsikan yang terburuk, atau malah salah mengartikan yang bisa berakibat buruk.
Ketepatan komunikasi sangatlah penting untuk menghindari kebingungan
Contohnya berikut :
“ Akan kita selesaikan secepatnya” -> “ Dapat anda ambil besok jam 4 sore”
“ Kalau ada telpon coba dijawab secepatnya” -> “Sebaiknya telpon diangkan sebelum dering ke empat”
“ Karyawan harus berpakaian yang rapi dan sopan” -> “ Jangan memakai celana jean lusuh pada hari kerja”
“ Mobilnya parkir di lantai 3” -> “Mobil diparkir di lantai 3 diseberang pintu masuk”
4. PowerTalk is Targeted (Pilihlah kata2 yang tepat dan bertujuan) – Use Winning Words
Kita harus mencari dan menemukan Kata2 Kunci yang dapat dipakai untuk mempengaruhi orang dan berkomunikasi dengan kuat. Kata2 kunci ini sering harus disesuaikan dan di cocokkan dengan personality pembicara, carilah satu2 dan jadikan kosa kata sehari hari anda.
Pembicaraan kita harus mentargetkan pada tujuan kita berkomunikasi.
Apa tujuan kita dalam berkomunikasi ini?:
-Berkeluh kesah?
-Memaki orang dan memuaskan diri kita?
-Mengubah pendapat orang lain?
-Membuktikan bahwa kita yang benar?
Ataukah:
-Mempengaruhi orang untuk membeli?
-Mencari atau memberi Informasi?
-Memahami pelanggan?
-Menyelesaikan masalah?
5. PowerTalk is about the “Truth” (Katakan yang sebenarnya) – Say What you Mean
Katakan yang anda maksudkan sebenarnya apa. “Jujur” adalah satu2 nya cara untuk dapat mempunyai kredibilitas dan kepercayaan.
Credibility dan Trust menguatkan siapa “Anda” dan membuat apa yang anda katakan menjadi berpengaruh karena Anda “Siapa”, dan bukan sekedar “Apa” yang anda katakan. Dalam jangka panjang ini strategi komunikasi paling penting.
6. PowerTalk brings Real Action (Lakukan apa yang anda katakan) – Mean What You Say
“Over-deliver” dengan apa yang anda telah katakan, laksanakan sesuai janji anda. Reputasi anda akan terdengar oleh orang lain, dan reputasi anda mewakili perusahaan dan nama anda. Kejujuran harus dibarengi dengan tindakan yang nyata untuk menguatkan kita dalam berkomunikasi. Untuk menjadi sukses, kita harus melihat Hidup ini bukan sekedar basa basi.
7. PowerTalk is being Nice (Katakan dengan semanis mungkin) – Dont Be Mean When You Say It
Berilah “muka” pada orang lain, jangan menjadi galak, ganas, menyakitkan, sarkastik, walaupun mereka ternyata salah dan anda benar. Menanamkan maaf dan kebaikan akan memberikan buah dikemudian hari dan menciptakan teman. Memperhalus kata2 kita dalam berbicara memberikan kelebihan kekuatan pada teknik komunikasi kita yang akan menguntungkan kita.
Contohnya :
“Saya sepertinya sudah mengenal anda lama.”
“Wah anda hebat, bisa mengatur 75 anak buah dengan sebaik ini”
“Saya tidak pernah tahu kalau ternyata Harley Davidson punya cerita semenarik itu”
“Perusahaan anda paling saya kagumi dalam berbisnis”
“Luar Biasa!’
“Sukses Untuk Anda”

Pilihan Hidup Ada di Tangan Anda

Penulis : ABCo


Mungkin anda sering berfikir, kenapa seseorang tidak menjadi seperti seseuatu yang lebih pantas, menurut anda. Katakanlah anda punya teman yang memiliki pengetahuan tentang bisnis cukup baik dan ia memiliki potensi untuk berbisnis. Tapi teman anda tersebut tidak menjadi pebisnis. Bahkan dalam skala kecilpun ia tidak berusaha untuk terjun ke dunia bisnis.
Bahkan teman anda tersebut lebih cenderung dan senang melakukan pekerjaan kantoran. Seperti layaknya kebanyakan orang. Berangkat ke kantor pagi dan pulang di sore hari. Dan ia senang melakukan itu. Kenapa sih dia tidak berbisnis saja, toh ia mampu dan itu akan memberikannya peluang lebih besar untuk mendapatkan penghasilan yang berlimpah.
Ironisnya banyak orang kantoran yang ingin berbisnis tapi tidak berani terjun, karena merasa tidak punya pengetahuan bisnis yang memadai. atau alas an yang umum kita dengar, tidak punya bakat. Walaupun sebenarnya ia bisa melakukannya, tentu saja kalau ia bersedia membayar harganya.
Realitas ini membuat saya berfikir, kenapa yah banyak orang yang berada di posisi yang tidak semestinya..? walaupun sebenarnya seseorang tersebut bisa dan mampuh pindah ke tempat yang lebih layak. Pendapat ini memang cenderung subyektif. Karena pendapat saya kemungkinan akan berbeda, jika anda menanyakan hal ini kepada orang lain.
Lalu kenapa semua itu bisa terjadi?
Setelah saya fikirkan dalam-dalam, saya merasa punya jawaban yang pantas untuk persoalan tersebut. Menurut saya hal ini berkaitan dengan “Pilihan Hidup”. Yah! Pilihanlah yang membuat kita saat ini, berada pada posisi kita masing-masing.
Tidak di pungkiri, begitu banyak posisi-posisi sosial yang bisa kita gapai. Bisa kita raih dengan segenap kemampuan kita. Entah itu menjadi pebisnis, pedagang, penulis dan lain sebagainya. Walaupun kita tidak memiliki bakat. Tapi kalau kita sudah memilih suatu bidang tertentu. Kita pasti bersedia melakukan apa saja untuk meraihnya. Namun kembali lagi, semua itu di tentukan oleh Pilihan Hidup.
Walaupuh Robert T Kiyosaki mengatakan bahwa untuk menjadi kaya jangan kerja untuk uang, tapi biarkan uang bekerja untuk anda. Kedengarannya sederhana yah? Tapi harga yang harus anda bayarpun harus setimpal dengan statement Kiyosaki tersebut.
Faktanya walaupun begitu banyak buku-buku motivasi yang memberi pesan yang senada dengan pernyataan Kiyosaki, tapi tidak di ikuti dengan pengunduran diri pekerja kantoran yang signifikan. Bahkan begitu banyak orang yang masih mencari kerja. Ingin pindah kerja atau ingin peningkatan jabatan. Intinya, ” masih mau bekerja”. Artinya apa? Semua ini berkaitan dengan Pilihan Hidup.
Lalu bagaimana dengan anda, apakah anda sudah punya pilihan?

Karya Jangan Dihambat Usia

Penulis : Aris Ahmad Jaya

Pembaca, sebenarnya tidak ada kata terlalu muda ataupun terlalu tua untuk mencapai apa yang ingin Anda raih.Cobalah pertimbangkan kehidupan orang-orang ini: George Burns memperoleh piala Oscar ketika usianya sudah mencapai 80 tahun, Golda Meir menjadi Perdana Menteri Israel pada usia 71 tahun, Mozart baru berusia 7 tahun ketika komposisinya diterbitkan untuk pertama kali, Moses mulai melukis ketika dia berusia 80 tahun. Dia telah menyelesaikan lebih dari 1.500 buah lukisan selama hidupnya, dan 25% dari lukisannya diselesaikan ketika dia berusia 100 tahun, Benyamin Franklin menerbitkan surat kabar ketika dia berusia 16 tahun, dan dia membantu menyusun kerangka UUD Amerika Serikat ketika dia berusia 81 tahun. Michaelangelo berusia 71 tahun ketika dia mengukir Basilika St.Petrus, S.I. Hayakawa pensiun dari jabatannya sebagai rector Universitas San Fransisco ketika berusia 70 tahun, dan kemudian terpilih sebagai angggota Senat, Casey Stengel tidak ingin pensiun dari jabatannya sebagai manajer N-Y Mats hingga dia mencapai usia 75 tahun.
Demikianlah soal usia, semuanya adalah soal persepsi. Sayangnya, dalam hidup ini, soal usia ini, seringkali kita jadikan alasan. Gagal, seringkali kita cari alasan pada soal usia. Tidak mendapat kesempatan, seringkali pula usia yang dijadikan alasannya. Memang saat ini banyak organisasi dan perusahaan yang membatasi usia tertentu yang dianggap masih produktif. Ini adalah bagian dari aturan dalam perusahaan. Namun, semuanya kembali kepada diri kita sendiri.
Apakah kita menerima begitu saja aturan itu dan memberlakukannya dalam hidup kita? Kenyataannya, kita bisa melanggar aturan usia ini dalam soal kesuksesan pribadi. Tua, bukanlah inti masalahnya. Inti masalahnya adalah soal bagaimana kita mau belajar, berjuang, menggali pengalaman serta membangun kebijaksaan dalam hidup. Di usia berapa pun, kita punya kesempatan mencoba, tidak perlu menyerah dan tetap punya peluang untuk sukses. Sukses, akhirnya, ada pada keinginan dan usaha Anda, bukan pada usia kita.
Tak harus lemah, Siapa bilang bahwa tua harus lemah? Realita menunjukkan bahwa tua tidaklah identik dengan lemah tak berdaya. Namun, acapkali kita mendengar bagaimana orang yang sudah tua, menggunakan ketuaannya sebagai alasan untuk ketidakproduktifann ya, untuk kealpaannya serta kekhilafannya. Usia dalam kenyataannya bukanlah suatu pengambat untuk meraih yang lebih tinggi. Usia pun bukan kendala dalam hal karier dan kerja. Malahan, rambut putih adalah simbol kebijaksanaan dan pengalaman yang sangat berharga. Orang Jepang sangat menghargai senioritas. Jabatan tertentu di perusahaan Jepang kadang disediakan hanya bagi mereka yang diprediksi telah berambut putih, lambang kematangan. Mereka percaya bahwa pengalaman akan membuat orang menjadi dewasa. Ada tunjangan khusus bagi yang lama bekerja. Loyalitas dan usia, dihargai oleh mereka. Celakanya, tidak semua orang tua menjadi matang. Banyak orang yang tua secara usia, namun secara mental, masih terbelakang. Orang ini tua secara badaniah namun sayang, kearifan serta kematangan tidak menyertainya. Tak heran jika ada pepatah, banyak orang menjadi tua tanpa pernah menjadi dewasa. Masalahnya, ketuaan tidaklah selalu samadengan kematangan. Nah, bagaimana membangun jiwa yang terus-menerus muda?
Always have fun
Laughter is the best medicine. Mungkin humor dan gembira, tidaklah lantas membuat penyakit dan permasalahan kita lenyap total. Tetapi dengan melihat hidup dari sisi yang ceria, hidup terasa menjadi lebih nikmat. Lagipula, masalah hidup tidak pernah akan selesai. Ibarat gelombang, setelah surut, akan muncul pasang yang lain. Tetapi hati yang gembira adalah ibarat selancar yang membuat kita dapat menjalani segala pasang surut lautan kehidupan dengan rasa damai. Itulah sebabnya mereka yang berusia panjang, cenderung memiliki rasa humor yang baik dalam hidupnya.
Hidup kini dan di sini
Kehidupan bukanlah melulu soal usia. Bruce Lee membuktikan bahwa meskipun hidupnya pendek, namun dia dikenang dengan kontribusinya yang luar biasa bagi martial arts, seni bela diri. Itu sebabnya asalah satu rahasia awat muda yang lain adalah menikmati hidup kini dan di sini. Kuncinya terletak pada kerelaan kita melepaskan masa lampau serta tidak terlalu banyak khawatir akan masa depan. Seperti kata Bruce Lee, “Yang penting bukanlah seberapa panjang Anda hidup. Tetapi bagaimana Anda hidup itulah yang penting”. Nikmatilah tarikan napas Anda sekarang, itulah realita terpenting saat ini.
Fisik dan mental
Jangan membiarkan pikiran ataupun fisik menjadi terlalu lama beristirahat dan diam. Janganlah fisik kita, pikiran yang terlalu lama didiamkan pun akhirnya akan melemah. Konon, sumber penurunan daya otak yang terpenting adalah karena membiarkan otak kita tidak bekerja sama sekali, atropi. Fisik kita pun mestinya senantiasa bergerak pula. Para dokter dan paramedis tahu, jika fisik dibiarkan terlalu lama di suatu tempat tanpa bergerak maka akan mulai muncul borok di badan. Kenyataan pula, mereka yang berusia panjang ternyata masih memiliki kesibukan dan masih menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan di usianya yang telah menjelang Maghrib. Jadi, benarlah kata iklan yang berbau motivasi, “Menjadi tua itu pasti. Tetapi, menjadi muda itu soal pilihan”.
Sumber: Karya Jangan Dihambat Usia oleh Anthony Dio Martin, Psikolog, penulis buku best seller EQ Motivator, dan Managing Director HR Excellency

Sabtu, 22 Agustus 2009

Mengertilah

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja
Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.
Ibu menjawab: “Mengapa?
Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja

Sabtu, 18 Juli 2009

Stop Dreaming Start Action

by: firmansyaharia

Matahari bersinar pada pagi minggu ketiga bulan juli dipenuhi kedamaian, cahayanya masuk melewati jendela kamarku, memelukku dengan kehangatannya, memberikan harapan baru-impian baru. Pun aku tahu tak selalu harapan jadi kenyataan, tapi tanpa harapan manusia adalah makhluk tak bertujuan, terombang-ambing di samudera kehampaan.Harapan itu seperti cahaya di kegelapan, memberikan arah untuk melangkah agar tak salah, dengan harapan kita tak lagi jadi daun rapuh yang jatuh ke tanah dan linglung mencari rumah. Mungkin sebab itulah yang menjadikan ku lelaki dengan penuh impian, impian akan hari esok yang jauh lebih baik dari sekarang, dan hari sekarang yang jauh lebih baik dari esok.Dengan impian-impian itulah diriku terbentuk, tanpa harus menjadikan impian itu hanya jadi khayalan, seperti yang pernah teman ku bilang “jangan jadikan impian itu onani basi”, ya….. onani basi adalah membiarkan diri terjebak di impian-impian tanpa ada tindakan apa-apa, menjadikan impian itu hanya tong kosong yang nyaring bunyinya. Tentu, aku tak mau jadi orang merugi, orang yang hanya bisa bicara tanpa bisa beraksi, di saat itulah aku berteriak pada diriku sendiri “Stop DREAMING Start ACTION”.Maka dimulailah dengan melakukan pertanyaan kecil di kepala, membiarkan pertanyaan itu menari jalang dengan telanjang. Pertanyaan semisal, bagaimana menggapainya? langkah pertama apa yang mesti dilakukan untuk mencapainya?. Lalu menyusun rencana-rencana di sepetak kertas, menggoreskan segala macam cara untuk menghadapi setiap kemungkinan – baik atau buruk, disinilah aku mulai bermain dengan pertimbangan pertimbangan pada segala keuntungan dan segala kerugian, pada keberhasilan dan kegagalan, aku tak mau impian tentang keberhasilan membutakan, dan kegagalan menjadikan ku manusia pesimis.Setelah itu mulailah raga bergerak, siap dengan jari yang mengepal, meninju karang dengan garang, tak takut lelah dan tak mau menyerah.Jika, memang ternyata kejatuhan ada di depan, itu tak menjadikan ku manusia kalah karena yang jadi masalah adalah bagaimana kita berdiri lagi, bermimpi lagi dan bergerak lagi. Bagi ku jika kita berusaha maka akan selalu ada hasilnya, besar atau kecil itu tergantung dari bagaimana kita me-manage-nya, dan seberapa keras kita berusaha untuk mencapainya.Satu hal yang mesti diingat jika jatuh merengkuh “Jangan pernah salahkan siapapun akan kegagalan kita”. Menyalahkan tak akan memberikan jawaban, itu hanya akan membuat kita terjebak pada polemik salah dan benar, polemik berkepanjangan dan akan semakin menenggelamkan kita pada kegagalan (itulah yang menjadikan kita kalah), kita harus mengerti bahwa di setiap kegagalan di situ ada pembelajaran yang dapat menjadikan kita orang yang lebih baik dari kemarin. Mulailah mencari jawaban dari pertanyaan “bagaimana kita berdiri lagi? bergerak lagi?melaju lagi”, karena waktu terus berjalan maju, ia tak pernah mau menunggu.

Bagun Pagi

by: moulthe13th


“Tiiin.....tiin....” bising sekali suara klakson mobil bersahut sahutan. Keringat semakin banyak membasahi wajah dan kemejaku. Bukan hanya karena panasnya udara di dalam metro mini yang penuh sesak dijejali penumpang tetapi juga karena aku sedang dilanda kecemasan tingkat tinggi. Hari ini aku mendapat panggilan kerja dan akan menjalani serangkaian tes seleksi calon pegawai. “Aku harus mendapatkan pekerjaan ini” aku mengingatkan diriku sendiri sembari menyeka mukaku yang dibanjiri peluh dengan sapu tangan ku. Jarang-jarang aku mendapat kesempatan mengikuti tes seleksi karyawan, sebagian besar aplikasi yang aku masukkan tidak pernah mendapat jawaban dari perusahaan. Karena itu aku harus benar-benar memanfaatkan peluang ini, terlebih lagi, perusahaan yang memanggilku ini adalah sebuah perusahaan besar yang tentu saja sangat baik untuk masa depanku dan keluargaku.
Aku harus menempuh perjalanan jauh dari rumahku di timur Jakarta menuju kantor tersebut di bilangan Jakarta Selatan. Dalam waktu normal aku bisa menempuhnya dalam waktu 1,5 jam saja, tetapi apakah aku bisa sampai di sana tepat waktu jika aku sudah terjabak macet yang separah ini? Harusnya aku bisa menghindari kemacetan ini jika aku tadi berangkat lebih pagi dari rumah. Tidak mengapa jika aku harus tiba di sana lebih awal dan menunggu sendirian di sebuah tempat asing dari pada aku telat dan bisa menghancurkan semua harapan ini. Bukan hanya harapanku, tetapi juga harapan keluarga ku.
Jengkel sekali aku pada diriku sendiri. Kumaki-maki diriku yang tidak bisa menghargai waktu dan selalu menganggap gampang. Kenapa juga tadi pagi setelah shalat Subuh aku tidur lagi. Walaupun cuma 15 menit tetapi akibat yang ditimbulkan sungguh-sungguh sangat mengkhawatirkan. Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 08.15 menit, padahal tes dimulai pada pukul sembilan dan sampai saat ini belum separuh perjalanan ku lalui. Jantungku berdegup semakin kencang dibarengi dengan semakin membanjirnya peluhku setiap kali aku melihat jam tanganku. Andaikan aku tadi tidak tidur lagi setelah shalat Subuh dan langsung mandi. “Mungkin aku tidak akan mengalami hal seperti ini” gerutu ku dalam hati dengan muka yang bersungut-sungut. Sesaat kemudian aku tersenyum getir “bukannya kamu sudah biasa seperti ini? Bukankah memang kamu selalu menganggap gampang sesuatu dan tidak pernah bisa menghargai waktu? Sudah berapa kali kamu berada dalam situasi seperti ini?” Kurebahkan badanku ke sandaran kursi metro mini yang sempit dan keras ini. Iya, ini memang salah ku, kesalahan yang terus saja berulang. Setiap aku mengalami saat-saat seperti ini aku selalu marah-marah kepada diriku sendiri dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tetapi pada kenyataannya tetap saja kejadian seperti ini berulang dan terus berulang. Aku merasa susah sekali membuang kebiasaan burukku ini walaupun aku sangat-sangat menyadari bahwa kebiasaan burukku itu banyak membawa kerugian terhadap diriku sendiri.
Sampai kapan aku akan terus mengikuti dan melayani kebiasaan-kebiasaan burukku ini? Selama aku tidak bisa membuang kebiasaan-kebiasaan burukku, maka selamanya aku tidak akan bisa mencapai kehidupan yang lebih baik. Karena kebiasaan-kebiasaan burukku akan terus dan terus menghambatku dari hari ke hari. Memang benar kata-kata bijak yang mengatakan bahwa “Musuh Terbesar bagi Kita adalah Diri Kita Sendiri”. Bagaimana aku akan mengalahkan pesaing-pesaingku dalam tes nanti jika aku tidak bisa mengalahkan kebiasaan burukku? Aku memang harus bisa berubah, meskipun terlihat sepele tetapi sesungguhnya sangat berat untuk melaksanakannya. Aku harus membulatkan tekad dan niat agar aku bisa benar-benar membuang kebiasaan burukku ini. Semoga kali ini niat dan tekadku tidak hanya menjadi niat dan tekad belaka seperti sebelum-sebelumnya...Semoga...

Jumat, 01 Mei 2009

Sembilan puluh sembilan persen dari semua kegagalan berasal dari orang-orang yang punya kebiasaan berdalih

GEORGE WASHINGTON CARVER
Ahli Kimia yang menemukan lebih dari 325 manfaat kacang tanah

Kalau mau jujur, kita sering menciptakan alasan atas setiap kegagalan dan kesalahan yang kita lakukan. Sebagai contoh, pada waktu kita terlambat ke sekolah atau ke kantor, pikiran kita langsung mencari dan menciptakan alasan. Pikiran kita diarahkan untuk mencari alasan untuk menghindari kesalahan yang kita lakukan. Jika ada sekolah alasan, maka setiap kita mungkin telah mendapatkan gelar doctor bahkan mungkin ada diantara kita sudah mendapatkan gelar professor. Ketika kita dilahirkan tidak ada orang tua yang mengajarkan bagaimana menciptakan alasan atas setiap kesalahan yang kita lakukan.

Kita selalu menciptakan alasan untuk menghindari hukuman atas kesalahan yang kita lakukan. Kita harus pahami, bahwa alasan yang kita ciptakan tidak pernah memberikan perubahan dalam hidup kita.
Alasan adalah penghambat kesuksesan. Setiap alasan yang kita ciptakan atas kegagalan yang terjadi adalah tirai yang ditancapkan untuk membatasi dan memenjarakan kita setiap saat. Saudara dari berdalih adalah sikap mengeluh. Karyawan yang senang membuat alasan, pasti selalu mengeluh dengan gaji yang diterima dan mengeluh dengan kebijakan dan aturan yang ditetapkan perusahaan. Anak yang selalu menciptakan alasan atas kesalahan yang dilakukan, selalu mengeluh dengan keadaan fisiknya, kondisi ekonomi keluarga, fasilitas pendidikannya, dan semuanya.

Banyak orang mengharapkan tubuhnya langsing dan mengharapkan orang lain yang melakukannya untuk dirinya. Mereka mengharapkan orang lain yang berolahraga untuk dirinya, orang lain yang diet makanan lezat untuk dirinya, orang lain yang hidup disiplin untuk dirinya. Sesuatu yang mustahil.

Jika Anda ingin menciptakan kehidupan yang penuh keberhasilan, Anda harus memegang kendali hidup Anda. Mulai sekarang, berhenti berdalih, berhenti mengeluh, berhenti mengeluh atas kekurangan fisik Anda, berhenti mengeluh atas ketidakadilan yang terjadi dalam hidup Anda, berhenti menggunakan alasan mengapa Anda tidak bisa dan belum mendapatkan apa yang Anda impikan sampai saat ini, dan berhenti menyalahkan keadaan di luar diri Anda. Anda harus berjanji pada diri Anda, bahwa mulai saat ini, Anda berhenti melakukan semuanya itu selamanya. Tindakan berhenti menyalahkan adalah tanda bahwa Anda mengasihi diri Anda dan masa depan Anda. Berhenti sejenak (selama 5 menit), tuliskan dan katakan sebanyak 7 (tujuh) kali pada diri Anda kalimat ini: Saya bertanggungjawab atas hidup saya ! Harus ditanamkan dalam benak Anda, bahwa Andalah satu-satunya orang yang bertanggungjawab terhadap hidup Anda.
Kesuksesan adalah keputusan untuk mengubah hambatan menjadi kesempatan untuk meraih sukses. Mungkin salah satu hal yang menghambat Anda untuk meraih sukses karena Anda dipenuhi dengan berbagai macam dalih. Hentikan dalih Anda jika Anda ingin meraih keberhasilan di tahun 2009. Jadikan tahun 2009 sebagai tahun penuh berkat dan pelipatgandaanmujizat, kepercayaan dan keberhasilan.

Januari 2009
Salam,

Pdm. Johny Kilapong, MA
Kupang - NTT